- 13:26 WIB
- 13:24 WIB
- 13:24 WIB
- 13:23 WIB
- 13:21 WIB
- 13:20 WIB
- 13:19 WIB
- 13:18 WIB
- 13:18 WIB
- 13:17 WIB
Suu Kyi Temui Imigran Burma di Thailand
Padang Ekspres • Kamis, 31/05/2012 14:49 WIB • * • 136 klik

Aung San Suu Kyi mengunjungi para imigran Burma di Thailand dalam lawatan luar negeri pertamanya setelah dua dekade.
Dia mengunjung Mahachai, sebuah kawasan berjarak 30km sebelah selatan Bangkok yang memiliki warga imigran Burma dalam jumlah yang cukup besar.
Kehadiran Suu Kyi disambut meriah para imigran Burma mereka mengelu-elukan Suu Kyi sambil mengibarkan bendera dan poster. Wartawan BBC Jonah Fisher melaporkan sambutan hangat warga Burma ini merupakan pengakuan untuk kepopuleran pemimpin demokrasi itu yang memilih kawasan itu dalam kunjungan pertamanya.
Diperkirakan sebanyak 130.000 pengungsi Burma tinggal di berbagai kamp di berbagai wilayah Thailand. Mereka melarikan diri dari kekejaman rezim militer Burma. Banyak di antara warga Burma ini yang bekerja secara legal maupun ilegal terutama di bidang konstruksi, sebagai pekerja pabrik dan industri perikanan.
Dalam kunjungannya di Thailand ini, Suu Kyi dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Thailand. Dia juga akan berpartisipasi dalam diskusi dalam forum ekonomi global.
Kunjungan ke Eropa
Setelah mengunjungi Thailand, Suu Kyi akan kembali ke Burma sebelum melanjutkan perjalannya ke Eropa pada Juni mendatang. Dia dijadwalkan mengunjungi Norwegia untuk menerima hadiah Nobel Perdamaian secara formal yang dimenangkannya pada 1991.
Suu Kyi juga berencana untuk mengunjungi ke Inggris untuk menemui keluarganya. Suu Kyi diundang untuk berpidato di Parlemen Inggris pada 21 Juni dan selanjutnya dia akan berkunjung ke Jenewa, Paris dan Irlandia.
Sementara itu, Presiden Thein Sein yang awalnya dijadwalkan untuk menghadiri forum ini menunda kunjungannya ke Bangkok hingga pekan depan. Suu Kyi berada di Bangkok sejak Selasa (29/5) malam dan akan hadir dalam Forum Ekonomi Dunia di Asia Timur pada Jumat (1/6) mendatang.
Selama 20 tahun Suu Kyi tak bisa meninggalkan negerinya dan pada Mei lalu pemerintah Burma memberikan paspor untuk pemimpin partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) itu.(BBC)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
PPS Rawan Diintervensi
Paralu dijago bana tu.........................!
Sumbar Kecipratan Rp48 M
Lai ndak digigik mancik pulo beko tu....!
Tower Tumbang, Listrik Padam
Apo dek itu lampu acok mati kini...............?