Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 12:16:50 WIB
METROPOLIS

Moratorium Pendidikan Kesehatan Dievaluasi

Padang Ekspres • Senin, 28/05/2012 15:16 WIB • * • 826 klik

Wamendikbud Musliar Kasim menandatangani prasasti pertanda diresmikannya kampus

Khatib Sulaiman, Padek—Perguruan tinggi yang berniat membuka program studi kese­hatan harus bersabar. Sebab, moratorium (penghentian se­men­tara) pendirian program stu­di kesehatan belum akan dicabut karena masih dalam proses evaluasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

“Penerapan moratorium itu karena kualitas program studi ke­sehatan di seluruh Indonesia be­lum merata. Jadi, evaluasi ter­hadap keberadaan program stu­di kesehatan ini terus dike­but,” kata Wakil Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan, Mus­liar Kasim, saat peresmian ge­dung kampus Akademi Ke­bidanan dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Alifah Padang, kemarin.

 

Evaluasi itu meliputi jum­lah kebutuhan tenaga kese­ha­tan dan berapa kemampuan per­­guruan tinggi yang ada se­karang. “Hasil evaluasi di­per­kirakan dapat diketahui ta­hun depan,” kata Musliar Kasim.

 

Musliar mengatakan, mo­ra­to­rium berawal dari laporan aso­­siasi ilmu kesehatan ketika me­lihat kualitas perguruan ting­gi kesehatan menurun. Ka­rena itu, selama masa mora­to­rium, di­lakukan pembe­na­han kualitas.

 

“Tentu kami melihat dulu apakah gedung sudah mandiri, ketersediaan dana, sarana-prasarana dan tenaga dosen­nya harus sudah memenuhi kualifikasi. Sebab, tugas yang dihadapinya berurusan dengan nyawa orang lain,” kata mantan Rektor Unand ini.

 

Wamendikbud memberi apresiasi kepada lulusan Akbid dan Stikes Alifah Padang, karena tak ada lulusannya yang menganggur. Ke depan, akan diberikan dan dibekali mahasiswa kompetensi. “Saat tamat, mereka lebih percaya diri dan berani menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

 

“Kita jangan hanya bangga dengan sarana-prasarana yang dimiliki, tapi harus pula bang­ga apabila lulusan punya kom­petensi,” ujarnya. 

 

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meng­ingatkan Akbid dan Stikes Alifah Padang untuk mela­ku­kan peningkatan kualitas sum­ber daya manusia di bidang kebidanan dan keperawatan. “Salah satunya peningkatan soft skill mahasiswa dalam ba­hasa, terutama Bahasa Ing­gris,” kata Irwan.

 

Saat ini, jelas Irwan, Timur Tengah membutuhkan tenaga perawat dari negara-negara Asia. “Kini tenaga perawat Filipina mendominasi. Seha­rus­nya kan perawat Indonesia. Tapi karena keterbatasan ba­ha­sa, perawat kita kalah ber­saing. Untuk itu, kami meng­ha­rapkan Alifah Padang men­ce­tus melahirkan perawat me­mi­liki kompetensi,” harap­nya.

 

Ketua Yayasan Alifah Nur Ikhlas Padang, Fatmi Arma mengatakan, kehadiran ge­dung ini makin memantapkan Alifah Padang dalam pening­katan tenaga kesehatan.

 

“Tak hanya gedung yang megah, kami terus mening­katkan kualitas dosen. Ditar­get­kan 2014, dosen Alifah Pa­dang sudah bergelar S-2 sesuai amanat UU Guru dan Dosen,” tukasnya. (ril)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!