Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 15:52:48 WIB
RAKYAT SUMBAR

Tiga Daerah Rawan Konflik

Kapolda: 41 HGU dan 16 IUP Berpotensi Masalah

Padang Ekspres • Jumat, 01/06/2012 11:30 WIB • RIKI SUARDI • 893 klik

GRAFIS : EKO

Padang, Padek—Ke­ka­yaan alam Minangkabau yang se­dianya menjadi anugerah, malah menjadi kutukan. Di sejumlah daerah kaya tam­bang dan perkebunan di  Sum­bar, malah rawan konflik an­tara masyarakat dengan pe­ngusaha. Benih-benih konflik itu tak ubah­nya api dalam sekam bila tidak diselesaikan akar persoalannya.

 

Lahan usaha per­ke­bunan dan tambang memicu konflik antara kelompok ma­sya­rakat dan pemilik hak guna usaha (HGU) perkebunan dan pe­milik izin usaha per­tam­bangan (IUP) 

 

Kapolda Sumbar Brigjen Pol Wahyu Indra Pramugari me­ngi­ngat­kan hal itu saat “Apel Ga­bungan Deteksi Dini dan Cegah Dini di Tingkat Kelurahan, Desa dan Nagari” di Gedung Rang­kayo Basa Polda Sumbar.

 

Kapolda menyampaikan, ada 41 HGU dan 16 IUP yang dikelola perusahaan, ber­po­tensi konflik antara ma­sya­rakat de­ngan pengusaha. Po­tensi konflik itu di Kabupaten Pasaman Barat, Agam dan Solok Selatan.

 

Apel gabungan itu dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Pra­yitno, Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil, Komandan Korem 032/Wirabraja Kolonel Inf Amrin dan Ketua LKAAM Sum­­bar M Sayuti Dt Rajo Pangulu. Juga hadir seluruh lurah, kepala desa, wali nagari, Babin­kan­tib­mas dan Babinsa se-Sumbar.

 

Untuk meredam konflik, Kapolda meminta tokoh ma­syarakat seperti lurah, wali nagari, ketua KAN, Ba­bin­ka­tib­mas dan Babinsa me­la­ku­kan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi-potensi gangguan keamanan dan ke­tentraman masyarakat. “Saya berharap peran mereka ma­sing-masing harus di­ting­kat­kan, sehingga konflik ma­syarakat dengan pemilik HGU dan IUP, tidak lagi terjadi,” ujarnya.

 

Kapolda mengatakan telah membentuk tim mediasi guna menyelesaikan konflik agraria di Agam dan di Pasaman Barat. “Tim mediasi itu bertujuan agar kerusuhan massal antara  masyarakat dengan pemilik HGU, tidak lagi terulang. Bah­kan saat ini, tim tersebut te­ngah melakukan mediasi an­tara PT Mutiara Agam dengan masyarakat Tiku Lima Jo­rong,” terang Kapolda Sumbar Brigjen Pol Wahju Indra Pra­mugari.

 

Komandan Korem 032/Wirabraja Kolonel Inf Amrin menambahkan, lurah, kepala desa, wali nagari, Ba­bin­kan­tib­mas dan Babinsa se-Sumbar merupakan ujung tombak un­tuk menjaga suasana di daerah tetap kondusif. Untuk itu, pejabat di pemerintah te­ren­dah itu harus melakukan sharing informasi dan m­e­ning­katkan peranannya ma­sing-masing. “Kalau ada konflik sekecil apa pun, harus segera dituntaskan dan jangan di­biar­kan konflik tersebut melebar,” ujar putra Seberangpadang, Padang itu.

 

Dia menyarankan lurah, kepala desa, wali nagari, Ba­binkantibmas dan Babinsa memahami kondisi yang ber­kembang di daerahnya ma­sing-masing.

 

“Untuk di tingkat RT, juga diharapkan melakukan pe­ngawasan terhadap tamu. Bah­­kan setiap RT, harus me­wajibkan tamu untuk wajib lapor 1 kali 24 jam. Kemudian jika ada tamu yang men­cu­ri­ga­kan, ditanyakan apa ke­perluan tamu tersebut,” ujar­nya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!