Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 20:20:30 WIB
NASIONAL

Pasbar-Pessel Terbanyak tak Lulus

Besok, Hasil UN SMA Sederajat Diumumkan

Padang Ekspres • Jumat, 25/05/2012 09:39 WIB • ADIYANSYAH LUBIS & GUSTI AYU GAYATRI • 4469 klik

GRAFIS : ORTA

Padang, Padek—Besok (26/5), hari yang paling di­tunggu peserta ujian nasional (UN) 2012 tingkat SMA dan sederajat. Pasalnya, Kementerian Pen­di­dikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal me­­ngumumkan hasil UN SMA dan sederajat se­rentak di seluruh Indonesia. Meski tidak masuk da­lam lima besar peraih nilai tertinggi secara na­sio­nal, namun hasil UN Sumbar tahun ini mem­baik dari tahun lalu.

 

Data yang diperoleh Padang Ekspres di Dinas Pen­didikan Sumbar, tercatat 442 dari 64.570 pe­serta UN tidak lulus. Peserta tak lulus terdiri dari 366 siswa SMA/MA dan 76 siswa SMK. Tahun la­lu, tercatat 1.104 dari 60.584 peserta UN SMA dan sederajat yang tidak lulus.

 

Dari tingkat kelulusan, jenjang SMA/MA lu­lus sebesar 99,21 persen dan tidak lu­­lus 0,79 persen. Sedangkan jen­jang pen­didikan SMK 99,59 persen lu­lus dan 0,41 persen tidak lulus.

 

Dari 366 siswa SMA/MA tidak lu­lus, terbanyak terdapat di Pasa­man Ba­rat, berjumlah 79 siswa dari 3.241 peserta UN. Rata-rata nilai ke­lulusan di daerah pemekaran itu 6,94. Sedangkan daerah lulus 100 persen, terdapat di Kota So­lok dengan jumlah peserta UN 1.179 siswa, dengan rata-rata nilai 7,56.

 

Angka ketidaklulusan siswa SMK yang tertinggi adalah Pesi­sir Selatan (Pessel). Sebanyak 15 dari 1.402 peserta tidak lulus de­ngan rata-rata nilai 6,99. Se­dang­kan daerah paling sedikit ke­­ti­daklulusan adalah Kota So­lok, Pa­dangpanjang, Sawah­lun­to, Pa­saman, Padang­pariaman, So­­lok dan Tanahdatar. Di tujuh dae­­rah itu, siswa tidak lulus ha­nya 1 orang (selengkapnya lihat grafis).

 

Dalam lembaran peserta UN yang ditandatangani Kepala Di­nas Pendidikan Sumbar Syam­sulrizal tertanggal 24 Mei 2012, peserta UN SMA/MA dan SMK ta­hun ini diikuti 64.570 siswa, ter­diri dari 46.096 siswa SMA/MA dan 18.474 siswa SMK. Rin­cian­nya, untuk SMA/MA juru­san Bahasa 277 siswa, SMA/MA jurusan IPA 19.500 siswa, SMA/MA jurusan IPS 24.947 siswa, SMA/MA jurusan Agama 1.372 siswa dan SMK 18.474 siswa.

 

Syamsurizal ketika dikon­fir­masi Padang Ekspres soal ha­sil UN, ponselnya tidak aktif. Se­dangkan Kabid Pendidikan Me­ne­ngah Disdik Sumbar Mu­liardi me­ngatakan, data hasil UN yang di­tandatangani Syamsurizal itu, be­­lumlah data resmi yang dike­luar­kan Kemendikbud. “Kami be­lum bisa mengumumkan, ka­rena men­teri sendiri belum me­ngu­mum­kan. Jadi, angka itu be­lum pas­ti. Angka yang pasti ka­lau be­sok (hari ini, red) men­teri me­ngumumkan,” ungkap Mu­liardi.

 

Ketua Pelaksana UN Sum­bar Bustavidia yang dihubungi ter­­pisah mengatakan, belum ta­hu kepastian kapan hasil UN di Sumbar diumumkan. “Belum ada instruksi resmi dari Kemen­dik­bud. Besok sore (hari ini, red) baru bisa saya pastikan apakah ha­silnya diumumkan Sabtu (26/5) atau tidak. Kita tidak ingin men­­dahului kementerian,” tukas­nya.

