Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 02:39:28 WIB
METROPOLIS

531 Bangli Harus Dibebaskan

Pemko Targetkan Sebulan Tuntas

Padang Ekspres • Jumat, 01/06/2012 11:03 WIB • TIM PADEK • 521 klik

Rekanan asal Korea Selatan bersama Balai Besar Jalan Nasional meninjau lokasi pe

Bypass, Padek—Rekanan asal Korea Selatan yang akan mem­ba­ngun dua jalur Bypass dari Fly Over Duku, Padangpariaman me­nu­ju Teluk Bayur, Padang melakukan survei lokasi, kema­rin. Dalam survei lokasi itu, ter­catat sebanyak 531 unit bangunan liar (bangli) yang harus dibe­baskan Pemko Padang.

 

“Proyek dua jalur sepanjang 27 km bisa dilaksanakan sekira­nya Pemko Padang serius dalam hal pembebasan lahan dan pem­ber­sihan lokasi dari bangunan-bangunan liar,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional Ovuke­ne­gara saat mendampingi rekanan asal Korea Selatan diwakili Asis­ten Manajer PT Overation Civil Estimation, Donghyeon Oh, ke­pa­da Padang Ekspres, kemarin.

 

Sesuai permintaan dari PT Overation Civil Estimation, kata Kenegara, pengerahan alat berat dan dimulainya pekerjaan setelah lokasi terbebas dari bangunan warga. “Termasuk bangunan-ba­ngunan liar yang selama ini sudah tumbuh bagaikan cenda­wan di musim hujan,” ung­kapnya.

 

Dari hasil survei di lapangan, sepanjang 200 meter depan Lan­tamal Teluk Bayur, terdapat 23 rumah permanen dan semi per­ma­nen yang belum dibebas­kan.

 

Dari Teluk Bayur hingga pe­rem­patan Lubukbegalung, dite­mu­kan 36 bangunan liar yang berada pada koridor 25 sampai 40 meter yang sudah pernah dibebas­kan Pemko. “Ini butuh kesung­guhan Pemko karena pe­mi­lik bangunan mengaku ber­se­dia membongkarnya,” ucapnya.

 

Sedangkan di simpang Lu­buk­begalung, ada 60 rumah permanen dan semi permanan yang harus dibebaskan ditam­bah bangunan liar. “Bangunan yang harus dibebaskan itu akan jadi under pass (tero­wong­­­an di bawah Jalan Bypass) yang akan meng­hubung­kan jalan ke Indarung,” kata­nya.

 

Kemudian jalan dari sim­pang Lubukbegalung sampai simpang Kataping, ditemukan 116 bangunan liar plus koso­lidasi tanah. Bangunan liar berada pada koridor 40 meter dari tanah yang sudah dibebas­kan. “Di simpang ini juga dibutuhkan tanah untuk under pass. Sehingga, jalan dari sim­pang Anduring ke Limau­manis tidak ada lagi lampu pengatur lalu lintas nanti dan akan dibuatkan terowongan. Untuk kondisi ini, dibutuhkan pem­be­basan rumah warga 88 ru­mah permanen dan semiper­manen,” katanya.

 

Dari simpang Kataping sampai ke simpang Siteba terdapat 89 bangunan perma­nen dan bangunan liar. Se­dang­kan di simpang Siteba sen­diri ditemukan 11 bangu­nan liar. Di sini dibutuhkan tanah untuk under pass seluas 450 meter.

 

“Di simpang Lubuk Mintu­run ditemukan bangunan liar yang harus dibebaskan. Ini sehubungan jalan itu akan ada under pass, termasuk di sim­pang Parakburuak, Koto­ta­ngah,” jelas Kenegara.

 

Menurut Kenegara, lebar jalan yang tersedia sekarang maksimal baru 18 meter bah­kan ada yang kurang dari itu. Sedangkan untuk dua jalur dibutuhkan luas jalan 25 me­ter. Jadi masih dibutuhkan 7 meter lagi ke kiri dan kanan jalan.

 

“Proyek pelebaran jalan itu menggunakan dana Rp 375 miliar yang akan digunakan untuk bangunan fisik jalan. Sedangkan, untuk pembe­basan lahan dan pem­bong­karan bangunan liar tanggung jawab dari Pemko Padang, termasuk pembongkaran ba­ngunan liar,” tukasnya.

 

Pemko Janji Bongkar

 

Secara terpisah, Kabag Pertanahan Kota Padang, Des­mon Danus optimistis pem­ber­sihan lahan untuk penger­ja­an dua jalur Bypass rampung dalam sebulan ke depan, se­hing­ga pengerjaannya sesuai ren­cana.

 

Pembersihan lahan dibagi menjadi dua sesi; Kototangah dan Kuranji. Untuk sesi awal di kecamatan berbatasan de­ngan Batang Anai Padang­pariaman terdapat 185 bangu­nan bermasalah.

 

“Pembersihan lahan sudah kita lakukan di Kototangah dan prosesnya berjalan lancar. Sesuai arahan pak wali kota, saya perkirakan akhir pekan ini sudah rampung,” kata Des­mon.

 

Setelah itu, pembersihan lahan akan difokuskan pada Kecamatan Kuranji. Setelah dilakukan pendataan, terdapat 334 bangunan bermasalah yang akan dibongkar. “Meski demikian, kita tetap akan me­minta bantuan Satpol PP Pa­dang selama proses pem­ber­sihan nanti,” harapnya.

 

Ini dimaksud untuk meng­hindari hal-hal yang tidak di­inginkan selama proses pem­be­basan lahan di kecamatan yang berbatasan dengan Bu­ngus Teluk kabung tersebut.

 

Pembersihan lahan telah dimulai sejak 21 Mei lalu di ka­wasan Aiadingin dekat Ba­sar­­nas, Kecamatan Koto­ta­ngah.

 

Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Permu­kiman (Tarkim) Sumbar, Sup­rapto mengakui, pelaksanaan pengerjaan pembangunan ja­lan tersebut sedang dalam per­siapan tender. Paling lam­bat Oktober mendatang sudah ada pemenang tendernya. (***)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kebangkitan, Manufacturing Optimisme

BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Rabu, 22 Mei 2013

Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan

Jaan patah samangaik .................!

 

Disdik Siapkan PPDB Online

Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?

 

Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan

Ado lo tacium baun busuk tu................................?