Rabu, 22 Mei 2013 - 12 Rajab 1434 H 09:26:17 WIB
NASIONAL

Seriuskah? Masa Depan Media Online

Padang Ekspres • Minggu, 27/05/2012 09:24 WIB • * • 340 klik

New media itu media online, internet itu media masa depan. Kadang ada latah, niru ungkapan saja. Sederhana berpikir, mungkin rumit juga. Coba pahami kalimat ini, media online itu di internet, internet itu masa depan. Di masa depan semua orang pakai internet, sehingga memer­lukan media online maka disebut juga media masa depan. Kalimat ini bisa juga diaduk lagi. Orang bermasa depanlah yang memakai internet dan membaca media online, karena itu gaya masa depan. Tentukan sendiri mana yang benar, kalimatnya.

 

Logika lainnya, media online atau biasa disebut portal itu, cepat, jadi banyak reporter atau banyak orang bisa kirim dan upload. Kele­mahannya, kadang beritanya ganda, kadang beda isinya dikit, kadang beritanya diralat-ralat. Media online itu penyebarannya cepat dan luas. Tinggal copy link, share (bagikan) sehingga kadang media online copy paste itu lebih ber­variasi dari media-media yang diambil materinya. Media online itu abadi dan tahan lama, karena bisa diakses puluhan tahun tanpa rusak tinta, ataupun kertasnya jadi lepek. Jeleknya kondisi, saking tahan lamanya, banyak yang menunggu santai dulu baru baca media online.

 

Dijual Mahal

 

Mungkin bukan tiba-tiba, terjadi pem­bi­ca­raan hangat di kalangan awak media, ketika de­tik.com dibeli oleh grup transcorps harganya ma­hal. Facebook, sosial media juga jual saham yang nilai totalnya mahal. Bahkan sebelum jual saham, pendapatan pemiliknya diberitakan triliunan rupiah per bulannya. Ternyata pengusaha besar di dunia juga melihat peluang besar di media online.

 

Tak semua berpikir sama, ada yang beda. Media online dianggap bisnis murah dan mu­dah.Beli domain, beli hosting, buat website, isi berita jadilah portal. Tidak perlu banyak orang, tidak perlu banyak beban biaya. Tidak ada beli kertas, tidak ada ongkos cetak, tidak perlu banyak kamera, tidak perlu pemancar atau listrik besar. Gampangkan!. Modalnya sikit, uangnya banyak. Satu banner saja harganya bisa ratusan ribu, kali setahun, kali berapa buah?. Satu berita pariwara harganya bisa ratusan ribu, kali sekian, kali sekian bulan. Banyak kan.

 

Mudah, murah,dan jadi mesin uang kah portal?. Mung­kin saja. Lalu munculah berbagai portal na­sional maupun lokal. Nama dan tampilannya ber­bagai bentuk dan warna. Ada seperti portal in­ternasional, portal nasional dan ada yang ambil tam­pilan sendiri. Ada media online didirikan atas dasar ke­bersamaan, portal hidup menjamur dalam ke­keluargaan. Hobi, ngenet bawa rezeki, kalau punya media online kita bisa tawarkan iklan, kalau disetujui uangnya dibagi rata. Jalin kerja sama, pariwara dibuat berita bersama dibagi hasilnya suka-suka.

 

Media masa depan ini juga tak selalu sama seperti di awal. Kadang, aturan yang tidak jelas membuat portal bisa ditinggal, karena bikin satu lagi murah lagi. Kerja reporternya kan bisa nyambi. Satu reporter kan bisa kerja untuk beberapa portal, reporter media cetak bisa kirim berita ke portal. Nyambi jadi reporter media online, bisa juga kerja di reporter tv. Media online kadang jadi tempat curahan hati, bisa ramai copy paste informasi yang seliweran di dunia maya. Media online bisa jadi sekadar arsip isi otak saja daripada terbuang jadi tulisan di kertas bekas.

Begitukah?Memang ada benarnya, mungkin juga tidak sebegitu mudahnya. Bisa jadi portal bisa menghasilkan pendapatan melebihi media yang telah ada, media cetak, radio maupun televisi. Buktinya lihat saja pendapatan media sosial facebook, alaba, google, yahoo, secara nasional juga banyak contoh berpendapatan berlebih.

 

Serius! Media Masa Depan

 

Portal atau media apapun di dunia maya, bisa benar-benar serius bermasa depan (serius lebih mahal daripada murah-red). Untuk serius, tentu tak sekadar. Banyak hal harus dipersiapkan, alatnya harus juga serius. Servernya kuat dan tahan, komputernya cepat, akses internetnya kilat, ruang kerjanya nyaman. Orang-orangnya atau sumber daya manusianya harus pilihan, sistem manajemennya menarik.

 

Sistem kerja harus diatur rapi, dibikin seirama, er­ror sistem berangsur dipulihkan. Kemampuan re­daksinya harus kuat karena untuk bekerja cepat dan tepat serta dengan ritme menanjak. Reporter dan koresponden bisa kirim informasi dari mana saja, dan bisa diakses secepatnya. Agar seirama, laporan dan komunikasi antar tim berjalan baik dengan peralatan komunikasi yang juga mam­puni. Tim IT nya , bukan berlindung di balik alasan seni tak terukur dan rasa raja hati atas dasar moodly. Software jangan bajakan mudah di hack dibuat error.

 

Setelah diberikan alat, kualitas dan kuantitas SDM, diperhatikan sedemikian besar, portal serius bisa jadi media masa depan. Modalnya bisa saja mahal. walaupun beritanya tanpa label harga, alias GRATIS. Pendapatan media masa depan tentu saja bukan hanya iklan karena di masa depan mungkin lebih banyak pilihan.

 

Kadang pemasang iklan bingung lihat media banyak sekali. Bagaimana menghitung tingkat efektifitas publikasi atau promosi. Media banyak nama, jenisnya beragam pula. Daripada pusing, pemasangan iklan bagi berdasarkan rasa-rasa, media yang sudah lama diberi lebih besar, makin baru makin ke ujung. Media online kan media masa depan dan notabene baru, dibuat juga mudah kadang dikasih jatah iklan murah.

 

Padahal tingkat efektifitas iklan di media online sangat nyata. Verifikasi jumlah pengun­jung berarti jumlah orang yang melihat iklannya akan berbeda. Caranya ketik alamat website yang memberi rangking sebuah media online. Contoh alexa, google page rank, 4ICU, rank widget, yahoo search in links dan banyak lagi. 

 

Setelah dapat angka bandingkan pengunjung, lama pengunjung bertahan, bahkan ada rang­king­nya. Pilih lah media dengan nilai rangking tertinggi. Media online juga bisa dibedakan berdasarkan badan usaha yang terdaftar, alamat kantor, isi manajemennya. Nah, sekarang ban­ding­kan kualitas dan kuantitasnya. Jadi jika media online adalah media masa depan, maka masa depan juga dimulai dari sekarang. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Harapan Realistis di Piala Sudirman

PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Selasa, 21 Mei 2013

Kesejahteraan Dokter Minim

Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?

 

Dana Bantuan tak Kunjung Turun

Juluak lah rami-rami .................................!

 

Lareh Sago Halaban Berjaya

Rakyaik lai sejahtera lo................................?