- 11:27 WIB
- 12:48 WIB
- 12:47 WIB
- 12:46 WIB
- 12:46 WIB
- 12:45 WIB
- 12:43 WIB
- 12:42 WIB
- 12:42 WIB
- 12:41 WIB
Narkoba Sumbar Fase Kritis
Disdik Diminta Rutin Razia Pelajar
Padang Ekspres • Kamis, 24/05/2012 13:19 WIB • ARZIL & RIKI SUARDI • 300 klik
Padang, Padek—Saat ini, kasus narkoba yang terjadi di Sumbar, bisa dikatakan mulai masuk fase kritis. Tiap tahun, penanganan kasus tersebut yang berhasil diungkap jajaran kepolisian Sumbar terus naik. Memiriskan lagi, dari para pelaku narkoba yang berhasil diamankan, dominannya dari kalangan remaja atau generasi muda.
“Peningkatan jumlah kasus narkoba di Sumbar saat itu perlu kita waspadai. Sebab pengaruhnya sudah sampai ke pelosok desa atau nagari di Sumbar. Pelakunya pun tidak pandang usia,” ungkap wakil ketua Komisi IV DPRD Sumbar Suwirpen Suib kepada Padang Ekspres kemarin, terkait makin maraknya kasus narkoba di Sumbar.
Walau kepolisian sering melakukan razia dan penangkapan para pelaku, tetap saja barang haram tersebut beredar di tengah masyarakat.
“Tampaknya masyarakat tidak lagi takut dengan ancaman hukuman yang akan diterimanya jika tertangkap dan terbukti sebagai pemakai maupun pengedar narkoba,” terang Suwirpen lagi.
Dalam pengamatannya, dari pelaku narkoba yang diamankan polisi, kebanyakan dari kalangan usia sekolah,mahasiswa atau pun remaja yang putus sekolah.
“Memang untuk memutus mata rantai peredaraan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial. Butuh komitmen bersama, baik polisi, masyarakat dan juga dinas teknis terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan. Sebab narkoba juga sudah menjalar ke kalangan pelajar,” ungkap politisi Demokrat tersebut.
Khusus untuk Dinas Pendidikan yang juga mitra kerja dari Komisi IV DPRD Sumbar, Suwirpen meminta jajaran dinas teknis itu untuk rutin melakukan razia terhadap para pelajar.
Dirinya berasumsi, bukan tidak mungkin para pelajar tersebut juga bisa melebarkan jaringan peredaran narkoba melalui teman-temannya. Dan hal itu harus menjadi perhatian serius dari pihak dinas maupun sekolah bersangkutan.
Pihak Polda Sumbar juga meyakini kasus Narkoba di Sumbar bakal naik dibanding sebelumnya. Selama triwulan I 2012 (Januari-Maret) Polda Sumbar mencatat sudah 120 kasus narkoba yang diungkap tersangkanya 180 orang. Sedangkan 2011 jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap sebanyak 361 kasus, dan 2010 sebanyak 321 kasus. “Seluruh barang bukti itu, telah kami amankan di Mapolda maupun polres-polres lainnya,” terang Pjs Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Mainar Sugianto. (*)
[ Red/Administrator ]
Kebangkitan, Manufacturing Optimisme
BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan
Jaan patah samangaik .................!
Disdik Siapkan PPDB Online
Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?
Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan
Ado lo tacium baun busuk tu................................?