- 06:26 WIB
- 06:25 WIB
- 06:24 WIB
- 06:23 WIB
- 06:19 WIB
- 06:16 WIB
- 06:08 WIB
- 06:06 WIB
- 06:05 WIB
- 12:39 WIB
Unand-UNP Jamin Mahasiswa Miskin
Lulus, Temui Bidang Akademik atau PR 1
Padang Ekspres • Selasa, 29/05/2012 12:58 WIB • ROMI DELFIANO • 1383 klik
Padang, Padek—Kabar gembira bagi lulusan SMA sederajat berkeinginan melanjutkan pendidikan ke Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP). Dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Sumbar ini memberi garansi kepada calon mahasiswa miskin tetap bisa kuliah. Mereka cukup mendatangi bagian akademik atau pembantu rektor I, setelah itu data-datanya diverifikasi untuk mendapatkan beasiswa.
Penegasakan itu diutarakan Rektor Unand Dr Werry Darta Taifur dan Pembantu Rektor III UNP Drs Ali Zamar MPd Kons kepada Padang Ekspres, di kampus Unand Limaumanih, Padang, kemarin (28/5). Kebijakan ini sekaligus menegaskan bahwa tak ada alasan lagi bagi mahasiswa miskin untuk tidak kuliah, tentunya mereka telebih dahulu harus lulus dulu ujian seleksi nasional masuk PTN (SNMPTN) tanggal 12-13 Juni.
“Kita (Unand, red) begitu juga UNP, sangat-sangat terbuka menerima calon mahasiswa dari keluarga miskin. Kita pun tak akan pernah menolak mereka berasal dari keluarga kurang mampu. Makanya, kita imbau semua lulusan SMA sederajat daftarkan diri dulu mengikuti ujian SNMPTN. Kalau berhasil lulus di Unand atau UNP, kita akan mencarikan beasiswa guna melanjutkan kuliah,” kata Werry diamini Pembantu Rektor (PR) I Dr Febrin Anas Ismail dan PR II Prof Herry.
Salah satu beasiswa paling banyak kuotanya, kata Werry, adalah beasiswa pendidikan untuk mahasiswa miskin (Bidik Misi). Tahun ini kuota Unand 750 orang, sedangkan UNP 500 orang. Dari jumlah itu, 253 dari 750 kuota sudah alokasikan bagi calon mahasiswa SNMPTN jalur undangan. Sedangkan kuota UNP terisi 451 juga dari calon mahasiswa jalur undangan.
“Artinya, kuota Bidik Misi Unand masih ada 497 orang dan UNP 49 orang. Beasiswa inilah salah satunya akan diberikan kepada calon mahasiswa miskin lulus SNMPTN jalur ujian. Persyaratan memperoleh beasiswa ini mengaku kepada syarat memperoleh Bidik Misi. Selain beasiswa ini, Unand juga masih banyak menyediakan peluang beasiswa lainnya,” kata mantan Pembantu Rektor II Unand ini.
Di sisi lain, Ali Zamar juga menegaskan bahwa UNP juga banyak menyediakan beasiwa kepada calon mahasiswa baru. ”Terpenting, lulusan SMA sederajat ikut ujian SNMPTN dulu dengan membeli formulir baik kategori IPA dan IPS Rp 150 ribu, serta IPC Rp 175 ribu. Setelah lulus nanti, barulah dicarikan solusi bagi calon mahasiswa bersangkutan tetap kuliah melalui beasiswa,” kata Ali Zamar seraya menambahkan teknis ikut SNMPTN bisa diklik http://www.snmptn.ac.id .
Tahun ini, Panitia Lokal (Panlok) Padang menargetkan jumlah peserta SNMPTN 35.800 orang, atau naik 10 persen dari tahun lalu (34 ribuan, red). Di mana, sampai kamarin sudah mendaftar 18.950 calon mahasiswa dan 19 orang di antaranya berkebutuhan khusus. Sedangkan secara nasional, sampai kemarin sudah terdaftar 216 ribu calon mahasiswa. Panitia juga memberi jaminan, sistem pendaftaran belangsung online tidak akan bermasalah saat calon mahasiswa mendaftarkan diri.
Calon peserta SNMPTN ini akan ujian di 21 sektor, IPA 6 sektor, IPA 7 sektor, dan sisanya IPC. Untuk menghindari calon mahasiswa kesulitan mencari tempat ujian, panitia mengimbau calon mahasiswa mendatangi tempat ujian paling lambat sehari sebelum ujian. Sebab, kalau sampai terlambat 30 menit, calon mahasiswa langsung didiskualifikasi. Untuk menghindari hal-hal merugikan calon mahasiswa, mereka diimbau untuk mengikuti seluruh standar operasional prosedur (SOP). Untuk penilaian, betul +4, salah -1, dan tidak diisi 0. (*)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?