Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 16:51:49 WIB
RAKYAT SUMBAR

Tiga Daerah Rawan Konflik

Kapolda: 41 HGU dan 16 IUP Berpotensi Masalah

Padang Ekspres • Jumat, 01/06/2012 11:30 WIB • RIKI SUARDI • 889 klik

GRAFIS : EKO

Padang, Padek—Ke­ka­yaan alam Minangkabau yang se­dianya menjadi anugerah, malah menjadi kutukan. Di sejumlah daerah kaya tam­bang dan perkebunan di  Sum­bar, malah rawan konflik an­tara masyarakat dengan pe­ngusaha. Benih-benih konflik itu tak ubah­nya api dalam sekam bila tidak diselesaikan akar persoalannya.

 

Lahan usaha per­ke­bunan dan tambang memicu konflik antara kelompok ma­sya­rakat dan pemilik hak guna usaha (HGU) perkebunan dan pe­milik izin usaha per­tam­bangan (IUP) 

 

Kapolda Sumbar Brigjen Pol Wahyu Indra Pramugari me­ngi­ngat­kan hal itu saat “Apel Ga­bungan Deteksi Dini dan Cegah Dini di Tingkat Kelurahan, Desa dan Nagari” di Gedung Rang­kayo Basa Polda Sumbar.

 

Kapolda menyampaikan, ada 41 HGU dan 16 IUP yang dikelola perusahaan, ber­po­tensi konflik antara ma­sya­rakat de­ngan pengusaha. Po­tensi konflik itu di Kabupaten Pasaman Barat, Agam dan Solok Selatan.

 

Apel gabungan itu dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Pra­yitno, Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil, Komandan Korem 032/Wirabraja Kolonel Inf Amrin dan Ketua LKAAM Sum­­bar M Sayuti Dt Rajo Pangulu. Juga hadir seluruh lurah, kepala desa, wali nagari, Babin­kan­tib­mas dan Babinsa se-Sumbar.

 

Untuk meredam konflik, Kapolda meminta tokoh ma­syarakat seperti lurah, wali nagari, ketua KAN, Ba­bin­ka­tib­mas dan Babinsa me­la­ku­kan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi-potensi gangguan keamanan dan ke­tentraman masyarakat. “Saya berharap peran mereka ma­sing-masing harus di­ting­kat­kan, sehingga konflik ma­syarakat dengan pemilik HGU dan IUP, tidak lagi terjadi,” ujarnya.

 

Kapolda mengatakan telah membentuk tim mediasi guna menyelesaikan konflik agraria di Agam dan di Pasaman Barat. “Tim mediasi itu bertujuan agar kerusuhan massal antara  masyarakat dengan pemilik HGU, tidak lagi terulang. Bah­kan saat ini, tim tersebut te­ngah melakukan mediasi an­tara PT Mutiara Agam dengan masyarakat Tiku Lima Jo­rong,” terang Kapolda Sumbar Brigjen Pol Wahju Indra Pra­mugari.

 

Komandan Korem 032/Wirabraja Kolonel Inf Amrin menambahkan, lurah, kepala desa, wali nagari, Ba­bin­kan­tib­mas dan Babinsa se-Sumbar merupakan ujung tombak un­tuk menjaga suasana di daerah tetap kondusif. Untuk itu, pejabat di pemerintah te­ren­dah itu harus melakukan sharing informasi dan m­e­ning­katkan peranannya ma­sing-masing. “Kalau ada konflik sekecil apa pun, harus segera dituntaskan dan jangan di­biar­kan konflik tersebut melebar,” ujar putra Seberangpadang, Padang itu.

 

Dia menyarankan lurah, kepala desa, wali nagari, Ba­binkantibmas dan Babinsa memahami kondisi yang ber­kembang di daerahnya ma­sing-masing.

 

“Untuk di tingkat RT, juga diharapkan melakukan pe­ngawasan terhadap tamu. Bah­­kan setiap RT, harus me­wajibkan tamu untuk wajib lapor 1 kali 24 jam. Kemudian jika ada tamu yang men­cu­ri­ga­kan, ditanyakan apa ke­perluan tamu tersebut,” ujar­nya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!