Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 04:51:31 WIB
RAKYAT SUMBAR

Pemprov Dukung Usaha Kerapu

Padang Ekspres • Jumat, 01/06/2012 13:36 WIB • * • 202 klik

Padang, Padek—Usaha ke­ramba ikan kerapu yang di­kelola masyarakat Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan dan juga Airbangis, Kabupaten Pasaman Barat didukung pe­nuh oleh Gubernur Sumbar Ir­wan Prayitno.  Pasalnya, usaha keramba itu mampu me­ning­katkan nilai ekonomi para petani keramba kerapu. Me­ngingat nilai jual dari ikan kerapu cukup tinggi dipasaran ekspor.

 

“Secara nyata provinsi men­­­dukung potensi ikan ke­rapu yang dimiliki Sumbar. Sebab secara hitungan eko­nominya, ikan ini bernilai ratusan rupiah per kilo­gram­nya untuk pasar ekspor. Untuk peluang pasarnya masih ter­buka lebar. Tinggal bagaimana masyarakat dan daerah me­maksimalkan potensi kelautan ini,” ungkap Irwan Prayitno kepada Padang Ekspres saat panen ikan kerapu siap ekspor di keramba ikan kerapu milik CV Nemo Abroad di Laut Man­deh, Pesisir Selatan.

 

Dalam panen kerapu siap ekspor itu, Gubernur di­dam­pingi Bupati Pessel Nasrul Abit, Kepala DKP Sumbar Yosmeri, Kepala DKP Pessel Edwil dan pihak lainnya ter­masuk Direktur CV Nemo Abroad Stefani Scoot.

 

Nilai ekonomis yang di­hasilkan dari usaha ikan ke­rapu di laut Mandeh itu bisa dikatakan cukup menjanjikan.  Selain sangat dibutuhkan pa­sar dunia. Di segi harganya pun cukup tinggi. “Saat ini harganya mencapai Rp140 ribu per kilogram untuk jenis kerapu Bebek. Bagaimana kalau hasil panen mencapai 1 ton  seperti hari ini? Berapa uang yang akan diterima pe­ngusaha ikan kerapu ini? Se­mentara pasarnya ada, yakni Hongkong,” tukas Irwan lagi.

 

Dengan melihat langsung potensi ekonomi yang bisa didapat dari usaha ikan kerapu di hari itu, wajar bila provinsi, sebut Irwan, mendorong usaha tersebut agar bisa tumbuh lebih baik lagi untuk dua kawa­san yang disebutkan di atas.

 

Kepala DKP Sumbar Yos­meri menerangkan, usaha kerapu yang kini digiatkan pihaknya sudah dilakukan sejak beberapa tahun be­la­kangan. Khusus untuk Pessel, pembudiayaan kerapu sudah dikembangkan oleh beberapa kelompok tani keramba jaring apung. Dan hingga kini masih terus berjalan. Sedangkan untuk Airbangis, saat ini mulai digalakkan.

 

Terkait penegasan gu­ber­nur bahwa provinsi men­du­kung usaha ikan kerapu ter­sebut, Yosmeri menyebutkan pihak pun sudah membuat program untuk usaha ikan bernilai ekonomi tinggi itu. Di antaranya memberikan ban­tuan bibit ikan kerapu Bebek dan juga Macan. Kemudian bantuan keramba apung ke­pada kelompok petani ikan yang serius ingin menggelola usaha tersebut.

 

“Yang di tanggung ke­lom­pok adalah pakannya hingga menjelang panen. Bila mereka siap, kami pun siap turunkan bantuan,” sebut Yosmeri.

 

Sementara Bupati Pessel Nasrul Abit menerangkan bila kawasan Mandeh bisa me­nampung sekitar 3000 unit keramba kerapu. Sementara yang ada sekarang ini baru 45 keramba. Jumlah sebanyak itu (45 keramba, red) masih ter­lalu sedikit dibanding potensi yang bisa dimanfaatkan di kawasan Mandeh seluas 8 ribu hektare (ha) lebih itu.

 

Baru Dua Investor

 

Hingga saat ini tercatat dua investor yang berinvestasi di kawasan Mandeh, diantaranya PT Bimantara Citra Jakarta (BCJ) dan CV Nemo Abroad. Sebab selain lautnya aman nyaman dan tidak tercemar. Secara ekonomi juga dinilai sangat menguntungkan.

 

Direktur CV Nemo Abroad, Stefani Scoot, selaku investor budi daya ikan kerapu di Ka­wasan Mandeh menyebutkan bahwa nilai investasi yang ia tanamkan pada budidaya itu mencapai Rp 30 miliar. Dan sudah  hampir enam tahun usaha itu dilakoninya.

 

“Karena nilainya cukup besar, sehingga perlu ke­se­riusan agar apa yang dirintis itu bisa mendatangkan ke­untungan secara ekonomi. Sebab pasar yang dilirik bu­kanlah pasar Nasional, tapi pasar luar negeri,” ujar Stefani.

 

Dikatakannya, kerambah jaring apung (KJA) yang di­kelolanya memiliki 40 unit keramba. Dan penyebaran bibit dilakukan pada 27 April 2010 lalu. Bibit ikan yang disebar tidak semuanya jenis kerapu bebek, tapi juga ada jenis lain seperti kerapu macan dan tikus dengan persentase 50-40. “Tujuanya agar terjadi siklus panen yang ber­ke­lan­jutan,” kata Stefani. (zil/yo)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kebangkitan, Manufacturing Optimisme

BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Rabu, 22 Mei 2013

Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan

Jaan patah samangaik .................!

 

Disdik Siapkan PPDB Online

Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?

 

Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan

Ado lo tacium baun busuk tu................................?