Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 15:14:30 WIB
RAKYAT SUMBAR

Kontainer Diawasi Keta

Pemprov Kawal Surat Edaran Bersama

Padang Ekspres • Kamis, 24/05/2012 13:08 WIB • GUSTI AYU GAYATRI • 298 klik

Padang, Padek—Selain mem­benahi moda angkutan penumpang, Pemprov Sumbar meningkatkan penertiban ang­kutan barang (kontainer) yang juga rawan kecelakaan. Ca­ranya, memaksimalkan penga­wasan dan penindakan.

 

“Kami akan merazia kon­tainer yang tidak dilengkapi pengamanan dalam bero­pe­rasi,”  ujar Kepala Bidang Teknik Sarana dan Ke­sela­matan Angkutan Darat Con Aspi kepada Padang Ekspres, kemarin (23/5) di ruang ker­janya.

 

Kebijakan itu tertuang da­lam Surat Edaran Bersama Nomor: B/65/V/2012, nomor : 569/ Edaran-PJTRP/ 2012 dan  nomor 551.23/ 978/ Dis­hub Komimfo-SB/ 2012. Surat itu ditandatangani pada 1 Mei lalu oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Ibnu Isticha, Kepala  Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Suprapto dan  Kepala Dinas Perhubungan Kominfo, Akmal. 

 

Surat edaran ini dibuat untuk meningkatkan kea­ma­nan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta mencegah kerusakan jalan dan jembatan akibat kelebihan muatan kendaraan angkutan barang.

 

Dalam surat edaran ber­sama itu, kendaraan angkutan barang harus memuat barang sesuai daya angkut yang di­izin­kan sesuai buku uji/buku kir kendaraan. Bagi yang me­langgar, diberi tindakan beru­pa tilang ke pengadilan, pem­bongkaran kelebihan muatan dan larangan melanjutkan perjalanan kembali ke daerah asal barang.

 

“Kami mengharapkan ker­ja sama para pengusaha ang­kutan dan pengemudi serta pe­ngguna jasa angkutan ba­rang agar dapat mematuhi keten­tuan daya angkut kendaraan sesuai aturan,” ujarnya.

 

Penertiban angkutan yang melebihi muatan telah dila­kukan Pemprov Sumbar sejak Juli 2011 lalu. Dari penertiban tersebut, 20 ribu angkutan ditilang dan dibongkar mua­tannya.

 

Dishub Sumbar telah beru­lang­kali mengingatkan Kope­rasi Pengangkutan Barang Pelabuhan (Kopanbapel) Te­luk Bayur agar menyeleksi  ken­daraan yang akan mem­bawa kontainer. “Kendaraan yang membawa kontainer ha­rus sesuai kapasitas angkutnya dan dilengkapi translock kon­tainer atau pengunci kon­tainer,” ujarnya.

 

Pengamanan Kontainer

 

Pantauan Padang Ekspres di Teluk Bayur, Kopanbapel langsung merespons kebijakan tersebut. Para sopir yang me­langgar langsung ditegur dan diminta dipasang pengunci kontainer. Meski begitu, masih banyak sopir yang nakal dan langsung berangkat tanpa mem­perhatikan pengunci kontainer.

 

“Kami sudah mendapatkan perintah dari Kopanbapel ten­tang pengaman kontainer di atas truk. Kami juga sebagai pengurus akan ikut menindak setiap sopir yang tak memiliki safety pada kontainernya,” kata Muhardi, 54, salah seo­rang sopir truk kontainer.

 

Meski begitu, tak semua sopir bisa melaksanakannya. Sebab, lock container hanya dimiliki perusahaan bongkar muat kapal alias tidak di­perjualbelikan. Alhasil, sopir hanya mempunyai safety container seadanya. Selain itu, sopir juga beralasan karena jarak tempuhnya dekat, se­hingga tak perlu alat penga­man yang ketat.

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!