Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 15:14:47 WIB
NASIONAL

11 Marinir Ditahan, Bisa Dipecat

Panglima TNI- Danlantamal Minta Maaf

Padang Ekspres • Kamis, 31/05/2012 12:19 WIB • TIM PADEK • 1569 klik

GRAFIS : ORTA

Padang, Padek—Sebelas ang­­­­gota Batalyon Marinir Per­ta­­­ha­nan Pangkalan (Yon­mar­han­lan) II Padang, di­proses dan ditahan di Bilik Huku­man­ Pomal Lantamal II Pa­dang. Mereka inilah yang diduga kuat meng­aniaya warga dan warta­wan ke­tika pener­tiban ka­fe liar, dan warung tem­­pat mak­siat di kawa­san Bu­kik­lampu, Gates Nan XX, Lu­buk­bega­lung, Padang, Selasa sore (29/5). 

 

Sementara itu, ke­ca­man dan desakan pada TNI agar me­laku­kan tin­da­kan tegas pa­da Ma­rinir yang me­­la­kukan ke­ke­ra­san te­rus ber­mun­­culan. Mu­­­lai dari Ketua DPR Mar­zuki Alie, De­wan Pers, dan Gu­bernur Sum­­­­bar me­min­ta TNI me­ngu­sut tuntas ka­sus keke­ra­­san ter­sebut. 

 

Komandan Pangkalan Uta­ma AL (Lantamal) II Pa­dang Brig­­jen TNI (Mar) Gatot Su­bro­to menyebutkan, oknum Ma­­rinir yang ditahan tersebut ber­pangkat Prajurit Satu (Pra­tu) hingga Sersan Kepala (Ser­ka) (selengkapnya lihat grafis).

 

Atas perilaku anak buah­nya itu, Gatot Subroto meng­ung­kapkan penye­salan dan meminta maaf kepa­da seluruh wartawan di Indonesia. Dia ber­janji mengu­sut tuntas ka­sus tersebut. Dari Jakarta, Panglima TNI Jenderal Agus Suhartono juga meminta maaf atas kejadian tersebut.

 

Gatot Subroto, kemarin ha­dir di DPRD Sumbar setelah Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil mengundang Komandan Lan­ta­mal II Padang itu, me­nyusul de­sakan seratusan wartawan yang ber­unjuk rasa mengecam tin­da­kan semena-mena oknum Ma­rinir.

 

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada semua warta­wan di seluruh penjuru tanah air ini, dan saya berjanji memproses ok­num yang terlibat. Tindakan itu, semata-mata tindakan ok­num belaka,” kata Gatot Su­broto di hadapan wartawan dan pim­pinan DPRD, di ruang khu­sus lantai II gedung DPRD Sumbar.

 

Kejadian kekerasan terha­dap wartawan dan warga, menu­rut Gatot merupakan tinda­kan pra­jurit yang tidak terpuji dan sa­lah. “Saya menyesalkan keja­dian itu. Saya sudah mela­porkan ke Panglima TNI. Panglima sen­diri juga minta agar kasus ini di­usut tuntas,” jelas jenderal yang per­nah bertugas di Mentawai ta­hun 1983 itu.

 

Jenderal bintang satu ini pun siap untuk transparan dalam pro­ses hukum yang akan dijalani ok­num Marinir yang terlibat pe­nga­niayaan. “Kami akan fa­sil­i­tasi nantinya jika ada wa­r­ta­wan yang akan me­ngetahui perkem­ba­ngan pro­ses hukum terhadap 11 oknum Marinir itu,” janjinya.

 

Marinir Kirim

Tim ke Padang

 

Pada kesempatan itu, Ko­mandan Yonmarhanlan II Pa­dang Letkol (Mar) Suwandi me­nga­takan, kejadian Selasa sore (29/5) tersebut juga telah dila­por­kannya kepada Ko­mandan Korps Marinir (Dankormar) May­j­en TNI (Mar) M Alfan Ba­harudin.

