- 11:27 WIB
- 12:48 WIB
- 12:47 WIB
- 12:46 WIB
- 12:46 WIB
- 12:45 WIB
- 12:43 WIB
- 12:42 WIB
- 12:42 WIB
- 12:41 WIB
531 Bangli Harus Dibebaskan
Pemko Targetkan Sebulan Tuntas
Padang Ekspres • Jumat, 01/06/2012 11:03 WIB • TIM PADEK • 521 klik

Bypass, Padek—Rekanan asal Korea Selatan yang akan membangun dua jalur Bypass dari Fly Over Duku, Padangpariaman menuju Teluk Bayur, Padang melakukan survei lokasi, kemarin. Dalam survei lokasi itu, tercatat sebanyak 531 unit bangunan liar (bangli) yang harus dibebaskan Pemko Padang.
“Proyek dua jalur sepanjang 27 km bisa dilaksanakan sekiranya Pemko Padang serius dalam hal pembebasan lahan dan pembersihan lokasi dari bangunan-bangunan liar,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional Ovukenegara saat mendampingi rekanan asal Korea Selatan diwakili Asisten Manajer PT Overation Civil Estimation, Donghyeon Oh, kepada Padang Ekspres, kemarin.
Sesuai permintaan dari PT Overation Civil Estimation, kata Kenegara, pengerahan alat berat dan dimulainya pekerjaan setelah lokasi terbebas dari bangunan warga. “Termasuk bangunan-bangunan liar yang selama ini sudah tumbuh bagaikan cendawan di musim hujan,” ungkapnya.
Dari hasil survei di lapangan, sepanjang 200 meter depan Lantamal Teluk Bayur, terdapat 23 rumah permanen dan semi permanen yang belum dibebaskan.
Dari Teluk Bayur hingga perempatan Lubukbegalung, ditemukan 36 bangunan liar yang berada pada koridor 25 sampai 40 meter yang sudah pernah dibebaskan Pemko. “Ini butuh kesungguhan Pemko karena pemilik bangunan mengaku bersedia membongkarnya,” ucapnya.
Sedangkan di simpang Lubukbegalung, ada 60 rumah permanen dan semi permanan yang harus dibebaskan ditambah bangunan liar. “Bangunan yang harus dibebaskan itu akan jadi under pass (terowongan di bawah Jalan Bypass) yang akan menghubungkan jalan ke Indarung,” katanya.
Kemudian jalan dari simpang Lubukbegalung sampai simpang Kataping, ditemukan 116 bangunan liar plus kosolidasi tanah. Bangunan liar berada pada koridor 40 meter dari tanah yang sudah dibebaskan. “Di simpang ini juga dibutuhkan tanah untuk under pass. Sehingga, jalan dari simpang Anduring ke Limaumanis tidak ada lagi lampu pengatur lalu lintas nanti dan akan dibuatkan terowongan. Untuk kondisi ini, dibutuhkan pembebasan rumah warga 88 rumah permanen dan semipermanen,” katanya.
Dari simpang Kataping sampai ke simpang Siteba terdapat 89 bangunan permanen dan bangunan liar. Sedangkan di simpang Siteba sendiri ditemukan 11 bangunan liar. Di sini dibutuhkan tanah untuk under pass seluas 450 meter.
“Di simpang Lubuk Minturun ditemukan bangunan liar yang harus dibebaskan. Ini sehubungan jalan itu akan ada under pass, termasuk di simpang Parakburuak, Kototangah,” jelas Kenegara.
Menurut Kenegara, lebar jalan yang tersedia sekarang maksimal baru 18 meter bahkan ada yang kurang dari itu. Sedangkan untuk dua jalur dibutuhkan luas jalan 25 meter. Jadi masih dibutuhkan 7 meter lagi ke kiri dan kanan jalan.
“Proyek pelebaran jalan itu menggunakan dana Rp 375 miliar yang akan digunakan untuk bangunan fisik jalan. Sedangkan, untuk pembebasan lahan dan pembongkaran bangunan liar tanggung jawab dari Pemko Padang, termasuk pembongkaran bangunan liar,” tukasnya.
Pemko Janji Bongkar
Secara terpisah, Kabag Pertanahan Kota Padang, Desmon Danus optimistis pembersihan lahan untuk pengerjaan dua jalur Bypass rampung dalam sebulan ke depan, sehingga pengerjaannya sesuai rencana.
Pembersihan lahan dibagi menjadi dua sesi; Kototangah dan Kuranji. Untuk sesi awal di kecamatan berbatasan dengan Batang Anai Padangpariaman terdapat 185 bangunan bermasalah.
“Pembersihan lahan sudah kita lakukan di Kototangah dan prosesnya berjalan lancar. Sesuai arahan pak wali kota, saya perkirakan akhir pekan ini sudah rampung,” kata Desmon.
Setelah itu, pembersihan lahan akan difokuskan pada Kecamatan Kuranji. Setelah dilakukan pendataan, terdapat 334 bangunan bermasalah yang akan dibongkar. “Meski demikian, kita tetap akan meminta bantuan Satpol PP Padang selama proses pembersihan nanti,” harapnya.
Ini dimaksud untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pembebasan lahan di kecamatan yang berbatasan dengan Bungus Teluk kabung tersebut.
Pembersihan lahan telah dimulai sejak 21 Mei lalu di kawasan Aiadingin dekat Basarnas, Kecamatan Kototangah.
Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Permukiman (Tarkim) Sumbar, Suprapto mengakui, pelaksanaan pengerjaan pembangunan jalan tersebut sedang dalam persiapan tender. Paling lambat Oktober mendatang sudah ada pemenang tendernya. (***)
[ Red/Administrator ]
Kebangkitan, Manufacturing Optimisme
BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan
Jaan patah samangaik .................!
Disdik Siapkan PPDB Online
Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?
Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan
Ado lo tacium baun busuk tu................................?