Rabu, 22 Mei 2013 - 12 Rajab 1434 H 08:02:48 WIB
NASIONAL

Awan Unik di Padang, Gempa di Sukabumi

Padang Ekspres • Selasa, 05/06/2012 11:42 WIB • * • 4285 klik

IST

Padang, Padek—Fenomena alam awan te­gak lurus di langit Padang menjadi buah bi­bir di tengah masyarakat Padang kemarin. Mun­­culnya awan unik itu menimbulkan ke­re­sa­han di sebagian masyarakat. Mereka me­­ngaitkan fenomena alam ini pertanda ba­kal terjadi gempa, seperti halnya kemun­culan halo matahari.

 

Awan tegak lurus itu muncul kemarin (4/6), sekitar pukul 12.30 WIB. Tak ingin ke­­ting­ga­lan momen, warga Padang lang­sung menga­ba­dikan pemandangan langka itu dengan ka­mera telepon seluler masing-masing.

 

Dalam sekejap, foto awan tegak lurus pun bersebaran di situs jejaring sosial Facebook, Twitter dan BlackBerry Messenger warga.

 

“Nak, pulanglah lagi. Ja­ngan main ke pusat kota. Ada awan gem­pa, hati-hati ya!” kata se­orang ibu di kawasan Bypass, Pa­dang, saat me­nele­pon anak­nya begitu melihat awan tegak lurus. 

 

Di Bypass, tampak warga ber­bondong-bondong keluar ba­­ngunan untuk menyaksikan fe­­nomena alam itu. Tak ayal, awan unik itu itu menjadi per­bin­ca­ngan hangat di tengah ma­s­­yara­kat. Beragam spe­ku­lasi pun ber­munculan me­nyer­tai kemun­cu­lan awan te­gak lurus tersebut. 

 

Di kawasan Jati pun begitu. Tak­jub bercampur cemas me­nyung­kup perasaan warga begi­tu menyaksikan gugusan awan pan­jang membelah langit. Bebe­rapa orang PNS memutuskan pu­lang kantor lebih cepat, ka­rena simpang siurnya informasi ten­tang awan tersebut.

 

Koordinator Analisis Badan Me­tereologi, Klimatologi dan Geo­fisika (BMKG) Padang, Budi Sa­miadji mengatakan, awan te­gak lurus tidak ada hubu­ngan­nya dengan gempa. Ha­nyalah fe­nomena alam biasa yang ter­ben­tuk akibat tekanan angin di udara.

 

Dia meyakini awan tegak lurus itu sama saja dengan awan lain­nya yang bisa berbentuk apa saja. “Kadang-kadang ada awan berbentuk wajah orang, kadang seperti pohon, kadang tegak lurus. Ya, tergantung tekanan angin,” tegasnya.

 

Menurutnya, belum ada ka­jian dari para ahli me­ng­ungkap­kan hubungan anta­ra awan te­gak lurus dengan pertan­da gem­pa. Kalaupun ada, dia me­nilai hanya­lah mitos yang kebetulan saat ber­samaan terja­di gempa.  “Sam­pai saat ini, belum ada ka­jian yang mengungkapkan itu. Saya rasa itu sama saja dengan fe­no­mena halo matahari,” ujar­nya.

 

Sebelumnya, fenomena halo ma­tahari sempat membuat war­ga Sumbar cemas. Warga me­nga­itkan kemunculan cincin ma­tahari itu sebagai pertanda gem­pa, karena kebetulan bebe­rapa hari sebelum gempa 30 September 2009, muncul halo matahari di langit Padang.

 

Namun, seiring dengan se­ring­nya muncul halo matahari ak­­hir-akhir ini, warga Sumbar se­makin bijak menyikapinya. Fe­nomena serupa juga pernah ter­jadi saat munculnya awan be­ben­tuk tulisan Allah. Warga Sum­bar juga menafsirkan awan unik itu sebagai pertanda gem­pa.

 

Kendati belum ada kajian pas­ti, beberapa kejadian gempa di­tandai munculnya awan tegak lurus. Misalnya, gempa dan tsunami Pangandaran, Kabupaten Cia­mis, Jawa Barat, tanggal 17 Juli 2006 lalu. Lima hari sebe­lum gempa, sebagian mas­yara­kat di Yogyakarta melihat awan putih memanjang di langit di atas kota. Banyak korban manu­sia akibat bencana itu.

 

Begitu juga gempa besar me­lan­da Yogyakarta dan Ka­bupa­ten Klaten (Jawa Te­ngah) 27 Mei 2006 lalu. Tiga hari sebelum gem­pa, masyarakat sekitarnya me­lihat gejala alam yang aneh be­rupa awan berben­tuk aneh (garis lurus, red).

 

Gempa Guncang Sukabumi

 

Namun entah ada kaitannya atau tidak, bersamaan dengan fe­nomena awan tegak lurus, gem­pa mengguncang sebelah ba­rat daya Sukabumi berke­kuatan 6,1 SR. Gempa sempat membuat pa­nik warga. Badan Pe­nanggu­la­ngan Bencana Dae­rah (BPBD) Su­kabumi masih me­lakukan in­ventarisasi korban dan kerusa­kan.

 

Juru Bicara Badan Nasional Pe­nanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho me­ngungkapkan, berdasarkan ana­lisis dari Institut Teknologi Ban­­dung (ITB), gempa yang ter­ja­di pukul 18.18 kemarin ke­mungkinan disebabkan perte­muan lempeng atau gempa sub­duksi. “Jarak dari garis pan­tai yaitu 50 km, dan 100 km da­ri sebelah barat dari gempa Sep­tember 2011. Besarnya per­gese­ran pada bidang gempa yaitu sekitar 50 cm,” kata Sutopo.

 

Dituturkannya, guncangan gem­pa dirasakan cukup mem­buat warga berhamburan ke luar ru­mah. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan soal ke­rusakan dan korban jiwa. “Mas­yarakat sudah kembali normal aktivitasnya. BPBD Suka­bumi masih melakukan pemantauan untuk pendataan,” lanjutnya.

 

Sutopo menjelaskan, per­kem­­bangan info tentang dam­pak gempa akan disam­paikan jika sudah ada laporan. “Posko BNPB masih melakukan pe­man­tauan dengan BPBD, Ko­ramil d­an Polres di daerah,” pung­kasnya.

 

Seperti diketahui, gempa 6,1 SR itu berpusat di 7.99 Lintang Selatan dan 106.19 Bujur Timur. Lo­kasi persisnya ada di 121 km se­belah barat daya Sukabumi, atau 138 km sebelah barat daya Cianjur. Meski demikian dipas­tikan gempa itu tidak berpo­tensi tsunami. Gempa juga dirasakan warga Jakarta. Mayoritas warga yang merasakan getaran, tengah berada di gedung tinggi. Getaran terasa beberapa menit.

 

BPBD Sukabumi menye­butkan, gempa menyebabkan 21 ru­mah di Kabupaten Sukabumi ru­sak, di Kecamatan Tegal Bu­leud, Sagaranten, dan Cidolog. Se­lain itu, dua bocah warga Kam­pung Simpang Karet, Keca­matan Pabuaran, Sukabumi me­ngalami luka robek di kepala dan memar di perut. (a/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Harapan Realistis di Piala Sudirman

PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Selasa, 21 Mei 2013

Kesejahteraan Dokter Minim

Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?

 

Dana Bantuan tak Kunjung Turun

Juluak lah rami-rami .................................!

 

Lareh Sago Halaban Berjaya

Rakyaik lai sejahtera lo................................?