- 11:27 WIB
- 12:48 WIB
- 12:47 WIB
- 12:46 WIB
- 12:46 WIB
- 12:45 WIB
- 12:43 WIB
- 12:42 WIB
- 12:42 WIB
- 12:41 WIB
Pemprov Dukung Usaha Kerapu
Padang Ekspres • Jumat, 01/06/2012 13:36 WIB • * • 202 klik
Padang, Padek—Usaha keramba ikan kerapu yang dikelola masyarakat Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan dan juga Airbangis, Kabupaten Pasaman Barat didukung penuh oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Pasalnya, usaha keramba itu mampu meningkatkan nilai ekonomi para petani keramba kerapu. Mengingat nilai jual dari ikan kerapu cukup tinggi dipasaran ekspor.
“Secara nyata provinsi mendukung potensi ikan kerapu yang dimiliki Sumbar. Sebab secara hitungan ekonominya, ikan ini bernilai ratusan rupiah per kilogramnya untuk pasar ekspor. Untuk peluang pasarnya masih terbuka lebar. Tinggal bagaimana masyarakat dan daerah memaksimalkan potensi kelautan ini,” ungkap Irwan Prayitno kepada Padang Ekspres saat panen ikan kerapu siap ekspor di keramba ikan kerapu milik CV Nemo Abroad di Laut Mandeh, Pesisir Selatan.
Dalam panen kerapu siap ekspor itu, Gubernur didampingi Bupati Pessel Nasrul Abit, Kepala DKP Sumbar Yosmeri, Kepala DKP Pessel Edwil dan pihak lainnya termasuk Direktur CV Nemo Abroad Stefani Scoot.
Nilai ekonomis yang dihasilkan dari usaha ikan kerapu di laut Mandeh itu bisa dikatakan cukup menjanjikan. Selain sangat dibutuhkan pasar dunia. Di segi harganya pun cukup tinggi. “Saat ini harganya mencapai Rp140 ribu per kilogram untuk jenis kerapu Bebek. Bagaimana kalau hasil panen mencapai 1 ton seperti hari ini? Berapa uang yang akan diterima pengusaha ikan kerapu ini? Sementara pasarnya ada, yakni Hongkong,” tukas Irwan lagi.
Dengan melihat langsung potensi ekonomi yang bisa didapat dari usaha ikan kerapu di hari itu, wajar bila provinsi, sebut Irwan, mendorong usaha tersebut agar bisa tumbuh lebih baik lagi untuk dua kawasan yang disebutkan di atas.
Kepala DKP Sumbar Yosmeri menerangkan, usaha kerapu yang kini digiatkan pihaknya sudah dilakukan sejak beberapa tahun belakangan. Khusus untuk Pessel, pembudiayaan kerapu sudah dikembangkan oleh beberapa kelompok tani keramba jaring apung. Dan hingga kini masih terus berjalan. Sedangkan untuk Airbangis, saat ini mulai digalakkan.
Terkait penegasan gubernur bahwa provinsi mendukung usaha ikan kerapu tersebut, Yosmeri menyebutkan pihak pun sudah membuat program untuk usaha ikan bernilai ekonomi tinggi itu. Di antaranya memberikan bantuan bibit ikan kerapu Bebek dan juga Macan. Kemudian bantuan keramba apung kepada kelompok petani ikan yang serius ingin menggelola usaha tersebut.
“Yang di tanggung kelompok adalah pakannya hingga menjelang panen. Bila mereka siap, kami pun siap turunkan bantuan,” sebut Yosmeri.
Sementara Bupati Pessel Nasrul Abit menerangkan bila kawasan Mandeh bisa menampung sekitar 3000 unit keramba kerapu. Sementara yang ada sekarang ini baru 45 keramba. Jumlah sebanyak itu (45 keramba, red) masih terlalu sedikit dibanding potensi yang bisa dimanfaatkan di kawasan Mandeh seluas 8 ribu hektare (ha) lebih itu.
Baru Dua Investor
Hingga saat ini tercatat dua investor yang berinvestasi di kawasan Mandeh, diantaranya PT Bimantara Citra Jakarta (BCJ) dan CV Nemo Abroad. Sebab selain lautnya aman nyaman dan tidak tercemar. Secara ekonomi juga dinilai sangat menguntungkan.
Direktur CV Nemo Abroad, Stefani Scoot, selaku investor budi daya ikan kerapu di Kawasan Mandeh menyebutkan bahwa nilai investasi yang ia tanamkan pada budidaya itu mencapai Rp 30 miliar. Dan sudah hampir enam tahun usaha itu dilakoninya.
“Karena nilainya cukup besar, sehingga perlu keseriusan agar apa yang dirintis itu bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomi. Sebab pasar yang dilirik bukanlah pasar Nasional, tapi pasar luar negeri,” ujar Stefani.
Dikatakannya, kerambah jaring apung (KJA) yang dikelolanya memiliki 40 unit keramba. Dan penyebaran bibit dilakukan pada 27 April 2010 lalu. Bibit ikan yang disebar tidak semuanya jenis kerapu bebek, tapi juga ada jenis lain seperti kerapu macan dan tikus dengan persentase 50-40. “Tujuanya agar terjadi siklus panen yang berkelanjutan,” kata Stefani. (zil/yo)
[ Red/Administrator ]
Kebangkitan, Manufacturing Optimisme
BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan
Jaan patah samangaik .................!
Disdik Siapkan PPDB Online
Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?
Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan
Ado lo tacium baun busuk tu................................?