- 13:48 WIB
- 14:00 WIB
- 14:00 WIB
- 13:59 WIB
- 13:58 WIB
- 13:57 WIB
- 13:46 WIB
- 13:47 WIB
- 13:43 WIB
- 13:44 WIB
Awan Unik di Padang, Gempa di Sukabumi
Padang Ekspres • Selasa, 05/06/2012 11:42 WIB • * • 4285 klik

Padang, Padek—Fenomena alam awan tegak lurus di langit Padang menjadi buah bibir di tengah masyarakat Padang kemarin. Munculnya awan unik itu menimbulkan keresahan di sebagian masyarakat. Mereka mengaitkan fenomena alam ini pertanda bakal terjadi gempa, seperti halnya kemunculan halo matahari.
Awan tegak lurus itu muncul kemarin (4/6), sekitar pukul 12.30 WIB. Tak ingin ketinggalan momen, warga Padang langsung mengabadikan pemandangan langka itu dengan kamera telepon seluler masing-masing.
Dalam sekejap, foto awan tegak lurus pun bersebaran di situs jejaring sosial Facebook, Twitter dan BlackBerry Messenger warga.
“Nak, pulanglah lagi. Jangan main ke pusat kota. Ada awan gempa, hati-hati ya!” kata seorang ibu di kawasan Bypass, Padang, saat menelepon anaknya begitu melihat awan tegak lurus.
Di Bypass, tampak warga berbondong-bondong keluar bangunan untuk menyaksikan fenomena alam itu. Tak ayal, awan unik itu itu menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Beragam spekulasi pun bermunculan menyertai kemunculan awan tegak lurus tersebut.
Di kawasan Jati pun begitu. Takjub bercampur cemas menyungkup perasaan warga begitu menyaksikan gugusan awan panjang membelah langit. Beberapa orang PNS memutuskan pulang kantor lebih cepat, karena simpang siurnya informasi tentang awan tersebut.
Koordinator Analisis Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang, Budi Samiadji mengatakan, awan tegak lurus tidak ada hubungannya dengan gempa. Hanyalah fenomena alam biasa yang terbentuk akibat tekanan angin di udara.
Dia meyakini awan tegak lurus itu sama saja dengan awan lainnya yang bisa berbentuk apa saja. “Kadang-kadang ada awan berbentuk wajah orang, kadang seperti pohon, kadang tegak lurus. Ya, tergantung tekanan angin,” tegasnya.
Menurutnya, belum ada kajian dari para ahli mengungkapkan hubungan antara awan tegak lurus dengan pertanda gempa. Kalaupun ada, dia menilai hanyalah mitos yang kebetulan saat bersamaan terjadi gempa. “Sampai saat ini, belum ada kajian yang mengungkapkan itu. Saya rasa itu sama saja dengan fenomena halo matahari,” ujarnya.
Sebelumnya, fenomena halo matahari sempat membuat warga Sumbar cemas. Warga mengaitkan kemunculan cincin matahari itu sebagai pertanda gempa, karena kebetulan beberapa hari sebelum gempa 30 September 2009, muncul halo matahari di langit Padang.
Namun, seiring dengan seringnya muncul halo matahari akhir-akhir ini, warga Sumbar semakin bijak menyikapinya. Fenomena serupa juga pernah terjadi saat munculnya awan bebentuk tulisan Allah. Warga Sumbar juga menafsirkan awan unik itu sebagai pertanda gempa.
Kendati belum ada kajian pasti, beberapa kejadian gempa ditandai munculnya awan tegak lurus. Misalnya, gempa dan tsunami Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tanggal 17 Juli 2006 lalu. Lima hari sebelum gempa, sebagian masyarakat di Yogyakarta melihat awan putih memanjang di langit di atas kota. Banyak korban manusia akibat bencana itu.
Begitu juga gempa besar melanda Yogyakarta dan Kabupaten Klaten (Jawa Tengah) 27 Mei 2006 lalu. Tiga hari sebelum gempa, masyarakat sekitarnya melihat gejala alam yang aneh berupa awan berbentuk aneh (garis lurus, red).
Gempa Guncang Sukabumi
Namun entah ada kaitannya atau tidak, bersamaan dengan fenomena awan tegak lurus, gempa mengguncang sebelah barat daya Sukabumi berkekuatan 6,1 SR. Gempa sempat membuat panik warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi masih melakukan inventarisasi korban dan kerusakan.
Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, berdasarkan analisis dari Institut Teknologi Bandung (ITB), gempa yang terjadi pukul 18.18 kemarin kemungkinan disebabkan pertemuan lempeng atau gempa subduksi. “Jarak dari garis pantai yaitu 50 km, dan 100 km dari sebelah barat dari gempa September 2011. Besarnya pergeseran pada bidang gempa yaitu sekitar 50 cm,” kata Sutopo.
Dituturkannya, guncangan gempa dirasakan cukup membuat warga berhamburan ke luar rumah. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan soal kerusakan dan korban jiwa. “Masyarakat sudah kembali normal aktivitasnya. BPBD Sukabumi masih melakukan pemantauan untuk pendataan,” lanjutnya.
Sutopo menjelaskan, perkembangan info tentang dampak gempa akan disampaikan jika sudah ada laporan. “Posko BNPB masih melakukan pemantauan dengan BPBD, Koramil dan Polres di daerah,” pungkasnya.
Seperti diketahui, gempa 6,1 SR itu berpusat di 7.99 Lintang Selatan dan 106.19 Bujur Timur. Lokasi persisnya ada di 121 km sebelah barat daya Sukabumi, atau 138 km sebelah barat daya Cianjur. Meski demikian dipastikan gempa itu tidak berpotensi tsunami. Gempa juga dirasakan warga Jakarta. Mayoritas warga yang merasakan getaran, tengah berada di gedung tinggi. Getaran terasa beberapa menit.
BPBD Sukabumi menyebutkan, gempa menyebabkan 21 rumah di Kabupaten Sukabumi rusak, di Kecamatan Tegal Buleud, Sagaranten, dan Cidolog. Selain itu, dua bocah warga Kampung Simpang Karet, Kecamatan Pabuaran, Sukabumi mengalami luka robek di kepala dan memar di perut. (a/jpnn)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Kesejahteraan Dokter Minim
Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?
Dana Bantuan tak Kunjung Turun
Juluak lah rami-rami .................................!
Lareh Sago Halaban Berjaya
Rakyaik lai sejahtera lo................................?