Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 12:44:12 WIB
METROPOLIS

10 Wanita Malam Terjaring

Padang Ekspres • Senin, 04/06/2012 13:37 WIB • * • 1372 klik

FOTO : SY RIDWAN/PADEK

Aziz Chan, Padek—Satuan polisi pamong praja kian gencar merazia penyakit masyarakat (pekat). Razia Minggu dini hari, pasukan penegak per­da itu menyisiri sejumlah kafe di Batang Arau, Lubukbegalung dan Jati. Tempat mangkal para bencong atau waria di Padangbaru, juga dirazia.

 

Dalam razia itu, hanya 10 wanita malam terjaring di kawasan Jati, Batang Arau dan Atom Center. Masing-masing empat orang ditangkap di Jati, 5 di Batang Arau dan satu wanita malam di Atom Center.

 

Razia diduga bocor karena aktivi­tas esek-esek di tiga kawasan itu relatif sepi dari biasanya. Razia yang dimulai pukul 21.00 Sabtu (2/6), awal­nya menyisiri Atom Center. Saat itu hanya satu wanita malam yang terjaring.

 

Pol PP lalu merazia kawa­san Raden Saleh dan Padang­ba­ru, yang selama ini menjadi tem­pat mangkal para bencong. Tak satu pun waria yang terja­ring dalam razia itu, meski telah memeriksa semak-semak di kawasan Masjid Raya Sum­bar. Diduga, rencana operasi bo­cor sehingga Minggu dini hari itu sepi dari biasanya.

 

Dari pantauan Padang Eks­­pres, setiap malam hingga subuh kawasan Padangbaru ramai oleh para bencong yang menjajakan diri. Selain kong­ko-kongko di setiap simpang jalan, beberapa kaum waria itu juga “patroli” dengan motor mencari pria hidung belang.

 

Lokasi yang paling dige­mari para bencong itu, di sim­pang Jl Rasuna Said-Khatib Sulaiman, di simpang GOR Agus Salim, dan depan Kantor DPD Golkar Sumbar. Para bencong itu tampak dibekingi sejumlah pria, yang diduga sebagai germo sekaligus pen­jaga keamanannya.

 

Pemandangan itu kontras dengan slogan Padang sebagai kota religi. Para bencong itu le­lua­sa menjajakan syahwat pada setiap pengendara yang melintas di kawasan pusat kota tersebut. Mereka membubar­kan diri sete­lah azan subuh berkumandang.

 

Razia Minggu dini hari itu mengundang perhatian peng­gu­na jalan. Puluhan personel Pol PP dengan mobil Dalmas dan pribadi kembali bergerak dengan tujuan kawasan Bypass KM 6, yakni sebuah kafe. Lagi-lagi, Pol PP tak berhasil menjaring wanita malam.

 

Pol PP lalu bergerak menu­ju kawasan Jalan Perintis Ke­mer­dekaan, Jati dengan sasa­ran salah satu kafe karaokean. Saat Pol PP datang ke lokasi itu, tamu beserta wanita ma­lam tengah asyik berkaraoke lari ber­ham­buran. Di kafe ini, ha­nya empat wanita malam terjaring.

 

Kepala Kantor Pol PP Pa­dang, Nasrul Sugana mengatakan, empat dari 10 wanita ma­lam yang dijaring tersebut, su­dah berkali-kali ditangkap. “Me­reka disuruh membuat per­janjian, dan kemudian di­le­­pas­kan setelah mereka ber­jan­ji ti­dak akan mengulangi per­buat­annya lagi,” ungkap Su­ga­na.

 

Bidik Karaoke

 

Di bagian lain, Kasi Bina Potensi (Bin Pot) Pol PP Pa­dang, Syamsul Ridwan mengatakan telah mendata kafe dan tempat karaoke yang banyak melanggar aturan, seperti tidak memiliki izin dan tidak ber­sekat transparan sesuai pa­da Perda Nomor 11/2005 tentang Ketertiban Umum.

 

“Tempat-tempat mesum tersebut berada di kawasan Bukitlampu, Purus, Taplau, dan GOR Agus Salim. Tempat maksiat yang masuk dalam ca­tatan kami itu, segera di­bong­kar,” ujar Syamsul Ridwan.

 

Untuk tempat hiburan ma­lam yang tidak masuk kategori tempat mesum, hanya diberi­kan pengarahan dan pembi­naan. “Jika masih melakukan pe­langgaran akan ditindak tegas. Untuk penyegelan dila­ku­kan Satpol PP bersama Kantor Perizinan Pelayanan Terpa­du (KP2T),” ungkapnya.

 

Anggota DPRD Padang dari Komisi IV, Zaharman meminta pengawasan tempat hiburan malam harus terus dilakukan. “Bagi pengusaha tempat hiburan malam yang nakal, dan terus coba-coba menyuguhkan prak­tik mesum, Pol PP harus berani me­nin­dak­nya. Kalau dibiarkan, praktik mesum akan menjad-jadi,” ujarnya. (mg6/kd)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!