Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 12:50:51 WIB
NASIONAL

Musliar Tawarkan S-2 Gratis

Padang Ekspres • Sabtu, 26/05/2012 14:44 WIB • *Padang, Padek—Setiap perguruan tinggi harus mampu mencipt • 348 klik

Padang, Padek—Setiap per­gu­­ruan tinggi harus mampu men­­ciptakan lulusan berjiwa ke­wirausahaaan. Jika tidak, ma­ka akan sulit menghadapi pe­r­sai­ngan yang kian terbuka dan pe­nuh kompetensi di masa datang.

 

”Bila lulusan perguruan ting­gi tidak memiliki jiwa kewi­ra­usa­haan, dikhawatirkan tidak akan mampu menghadapi per­sai­ngan yang semakin ketat,” ujar Wakil Men­teri Pendidikan dan Kebuda­yaan Musliar Kasim saat mem­berikan kuliah umum di kampus STMIK-AMIK Jaya­nu­sa Padang, sore kemarin (25/5).

 

Menurut mantan Rektor Unand itu, bangsa kita tidak ti­dak kekurangan wirausaha, tapi mereka perlu akses lebih baik ke informasi, pengetahuan dan ke­terampilan modern. Se­mua ka­langan profesi me­merlukannya. “Wi­rausahawan, manajer, biro­krat, teknokrat, semua perlu entrepreneurial skills,” ujar Mus­liar di depan ratusan, Ketua Ya­yasan STMIK-AMIK Jaya­nusa Irwan Kinun dan Ketua STMIK Jayanusa M Arifin.

 

Maka dari itu, Musliar me­motivasi mahasiswa khu­sus­nya di STMIK-AMIK Jaya­nusa agar ti­dak memandang sepele proses pe­ngembangan kewirausahaan. “Ja­ngan terlalu berharap untuk men­jadi PNS setelah tamat kuliah,” imbaunya.

 

Tantangan beberapa tahun ke depan, kata Musliar semakin ke­tat. Setiap mahasiswa yang akan menjadi estafet generasi pe­n­erus, seharusnya bertekad me­ngubah masa depan Indonesia ke arah lebih baik guna men­capai kesejahteraan.

 

Jika visi mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan ke­kuatan 12 besar dunia tahun 2025 dan 8 besar dunia tahun 2045 dengan pertumbuhan eko­nomi tinggi yang inklusif dan ber­kelanjutan, maka di 2045 pre­diksi pendapatan per kapita mencapai USD46.900.

 

Pada kesempatan tersebut, Mus­liar juga mengimbau maha­siswa senantiasa serius mening­kat­kan ilmu pengetahuan dan tek­nologi, karena saat ini bagi ma­hasiswa yang ingin melanj­ut­kan pendidikan strata II (S-2) jurusan Ilmu Sains dan Teknik, pemerin­tah menyediakan biaya kuliahnya.

 

“Biaya kuliahnya pemerin­tah yang tanggung. Tapi, tentu ha­rus mengikuti seleksi di PTN yang ditunjuk yakni UI, UGM, Un­pad, ITB dan IPB. Untuk le­bih jelasnya, jangan lupa update situs Kemendikbud,” jelasnya.

 

Ketua Yayasan STMIK-AMIK Jayanusa Irwan Kinun mengungkapkan kuliah umum yang disampaikan Musliar diha­rapkannya bisa mendorong ma­hasiswa meningkatkan ke­mam­puan wirausaha, ter­utama di bi­dang teknologi informasi. De­ngan begitu, mahasiswa tidak lagi berpikir jadi PNS setelah ku­liah.

 

Soal biaya kuliah S-2 gratis un­­tuk jurusan Ilmu Sains dan Tek­­nik, Irwan Kinun menar­get­kan ada lulusan STMIK Jaya­nusa Padang yang men­dapat­kannya. “Sebab, kemam­puan lulusan STMIK Jayanusa tidak diragukan lagi. Sudah banyak yang bekerja dan membuka usaha sendiri setelah tamat kuliah di sini,” kata Irwan Kinun.

 

Biaya Kuliah S-1 Tetap

 

Musliar Kasim juga meng­ga­ransi bahwa biaya kuliah tidak akan naik. Kebijakan Ini dila­ku­kan agar setiap orang punya ke­sempatan sama melanjutkan pen­­di­dikan ke jenjang lebih ting­gi, ter­masuk orang kurang mam­pu.

 

Putra Tanahdatar itu juga me­nyebutkan, tidak ada ala­san ti­dak melanjutkan pen­didikan bagi lulusan SMA se­derajat. Se­lain tidak ada kenai­kan biaya ku­liah, pemerintah juga menye­dia­kan banyak beasiswa. (mg6)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Nakhoda Baru Komisi Yudisial

KOMISI Yudisial (KY) baru saja memilih pemimpin baru. Lembaga pengawas para hakim itu kini dipimpin Suparman Marzuki. Dia menggantikan Eman Suparman yang sudah 2,5 tahun menjadi ketua KY. Pria kelahiran 2 Maret 1961 tersebut sebelumnya menjabat ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi. Suparman akan dibantu Abbas Said sebagai wakil ketua KY.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Kamis, 20 Juni 2013

Hasil Pleno PAN Tuai Polemik

Namo e politik tu iyo ado polemik......!


333 JCH Batal Berangkat

Basaba sajo,  nan pantiang adoh niaik ...............................................!


Bemokrat Serahkan Hand Traktor

Lai ndak udang balik bak wan tu..............?