Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 12:47:26 WIB
METROPOLIS

Moratorium Pendidikan Kesehatan Dievaluasi

Padang Ekspres • Senin, 28/05/2012 15:16 WIB • * • 833 klik

Wamendikbud Musliar Kasim menandatangani prasasti pertanda diresmikannya kampus

Khatib Sulaiman, Padek—Perguruan tinggi yang berniat membuka program studi kese­hatan harus bersabar. Sebab, moratorium (penghentian se­men­tara) pendirian program stu­di kesehatan belum akan dicabut karena masih dalam proses evaluasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

“Penerapan moratorium itu karena kualitas program studi ke­sehatan di seluruh Indonesia be­lum merata. Jadi, evaluasi ter­hadap keberadaan program stu­di kesehatan ini terus dike­but,” kata Wakil Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan, Mus­liar Kasim, saat peresmian ge­dung kampus Akademi Ke­bidanan dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Alifah Padang, kemarin.

 

Evaluasi itu meliputi jum­lah kebutuhan tenaga kese­ha­tan dan berapa kemampuan per­­guruan tinggi yang ada se­karang. “Hasil evaluasi di­per­kirakan dapat diketahui ta­hun depan,” kata Musliar Kasim.

 

Musliar mengatakan, mo­ra­to­rium berawal dari laporan aso­­siasi ilmu kesehatan ketika me­lihat kualitas perguruan ting­gi kesehatan menurun. Ka­rena itu, selama masa mora­to­rium, di­lakukan pembe­na­han kualitas.

 

“Tentu kami melihat dulu apakah gedung sudah mandiri, ketersediaan dana, sarana-prasarana dan tenaga dosen­nya harus sudah memenuhi kualifikasi. Sebab, tugas yang dihadapinya berurusan dengan nyawa orang lain,” kata mantan Rektor Unand ini.

 

Wamendikbud memberi apresiasi kepada lulusan Akbid dan Stikes Alifah Padang, karena tak ada lulusannya yang menganggur. Ke depan, akan diberikan dan dibekali mahasiswa kompetensi. “Saat tamat, mereka lebih percaya diri dan berani menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

 

“Kita jangan hanya bangga dengan sarana-prasarana yang dimiliki, tapi harus pula bang­ga apabila lulusan punya kom­petensi,” ujarnya. 

 

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meng­ingatkan Akbid dan Stikes Alifah Padang untuk mela­ku­kan peningkatan kualitas sum­ber daya manusia di bidang kebidanan dan keperawatan. “Salah satunya peningkatan soft skill mahasiswa dalam ba­hasa, terutama Bahasa Ing­gris,” kata Irwan.

 

Saat ini, jelas Irwan, Timur Tengah membutuhkan tenaga perawat dari negara-negara Asia. “Kini tenaga perawat Filipina mendominasi. Seha­rus­nya kan perawat Indonesia. Tapi karena keterbatasan ba­ha­sa, perawat kita kalah ber­saing. Untuk itu, kami meng­ha­rapkan Alifah Padang men­ce­tus melahirkan perawat me­mi­liki kompetensi,” harap­nya.

 

Ketua Yayasan Alifah Nur Ikhlas Padang, Fatmi Arma mengatakan, kehadiran ge­dung ini makin memantapkan Alifah Padang dalam pening­katan tenaga kesehatan.

 

“Tak hanya gedung yang megah, kami terus mening­katkan kualitas dosen. Ditar­get­kan 2014, dosen Alifah Pa­dang sudah bergelar S-2 sesuai amanat UU Guru dan Dosen,” tukasnya. (ril)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!