 

Bahkan, Dankormar me­ngirimkan tim untuk mengu­sut tun­tas kasus tersebut. “Ke­mung­kinan sore ini (ke­marin, red) tim itu telah sampai di Padang. Saya ber­harap agar rekan-rekan war­ta­wan bisa bersabar,” ujarnya.

 

Dia menegaskan tidak akan me­nolerir anggota Marinir yang ter­libat kekerasan tersebut. Sam­pai kemarin, kata dia, penyi­dik Pomal masih terus mela­kukan pemeriksaan terha­dap 11 ang­gotanya. “Untuk kesalahan pe­laku utamanya, jika harus di­pecat, maka saya pun siap untuk memecatnya,” tegas Suwandi.

 

Panglima Minta Maaf

 

Di Jakarta, meski meminta maaf, Panglima TNI menyata­kan bahwa kekerasaan yang di­la­kukan oknum Marinir bukan ke­­sengajaan dan bukan pula pe­nga­niayaan. Menurutnya, ke­ja­dian itu karena ada pemilik wa­rung yang punya saudara salah satu anggota Marinir. Namun, Agus menegaskan, hal tersebut (kekerasan) tidak seharusnya dilakukan anggota Marinir.

 

Dia memastikan akan mem­berikan sanksi tegas terha­dap Marinir yang terlibat. “Akan kita pro­ses hukum, pasti akan kita pro­ses,” janji jenderal bintang em­pat itu seusai mengikuti pe­nyerahan Laporan Hasil Peme­riksaan BPK kepada presi­den di Istana Negara.

 

Pernyataan tidak adanya pe­ng­aniayaan yang diung­kapkan Pan­g­lima TNI, membuat war­tawan Sumbar dan LBH Pers Padang protes. Panglima dinilai bi­cara tidak sesuai fakta. “Kami pu­nya bukti-buktinya,” seru se­jumlah wartawan yang me­me­nuhi ruangan khusus di DPRD Sumbar.

 

Tidak Beri Toleransi

 

Gatot Subroto menjelaskan, pe­nertiban kafe liar dan pondok-pon­dok tempak mesum sebe­tulnya juga didukung Lanta­mal. Pa­da 30 Desember lalu, dia me­ngirim surat kepada Wali Kota Padang Fauzi Bahar untuk ope­rasi penegakan ketertiban mas­yarakat (Gaktibmas) terpa­du di kawasan yang sering dijadikan tempat aktivitas maksiat.

 

“Jadi itulah bukti kami tidak akan memberikan toleransi ke­pa­da oknum yang mem­be­kingi para pemilik wa­rung esek-esek, kare­na sudah komitmen kami men­jaga dan melestarikan wisa­ta ma­ritim di sepanjang Pantai Pa­dang, Bukit Lampu dan Pan­tai Bu­ngus,” tuturnya seraya mem­per­lihatkan suratnya yang di­tujukan kepada Wali Kota Pa­dang.

 

Dewan Pers

Protes Keras

 

Dewan Pers melayangkan pro­tes kepada Mabes TNI AL ter­kait kekerasan terhadap wa­r­ta­wan di Padang. “Barusan ter­sambung dengan Kadispen AL Pak Untung (Laksamana Perta­ma Untung Suropati, red) dan me­nyatakan protes keras atas na­ma Dewan Pers atas kejadian di Padang,” ujar anggota Dewan Pers, Uni Z Lubis dalam akun twitter-nya, kemarin.

 

Mantan Pemred ANTV itu juga menyampaikan kepada Untung bahwa tindakan kekera­san terhadap wartawan melang­gar UU Pers dan KUHP. “(Untuk itu) teman-teman warta­wan yang jadi korban kekerasan, su­dah divisum, kami sarankan la­por ke polisi. Supaya jelas pro­ses hukum, termasuk guna­kan UU Pers,” sarannya.

 

Di tempat terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution mengaku siap membantu TNI AL mengusut ka­sus ini. “Tapi, ini yang diduga pe­laku dari aparat TNI tentu dari pro­vos dulu yang akan mela­kukan penyelidikan,” katanya.

