- 12:23 WIB
- 12:22 WIB
- 12:22 WIB
- 12:21 WIB
- 12:20 WIB
- 12:19 WIB
- 12:18 WIB
- 12:17 WIB
- 12:16 WIB
- 12:15 WIB
Musliar Tawarkan S-2 Gratis
Padang Ekspres • Sabtu, 26/05/2012 14:44 WIB • *Padang, Padek—Setiap perguruan tinggi harus mampu mencipt • 348 klik
Padang, Padek—Setiap perguruan tinggi harus mampu menciptakan lulusan berjiwa kewirausahaaan. Jika tidak, maka akan sulit menghadapi persaingan yang kian terbuka dan penuh kompetensi di masa datang.
”Bila lulusan perguruan tinggi tidak memiliki jiwa kewirausahaan, dikhawatirkan tidak akan mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat,” ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim saat memberikan kuliah umum di kampus STMIK-AMIK Jayanusa Padang, sore kemarin (25/5).
Menurut mantan Rektor Unand itu, bangsa kita tidak tidak kekurangan wirausaha, tapi mereka perlu akses lebih baik ke informasi, pengetahuan dan keterampilan modern. Semua kalangan profesi memerlukannya. “Wirausahawan, manajer, birokrat, teknokrat, semua perlu entrepreneurial skills,” ujar Musliar di depan ratusan, Ketua Yayasan STMIK-AMIK Jayanusa Irwan Kinun dan Ketua STMIK Jayanusa M Arifin.
Maka dari itu, Musliar memotivasi mahasiswa khususnya di STMIK-AMIK Jayanusa agar tidak memandang sepele proses pengembangan kewirausahaan. “Jangan terlalu berharap untuk menjadi PNS setelah tamat kuliah,” imbaunya.
Tantangan beberapa tahun ke depan, kata Musliar semakin ketat. Setiap mahasiswa yang akan menjadi estafet generasi penerus, seharusnya bertekad mengubah masa depan Indonesia ke arah lebih baik guna mencapai kesejahteraan.
Jika visi mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan kekuatan 12 besar dunia tahun 2025 dan 8 besar dunia tahun 2045 dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan, maka di 2045 prediksi pendapatan per kapita mencapai USD46.900.
Pada kesempatan tersebut, Musliar juga mengimbau mahasiswa senantiasa serius meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena saat ini bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan strata II (S-2) jurusan Ilmu Sains dan Teknik, pemerintah menyediakan biaya kuliahnya.
“Biaya kuliahnya pemerintah yang tanggung. Tapi, tentu harus mengikuti seleksi di PTN yang ditunjuk yakni UI, UGM, Unpad, ITB dan IPB. Untuk lebih jelasnya, jangan lupa update situs Kemendikbud,” jelasnya.
Ketua Yayasan STMIK-AMIK Jayanusa Irwan Kinun mengungkapkan kuliah umum yang disampaikan Musliar diharapkannya bisa mendorong mahasiswa meningkatkan kemampuan wirausaha, terutama di bidang teknologi informasi. Dengan begitu, mahasiswa tidak lagi berpikir jadi PNS setelah kuliah.
Soal biaya kuliah S-2 gratis untuk jurusan Ilmu Sains dan Teknik, Irwan Kinun menargetkan ada lulusan STMIK Jayanusa Padang yang mendapatkannya. “Sebab, kemampuan lulusan STMIK Jayanusa tidak diragukan lagi. Sudah banyak yang bekerja dan membuka usaha sendiri setelah tamat kuliah di sini,” kata Irwan Kinun.
Biaya Kuliah S-1 Tetap
Musliar Kasim juga menggaransi bahwa biaya kuliah tidak akan naik. Kebijakan Ini dilakukan agar setiap orang punya kesempatan sama melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, termasuk orang kurang mampu.
Putra Tanahdatar itu juga menyebutkan, tidak ada alasan tidak melanjutkan pendidikan bagi lulusan SMA sederajat. Selain tidak ada kenaikan biaya kuliah, pemerintah juga menyediakan banyak beasiswa. (mg6)
[ Red/Administrator ]
KOMISI Yudisial (KY) baru saja memilih pemimpin baru. Lembaga pengawas para hakim itu kini dipimpin Suparman Marzuki. Dia menggantikan Eman Suparman yang sudah 2,5 tahun menjadi ketua KY. Pria kelahiran 2 Maret 1961 tersebut sebelumnya menjabat ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi. Suparman akan dibantu Abbas Said sebagai wakil ketua KY.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Hasil Pleno PAN Tuai Polemik
Namo e politik tu iyo ado polemik......!
333 JCH Batal Berangkat
Basaba sajo, nan pantiang adoh niaik ...............................................!
Bemokrat Serahkan Hand Traktor
Lai ndak udang balik bak wan tu..............?