- 06:26 WIB
- 06:25 WIB
- 06:24 WIB
- 06:23 WIB
- 06:19 WIB
- 06:16 WIB
- 06:08 WIB
- 06:06 WIB
- 06:05 WIB
- 12:39 WIB
Kota Payakumbuh
Pemilik Itik Siap Sambut TdS
Berharap Terbang hingga ke Luar Negeri
Padang Ekspres • Berita Hiburan • Jumat, 01/06/2012 13:50 WIB • ARFIDEL ILHAM • 231 klik
Payakumbuh, Padek—Memeriahkan iven internasional Tour de Singkarak (TdS) yang bakal digelar Juni mendatang, sejumlah pemilik itik di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, mulai melatih itik-itiknya agar tampil maksimal saat beratraksi. Rencananya pada iven skala internasional itu, ada puluhan ekor itik akan dipertandingkan dalam lomba pacu itik terbang. Perlombaan itu jadi salah satu agenda penting dalam iven TdS yang digelar di daerah itu.
”Tidak mudah mempersiapkan ternak bersayap itu agar jinak, dan mampu terbang dan mendarat di tempat yang seharusnnya. Setidaknya butuh waktu hingga satu bulan lebih untuk melatih itik agar terampil,” ucap Adrianto, 38, pecinta itik terbang kepada Padang Ekspres, Kamis (31/5).
Untuk bisa ikut dalam pacu itiak itu, masing-masing pemilik itik sudah melatih ternaknya kurang lebih dua bulan lamanya. ”Itik yang sudah terlatih biasanya tidak akan terbang ke luar dari lintasan, Meski tidak ada penghalang di bagian kiri kanan lintasan, namun ternak ini tetap berada di lintasan yang telah ditentukan,” terang Ad lagi.
Saat melatih itik terbang, lintasan yang digunakan berada di salah satu ruas jalan di Kelurahan Auakuniang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, dan panjangnya sekitar 100 meter.
Ad mengaku, itik yang mampu terbang hingga ratusan meter bukanlah itik sembarangan. Pertama, pemilihan itik harus dilihat fisik seperti lebar ukuran dada dan ukuran sayap, serta sisik kaki itik yang juga jadi penentu itik yang andal. ”Jika itik terlalu gemuk dan sayapnya tipis atau pendek, biasanya sulit dilatih, dan sulit untuk terbang jauh,” bebernya.
Ditambahkan, pemilihan itik dengan sisik di kaki juga jadi penilaian tersendiri, jika dikakinya ada sisik kecil maka akan mudah dilatih. Namun itik seperti itu biasanya sulit ditemukan.
Selain mengikuti atraksi dalam iven-ven tertentu di berbagai daerah, permainan tradisional tersebut, juga jadi agenda rutin di 12 gelanggang yang ada di daerah tersebut. ”Suatu kebanggaan bagi kami bisa melestarikan permainan tradisonal itu,” lanjut Ad.
Sekitar tanggal 6 Juni mendatang, sedikitnya 60 ekor Itik akan terbang dan mengipaskan sayapnya di pusat Kota Payakumbuh, tepatnya di depan Kantor Bank BRI Payakumbuh atau di depan Pos Polisi. Masing-masing gelanggang akan mengirimkan 5 ekor itik terbaiknya untuk ikut memeriahkan iven internasional TdS.
Tidak puas hanya mengikuti iven di dalam negeri, pecinta pacu itik berharap bisa roadshow ke berbagai negara di dunia.” Mudah-mudahan kita bisa melakukan pertunjukan ke Bali atau ke luar negeri,” harap Ad mengakhiri. (*)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?