 

Mengatasnamakan TNI AL, Laksma Untung Suropati juga me­nyampaikan permohonan maaf atas perilaku tak terpuji ok­num Marinir di Padang. Na­mun, dia justru menyam­paikan data berbeda terkait jumlah Marinir yang diduga terlibat. Kadispen menyebutkan sejak Selasa (29/5) malam sudah 12 anggota yang diamankan, bukan 11 orang se­bagaimana diungkapkan Ga­tot Subroto. Mabes TNI pun ber­janji jika 12 anggota Marinir itu ter­libat kekerasan terhadap war­tawan, maka akan diberi sanksi berat.

 

Komandan Pomal Lantamal II Mayor Laut (PM) G. Gultom di DPRD Sumbar menyatakan, jumlah anggota Marinir yang ditahan bisa saja bertambah, jika dalam pemeriksaan terungkap masih ada anggota lainnya yang terlibat. Sebelumnya, sejumlah korban menyebutkan ada sekitar 15 oknum Marinir yang ikut melakukan kekerasan.

 

DPR Mengecam

 

Ketua DPR Marzuki Alie turut mengecam aksi kekerasan ok­num Marinir di Padang. Dia men­desak Mabes TNI menin­dak tegas pelaku pemu­kulan, agar tidak terulang lagi aksi yang dinilainya sangat memalukan itu. “Mereka (pelaku pemuku­lan, red) harus segera ditindak tegas. Hukum harus ditegak­kan,” tegas Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR Sena­yan, Jakarta. Seharusnya, kata Mar­zuki, aparat negara mem­buat masyarakat merasa aman, bukan sebaliknya.

 

Ketua Komisi I DPR Mah­fudz Siddiq menyatakan pihak­nya akan meminta penje­lasan Pang­lima TNI dan para Kepala Staf Angkatan Laut terkait pe­nga­­niayaan wartawan di Pa­dang. Hal itu untuk memastikan agar kekerasan terhadap warga tidak terjadi lagi. “Keterlibatan oknum Marinir itu di luar tugas dan fungsi TNI. Untuk menjaga citra TNI dan menegakkan di­si­plin keprajuritan, Komisi I akan meminta penjelasan Peng­lima TNI dan para Kepala Staf Angka­tan Laut,” tukasnya.

 

Gubernur Sumbar Irwan Pra­yitno pun mendesak agar ka­sus kekerasan terhadap warta­wan, masyarakat sipil dan ang­gota  DPRD Padang diusut tu­n­tas. Dia juga menyampaikan du­ku­ngan pada Wali Kota Padang Fauzi Bahar dalam menertibkan tempat- tempat yang diduga dijadikan lokasi mesum. “Saya minta dukungan TNI dan Polri agar mendukung  penertiban yang dilakukan masyarakat. TNI dan Polri  juga punya kewajiban men­jaga keamanan dan keter­tiban di tengah masyarakat,” kata Irwan.

 

Sebagaimana diberitakan se­belumnya, dalam penertiban ka­fe liar dan warung tempat me­sum, 10 wartawan, dan sejum­lah warga, termasuk salah se­orang anggota DPRD Padang men­jadi korban kekerasan ok­num Ma­rinir. Selain itu, tiga se­peda motor milik warga di­buang ke laut. Ka­mera dan peralatan ker­ja war­tawan dirusak dan di­rampas.

 

Belasan oknum Marinir meng­hadang rombongan warga dan wartawan serta tim ga­bungan (Satpol PP, TNI, polisi), usai melakukan penertiban atau pem­bongkaran kafe liar dan wa­rung tempat mesum di kawa­san Bukit Lampu. Dalam penertiban ini, ratusan pondok tempat me­sum dirobohkan lalu dibakar. Ok­num Marinir yang mela­ku­kan kekerasan tersebut di­du­ga kuat membeking kafe liar, dan warung-warung ters­ebut. Tapi Panglima TNI mem­bantahnya. (esg/di/kd/bis/ayu)  

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!