Rabu, 19 Juni 2013 - 10 Sya'ban 1434 H 13:28:26 WIB
INTERNASIONAL

Suu Kyi Temui Imigran Burma di Thailand

Padang Ekspres • Kamis, 31/05/2012 14:49 WIB • * • 136 klik

Aung San Suu Kyi disambut meriah warga imigran Burma di Thailand.

Aung San Suu Kyi me­ngunjungi para imigran Burma di Thailand dalam lawatan luar negeri pertamanya setelah dua dekade.

 

Dia mengunjung Ma­ha­chai, sebuah kawasan berjarak 30km sebelah selatan Bangkok yang memiliki warga imigran Burma dalam jumlah yang cukup besar.

 

Kehadiran Suu Kyi di­sam­but meriah para imigran Bu­r­ma mereka mengelu-elukan Suu Kyi sambil mengibarkan bendera dan poster. Wartawan BBC Jonah Fisher melaporkan sambutan hangat warga Bur­ma ini merupakan pengakuan untuk kepopuleran pemimpin demokrasi itu yang memilih kawasan itu dalam kunjungan pertamanya.

 

Diperkirakan sebanyak 130.000 pengungsi Burma tinggal di berbagai kamp di berbagai wilayah Thailand. Mereka melarikan diri dari kekejaman rezim militer Bur­ma. Banyak di antara warga Burma ini yang bekerja secara legal maupun ilegal terutama di bidang konstruksi, sebagai pekerja pabrik dan industri perikanan.

 

Dalam kunjungannya di Thailand ini, Suu Kyi dijad­walkan bertemu dengan Per­dana Menteri Thailand. Dia juga akan berpartisipasi dalam dis­kusi dalam forum ekonomi global.

 

Kunjungan ke Eropa

 

Setelah mengunjungi Thailand, Suu Kyi akan kembali ke Burma sebelum melanjutkan perjalannya ke Eropa pada Juni mendatang. Dia dijad­walkan mengunjungi Nor­wegia untuk menerima hadiah Nobel Per­damaian secara formal yang dimenangkannya pada 1991.

 

Suu Kyi juga berencana un­tuk mengunjungi ke Inggris untuk menemui keluarganya. Suu Kyi diundang untuk ber­pidato di Parlemen Inggris pada 21 Juni dan selanjutnya dia akan berkunjung ke Je­newa, Paris dan Irlandia.

 

Sementara itu, Presiden Thein Sein yang awalnya dijad­wal­kan untuk menghadiri forum ini menunda kun­ju­ngan­nya ke Bangkok hingga pekan de­pan. Suu Kyi berada di Bang­­kok sejak Selasa (29/5) ma­lam dan akan hadir dalam Fo­rum Ekonomi Dunia di Asia Ti­mur pada Jumat (1/6) men­datang.

 

Selama 20 tahun Suu Kyi tak bisa meninggalkan nege­ri­nya dan pada Mei lalu peme­rintah Burma memberikan paspor untuk pemimpin partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) itu.(BBC)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Selasa, 18 Juni 2013

PPS Rawan Diintervensi

Paralu dijago bana tu.........................!


Sumbar Kecipratan Rp48 M

Lai ndak digigik mancik pulo beko tu....!


Tower Tumbang, Listrik Padam

Apo dek itu lampu acok mati kini...............?