 

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim yang dihubungi Padang Ekspres soal jadwal pengumuman hasil UN, telah memastikan pengu­muman serentak pada Sabtu (26/5). “Semuanya tanggal 26 Mei,” kata mantan Rektor Unand itu.

 

Mengantisipasi selebrasi ke­lulusan berlebihan dari para sis­wa, Dinas Pendidikan Sum­bar me­ngingatkan pihak sekolah dan para siswa menghindari ke­gia­t­an hura-hura. “Jangan me­la­kukan kegiatan yang dapat me­ngan­cam keselamatan jiwa se­per­ti konvoi kendaraan ber­mo­tor. Kami juga mengimbau sis­wa tidak melakukan aksi coret ba­ju di sekolah maupun di luar sekolah,” seru Muliardi.

 

Jatim Teratas,

NTT Terendah

 

Di sisi lain, Provinsi Jawa Ti­mur berhasil memperoleh per­sen­tase ketidaklulusan terkecil se­cara nasional. Berdasarkan re­kapitulasi hasil UN dilansir Ke­men­dikbud kemarin me­nun­juk­kan, Jatim memiliki tingkat per­s­entase siswa tidak lulus UN pa­ling rendah. Tercatat, hanya 156 dari 210.586 siswa tak lulus UN atau sekitar 0,07 persen.

 

Sebaliknya, persentase keti­dak­­lulusan tertinggi Provinsi Nu­­sa Tenggara Timur (NTT) se­ba­gai juru kunci. Dari 36.228 sis­wa, tidak lulus UN mencapai 1.994 siswa atau 5,50 persen.

 

Mendikbud M Nuh menga­ta­kan, tingkat kelulusan UN di NTT hanya mengalami kenaikan se­­dikit sekali. ”Tidak apa-apa. Ar­tinya intervensi yang kita la­kukan tidak sia-sia,” katanya.

Intervensi Kemendikbud un­tuk menggenjot tingkat kelu­lu­san UN di NTT tahun ini di an­taranya mengucurkan uang sum­bangan miliaran rupiah. Se­lain itu juga merehab sekolah ru­sak dan memperbaiki kualitas guru.

 

Di bagian lain, evaluasi pe­lak­­sanaan UN 2011-2012 lang­sung dikebut jajaran Badan Pe­ne­litian dan Pengembangan (Ba­litbang) Kemendikbud. Ke­pala Ba­litbang Kemendikbud Khairil An­war Notodiputro me­ngata­kan, evaluasi akan segera dila­ku­kan setelah kelulusan UN jen­jang SMA/sederajat dan SMP/sederajat telah diumumkan.

 

”Kita akui memang masih ter­dapat lobang-lobang,” kata dia. Di antaranya, bisa dilihat de­n­gan masih banyaknya lapo­ran ke­curangan dan bocoran kunci ja­wa­ban. Khairil mengatakan, eva­luasi untuk mewujudkan ha­sil UN yang objektif akan di­mulai dari pe­nyusunan soal, per­ceta­kan, hing­ga distribusi ke se­kolah-se­kolah.

 

 Sementara untuk tingkat atau de­rajat kelulusan, Khairil me­­ng­a­takan, kriteria kelulusan ta­­hun ini berpeluang diperta­han­kan ta­hun depan. Tahun ini sis­wa di­nyatakan lulus jika me­miliki ni­lai akhir dengan rata-rata 5,5. Se­l­ain itu, sis­wa dinya­ta­kan lulus jika me­miliki nilai ak­hir minimal 4 di setiap mata pe­lajaran diujikan. Ni­lai akhir ada­lah, nilai UN ditam­bah nilai ujian akhir sekolah (UAS).

 

 Sedangkan tingkat kesulitan soal, kata Khairil, akan terus di­eva­luasi. Seperti diketahui, UN sa­at ini terdiri dari tiga level ke­su­litan. Level mudah (10 per­sen), level sedang (80 per­sen), dan level sulit (10 per­sen). “Kom­po­­sisi kesulitan UN tahun de­pan, tunggu hasil rapat nanti,” pung­­­kasnya. (jpnn)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!