Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 19:22:29 WIB
EKONOMI BISNIS

SMS Gratis Sudah Habis

Berkat Aturan Baru Mulai 1 Juni

Padang Ekspres • Selasa, 29/05/2012 12:21 WIB • * • 1179 klik

Jakarta, Padek—Pemerintah menerapkan aturan baru model bisnis pengiriman SMS (short message service) yang dilakukan operator telekomunikasi per 1 Juni 2012. Jika sebelumnya ha­nya operator pengirim yang men­da­pat keuntungan dari setiap pe­san yang dikirim, nanti operator pe­nerima juga bisa mendapat bagian dari keuntungan itu. Ske­ma baru ini bisa dipastikan akan meng­akhiri SMS gratis yang me­micu adanya SMS sampah (spam).

 

”Kami akan memberlakukan model penagihan SMS inter­koneksi berbasis biaya (cost based) tersebut mulai 31 Mei 2012 pukul 23:59:59 WIB"untuk pengiriman lintas operator,” te­gas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto di Jakarta kemarin (29/5). Biaya dasar SMS yang diizinkan mengikuti hasil perhi­tungan biaya interkoneksi tahun 2010, yaitu Rp 23 per SMS. Kom­posisi pembagian keun­tungan­nya akan dibicarakan selanjutnya.

 

Selama ini model penagihan SMS menggunakan pola SKA (send­er keep all). SKA me­mung­kinkan keuntungan diambil se­mua­nya oleh operator pengirim SMS. Nah, interkoneksi berbasis biaya memungkinkan pembagian keuntungan (revenue sharing) antara operator pengirim dan penerima.

 

Pola SMS interkoneksi ber­ba­sis biaya dianggap lebih adil bagi semua pemain dan bisa menekan pengiriman SMS sampah (spam) sebagai dampak dari penawaran bonus SMS yang tak terukur dari operator kala berpromosi. ”Peru­ba­han skema interkoneksi men­jadi berbasis biaya bertujuan untuk memberikan keadilan bagi jaringan telekomunikasi,” tutur­nya.

 

 Bagaimana pola baru ini bisa mem­bantu mengatasi spam SMS? Penjelasannya berikut ini. Da­lam skema tarif SMS dengan pola sender keep all, menik­mati hasil keuntungannya hanya operator pengirim. Operator penerima SMS hanya kebagian beban ja­ringan­nya. Skema itu memung­kinkan operator menerapkan SMS gratis tak terbatas ke semua operator. Akibatnya, spam SMS merajalela karena pelaku cukup membeli nomor dengan bonus SMS gratis seperti itu dan mela­kukan opera­si­nya nyaris tanpa batasan. Ske­ma interkoneksi berbasis biaya membuat dua operator. (jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunggu Aksi Chatib Basri

PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi pe­rekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Kamis, 23 Mei 2013

Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus

Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!

 

Masyarakat Sipil Meradang

Maju taruih.................................................!


Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat

Patuik didukuang tu.......................................!