Rabu, 19 Juni 2013 - 10 Sya'ban 1434 H 08:39:33 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Lima Puluh Kota

Hasil UN SLTP Bikin Gempar

Hasil Akhir, 38 Sekolah Lulus 100 Persen

Padang Ekspres • Berita Pendidikan • Selasa, 05/06/2012 13:42 WIB • FAJAR RILLAH VESKY • 2055 klik

GRAFIS : ORTA

Limapuluh Kota, Padek—Hasil murni ujian nasional SMP/MTS/Ponpes tahun pelajaran 2011/2012 yang dilansir Padang Ekspres dari Dinas Pendidikan Limapuluh Kota mem­buat gempar banyak pihak. Ti­dak sedikit pula pemerhati pen­didikan yang merasa terpu­rangah, prihatin dan mengkonfirmasi ulang data tersebut.

 

”Berita hasil murni ujian nasio­nal yang dimuat Padang Ekspres ini benar ya? Berati, tidak ada SMP/MTS/Ponpes yang betul-betul mur­ni lulus ujian nasional 100 per­sen. Artinya, kita semua me­mang ha­rus melakukan evalua­si, demi  me­ningkatkan kualitas pendidikan kita,” ujar Syamsul Udaya, mantan Ke­tua DPRD Limapuluh Kota, Se­nin (4/5) pagi.

 

Wali Nagari Batubalang Yondri YS juga menanyakan hal serupa. "Kok berbeda, hasil ujian nasional yang diumumkan di sekolah dengan yang dimuat di media-massa. Pa­dahal, sumbernya sama-sama Di­nas Pendidikan. Kenapa bisa be­gitu?" kata Yondri yang pengajar di MTS Swasta Batubalang.

 

Pertanyaan senada disam­paikan Kepala Kantor Kemen­terian Agama Limapuluh Kota, Gusman Pi­liang. ”Saya dapat telepon dari ba­nyak kepala madrasyah, soal hasil ujian nasional MTS yang hari ini mun­­cul di Padang Ekspres. Saya se­dikit  heran, kok data yang kita te­rima dari Dinas Pendidikan dengan data yang disampaikan Dinas Pen­didikan di media-massa ber­beda,” ucapnya.

 

Berdasarkan data yang dipero­leh Gusman Piliang, jumlah peserta ujian nasional 2011/2012 dari  MTs/MTI/Ponpes di Limapuluh Kota 1.056 orang. Dari jumlah ter­sebut, 1.032 orang dinyatakan lu­lus dan 25 orang tidak lulus. ”MTs yang tidak lulus seratus per­sen, hanya satu yakni MTs Si­tujuah,” kata putra Nagari Ku­bang tersebut.

 

Ternyata, tidak hanya Gusman Piliang dan jajaran Kemenag Lima­pu­luh Kota yang terheran-heran de­ngan data Dinas Pendidikan yang dilansir Padang Ekspres ke­marin. Puluhan kepala SMP baik swas­ta dan negeri juga menyam­pai­­kan pertanyaan kepada Kadis Pen­­­didikan Desri, Kabid Pendi­di­kan Menengah Hidwan Reta mau­pun Kasi Kurikulum Nasrul Arpi.

 

Sebenarnya, tidak ada yang sa­lah dengan data yang disam­pai­kan Dinas Pendidikan Lima­pu­luh Kota di Padang Eks­pres. Da­ta tersebut memang data murni ha­sil ujian nasional SMP/MTs ta­hun 2011/2012 yang diberikan Di­nas Pendi­di­kan Provinsi Sumbar ke­pada se­lu­ruh kabupaten/kota di Sum­bar, untuk selanjutkan dise­rahkan ke­pada pihak sekolah.

 

”Data di Padang Ekspres itu tidak salah. Kalau berdasarkan hasil murni ujian nasional, memang tidak satupun SMP di Limapuluh Kota yang berhasil mengantarkan siswanya lulus ujian nasional 100 persen. Kondisi ini, kami kira juga terjadi di kabupaten/kota lain di Sumbar, bahkan di Indonesia,” ujar Desri, Hidwan Reta dan Nasrul Arpi, senada.

 

Hanya saja, menurut ketiga peja­bat Dinas Pendidikan Lima­puluh Kota tersebut, hasil murni ujian nasional, belum menentukan lulus atau tidak lulusnya seorang siswa dari sebuah sekolah. Sebab untuk menentukan seorang siswa ta­mat dari SMP/MTs/Ponpes itu, di­lakukan berdasarkan nilai akhir yang merupakan nilai ujian nasio­nal dengan nilai rata-rata rapor dan nilai ujian sekolah.

 

”Penggabungan nilai ujian nasional dengan nilai rata-rata rapor dan nilai ujian sekolah itulah yang menentukan, apakah seorang siswa lulus atau tidak lulus dari sebuat SMP atau MTs. Adapun data yang kita muat di Padang Ekspres Senin (4/6), merupakan hasil murni ujian nasional atau belum nilai akhir,” jelas ketiganya.

 

Desri menjelaskan, jika berda­sar­k­an nilai akhir atau hasil peng­ga­bungan nilai ujian nasional dengan nilai rata-rata raport dan nilai ujian sekolah, maka dari 74 SMP/MTS di Limapuluh Kota (bukan 71 se­perti tertulis dalam berita sebe­lumnya-red), sebanyak 38 sekolah berhasil mengantarkan siswanya lulus 100 persen.

 

Sekolah yang lulus seratus per­sen berdasarkan nilai akhir dan pe­ringkat itu adalah MTS Tiga­batur, MTS Piladang, SMPN 1 Lareh Sago Halaban, SMPN 1 Guguak, SMPN 3 Mungka, SMPN 3 Kapur IX, SMPN 1 Bukit Barisan, SMPN 5 Pang­kalan Koto Baru, SMPN 2 Aka­biluru, MTSN Gadut, SMPN 2 Su­liki, MTSN Dangung-Dangung, dan MTS Darul Funun El Abbasi­yah.

 

Kemudian, MTSN Mahat, MTSN Limbanang, SMPN 2 Mung­ka, MTS TI Tabek Gadang, MTS As­sadiyah, MTSN Padangjapang, SMPN 1 Mungka, MTs Uswatun Ha­sanah, SMPN 4 Payakumbuh, SMPN 2 Harau, SMPN 4 Guguak, MTS Koto Tangah, SMP Swasta Plus Ibnu Khaldun, MTs PP Alma­nar Batuhampar, dan MTs PI Ta­ram.

 

Selanjutnya, SMPN 2 Gunuang Omeh, MTs Darul Islamiyah, SM­PN 4 Harau, MTs Fastabiqul Kha­irat Gunuang Malintang, MTS PP Al-Kaustar Tanjungpati, SMPN 3 Bukitbarisan, MTs Swasta Batu­ba­lang, MTs Muhammadiyah Pang­kalan,  MTSI YMPI Koto Ta­ngah Simalanggang dan MTS Ha­la­ban juga dinyatakan lulus 100 per­sen berdasarkan hasil akhir (lihat grafis-red). 26 SMP/MTs lainnya, memang belum lulus 100 persen hasil ujian ak­hir. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Selasa, 18 Juni 2013

PPS Rawan Diintervensi

Paralu dijago bana tu.........................!


Sumbar Kecipratan Rp48 M

Lai ndak digigik mancik pulo beko tu....!


Tower Tumbang, Listrik Padam

Apo dek itu lampu acok mati kini...............?