Minggu, 26 Mei 2013 - 16 Rajab 1434 H 16:34:44 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

Pemilik Itik Siap Sambut TdS

Berharap Terbang hingga ke Luar Negeri

Padang Ekspres • Berita Hiburan • Jumat, 01/06/2012 13:50 WIB • ARFIDEL ILHAM • 231 klik

Payakumbuh, Padek­—Me­meriahkan iven internasional Tour de Singkarak (TdS) yang bakal digelar Juni men­datang, sejumlah pemilik itik di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, mulai melatih itik-itiknya agar tam­pil maksimal saat beratraksi. Rencananya pada iven skala internasional itu, ada puluhan ekor itik akan diper­tan­ding­kan dalam lomba pacu itik terbang. Perlombaan itu jadi salah satu agenda penting dalam iven TdS yang digelar di daerah itu.

 

”Tidak mudah mem­per­siap­kan ternak bersayap itu agar jinak, dan mampu ter­bang dan mendarat di tempat yang seharusnnya. Setidaknya butuh waktu hingga satu bu­lan lebih untuk melatih itik agar terampil,” ucap Adrianto, 38, pecinta itik terbang ke­pa­da Padang Ekspres, Kamis (31/5).

 

Untuk bisa ikut dalam pacu itiak itu, masing-masing pemilik itik sudah melatih ternaknya kurang lebih dua bulan lamanya. ”Itik yang sudah terlatih biasanya tidak akan terbang ke luar dari lintasan, Meski tidak ada penghalang di bagian kiri kanan lintasan, namun ternak ini tetap berada di lintasan yang telah ditentukan,” terang Ad lagi.

 

Saat melatih itik terbang, lintasan yang digunakan be­rada di salah satu ruas jalan di Kelurahan Auakuniang, Kecamatan Payakumbuh Se­la­tan, dan panjangnya sekitar 100 meter.

 

Ad mengaku, itik yang mampu terbang hingga ratu­san meter bukanlah itik sem­barangan. Pertama, pe­mi­lihan itik harus dilihat fis­ik se­perti lebar ukuran dada dan ukuran sayap, serta sisik kaki itik yang juga jadi penentu itik yang andal.  ”Jika itik terlalu gemuk dan sayapnya tipis atau pendek, biasanya sulit dilatih, dan sulit untuk ter­bang jauh,” bebernya.

 

Ditambahkan, pemilihan itik dengan sisik di kaki juga jadi penilaian tersendiri, jika dikakinya ada sisik kecil maka akan mudah dilatih. Namun itik seperti itu biasanya sulit ditemukan.

 

Selain mengikuti atraksi dalam iven-ven tertentu di berbagai daerah, permainan tradisional tersebut, juga jadi agenda rutin di 12 gelanggang yang ada di daerah tersebut. ”Suatu kebanggaan bagi kami bisa melestarikan per­mainan tradisonal itu,” lanjut Ad.

 

Sekitar tanggal 6 Juni mendatang, sedikitnya 60 ekor Itik akan terbang dan mengipaskan sayapnya di pusat Kota Payakumbuh, te­pat­nya di depan Kantor Bank BRI Payakumbuh atau di de­pan Pos Polisi. Masing-ma­sing gelanggang akan me­ngi­rim­kan 5 ekor itik terbaiknya untuk ikut memeriahkan iven internasional TdS.

 

Tidak puas hanya me­ngi­kuti iven di dalam negeri, pe­cinta pacu itik berharap bisa roadshow ke berbagai negara di dunia.” Mudah-mudahan kita bisa melakukan per­tun­jukan ke Bali atau ke luar negeri,” harap Ad mengakhiri. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?