- 11:27 WIB
- 12:48 WIB
- 12:47 WIB
- 12:46 WIB
- 12:46 WIB
- 12:45 WIB
- 12:43 WIB
- 12:42 WIB
- 12:42 WIB
- 12:41 WIB
SMA 1 Diduga Disusupi Parpol
DPRD Minta Sekolah Disterilkan
Padang Ekspres • Kamis, 24/05/2012 13:11 WIB • ADIYANSYAH LUBIS • 843 klik
Padang, Padek—Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Provinsi Sumbar diduga disusupi kepentingan partai politik (parpol). Kegiatan salah satu parpol dilakukan di salah satu kediaman guru. Bahkan, siswa dengan terang-terangan menyebut jika parpol itu adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Demikian terungkap dalam audiensi antara siswa kelas X (Baca: kelas I) di SMAN 1 Padang dengan Komisi IV DPRD Sumbar di SMAN 1 Sumbar, Padangpanjang, kemarin.
Kunjungan kerja Komisi IV ke SMAN 1 Sumbar menindaklanjuti surat yang dikirim siswa sebelumnya ke DPRD. Surat itu berisikan keluhan siswa selama belajar di SMAN 1 Sumbar. Turut hadir Wawako Padangpanjang, Edwin dan sejumlah kepala SKPD Pemko Padangpanjang.
Dalam surat yang ditandatangani 47 siswa SMA 1 Sumbar itu, ada beberapa keluhan yang disampaikan para siswa sejak belajar di SMA 1 Sumbar. Jika pada semester I (Juli-Desember 2011) proses belajar mengajar di sana berjalan nyaman, tidak demikian yang dirasakan para siswa semenjak kedatangan guru baru di sekolah itu pada semester baru (Januari 2012).
Keluhan mereka antara lain pola ajar dari guru baru banyak yang tidak memenuhi harapan para siswa. Kualitasnya dinilai siswa di bawah standar. Ketika siswa terbentur materi pelajaran, guru tak berupaya membantu siswa memecahkan masalah yang dihadapi.
Para siswa justru disuruh mencari sendiri. Mereka juga mengaku menerima kalimat-kalimat kasar dari guru.
Terkait tuduhan adanya kegiatan partai yang dilakukan para guru baru di sekolah itu, diketahui siswa setelah mendengar lagu salah satu parpol diperdengarkan di mushalla.
Pada malam hari, para siswa juga sering melihat ada pertemuan-pertemuan di kediaman seorang guru di kompleks sekolah tersebut.
Informasi itu diperkuat salah seorang anggota keluarga guru bersangkutan, yang menyebutkan bahwa itu adalah kegiatan PKS. Di samping itu, siswa juga mengeluhkan adanya uang komite sebesar Rp 250 ribu per bulan.
Para siswa menyatakan bahwa surat itu merupakan curahan hati mereka tanpa ada intervensi dari pihak manapun. “Itu curahan hati yang kami rasakan,” ujar Imam Habib Al Fikri, salah seorang siswa Kelas X.
Siswa asal Sijunjung itu menegaskan, semua yang ditulis dalam surat itu adalah benar. “Kami berharap ke depan apa yang kami sampaikan ini dapat ditindaklanjuti,” harapnya.
Hal senada disampaikan siswa kelas X lainnya, Fajar Budiman. Dia merasakan suasana belajar pada semester I dengan semester II jauh berbeda. “Pada semester II, tepatnya ketika masuk guru-guru baru ke sekolah, mulai tidak nyaman. Kesatuan antara siswa dan guru mulai renggang. Bahkan antara guru dan siswa pun sudah mulai terkelompok,” bebernya.
Siswa kelas X lainnya, Hidayatun Nisa menilai cara mengajar para guru baru sulit dimengerti. Hidayatun pun membenarkan adanya aktivitas parpol di sekolah sejak guru-guru baru itu mengajar di SMA 1 Sumbar.
Hal serupa disampaikan Aditya Aulia, Renggina dan siswa lainnya. Mereka meminta DPRD Sumbar mengkaji kembali para guru baru di SMA 1 Sumbar. Ada tiga orang guru yang diusulkan para siswa ini untuk diganti. Para siswa ini juga menanyakan uang komite sebesar Rp 250 ribu dan komitmen Pemprov Sumbar menggratiskan seluruh biaya sekolah.
Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Marlis meminta Pemprov mensterilkan sekolah dari aktivitas politik. “Ini tempat belajar mendidik kader bangsa yang baik,” tegasnya.
Terkait kondisi sarana sekolah yang dikeluhkan siswa, Marlis berjanji akan ditingkatkan fasilitasnya secara betahap melalui APBD. “Soal pungutan komite, akan kita bicarakan dengan Dinas Pendidikan Sumbar dan komite sekolah,” ungkapnya.
PKS Janji Usut
Tak mau partainya dijadikan kambing hitam dalam masalah ini, anggota Komisi IV, Muslim M Yatim yang juga politisi PKS, mengatakan SMA 1 Sumbar bisa saja dimasuki parpol manapun. Yang sangat dia sayangkan, mengapa hanya diarahkan pada PKS.
Dia menuding ada permainan politik tingkat tinggi di SMA 1 Sumbar ini. “Jangan-jangan ini permainan politik, akhirnya anak-anak yang jadi korban. Lagu (lagu PKS, red) itu bisa saja diambil dari youtube, teknologi canggih, bisa saja orang yang bukan dari PKS yang memutarnya,” ujarnya.
Dia berjanji mengusut masalah itu sampai tuntas. “Kita serius menangani ini. Mengapa ini bisa terjadi. Mengapa dinas pendidikan tidak melihat ini dari awal,” tanyanya heran.
Dia juga meragukan jika tulisan dalam surat itu dibuat oleh para siswa. Dia menduga tulisan itu ditulis oleh orang lain. “Bisa saja tulisan ini diupahkan ke orang lain. Saya tidak percaya dengan isi surat itu,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Syamsurizal menyebutkan, sekolah ini dimulai tahun ajaran 2011/2012 dengan kondisi yang belum memadai. “Kita akui masih banyak kekurangan yang terbengkalai sejak tiga tahun lalu,” akunya.(*)
[ Red/Administrator ]
Kebangkitan, Manufacturing Optimisme
BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan
Jaan patah samangaik .................!
Disdik Siapkan PPDB Online
Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?
Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan
Ado lo tacium baun busuk tu................................?