- 12:39 WIB
- 11:28 WIB
- 12:42 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
- 13:07 WIB
- 13:07 WIB
- 13:05 WIB
- 13:03 WIB
- 12:54 WIB
Pusat Pemerintahan Baru 10%
Padang Ekspres • Selasa, 22/05/2012 14:06 WIB • * • 315 klik
Aiapacah, Padek—Pengerjaan pembangunan pusat pemerintahan Kota Padang di Aiapacah baru mencapai 10 persen, yakni pengerjaan fondasi struktur bangunan. Alasan keterlambatan karena kesulitan mencari besi yang harganya sesuai kontrak kerja dan menunggu datangnya mesin.
“Tapi itu masih bisa diatasi dan kami tetap merasa yakin akhir tahun ini bisa diselesaikan,” kata Project Manager PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk, Arso Anggoro kepada wartawan, Senin (21/5).
Untuk mempercepat pengerjaannya, kata Arso, pihak kontraktor pelaksana juga akan mendatangkan 40 tenaga kerja lagi. Bertambahnya tenaga kerja ini diharapkan penyelesaiannya bisa rampung akhir Desember.
Untuk realisasi anggaran awal sudah terealisasi sekitar 15 persen dari nilai kontrak Rp 99 miliar. “Jumlah itu nantinya termasuk pengerjaan struktur dan beberapa arsitek finishing,” ungkapnya.
Secara terpisah, Wali Kota Padang, Fauzi Bahar saat peninjauan ke lapangan menegaskan, pengerjaan proyek tersebut tetap berjalan multiyears dengan realisasi anggaran Rp 106 miliar. “Kami harapkan selesai akhir tahun ini sehingga bisa dimanfaatkan awal 2013,” tegasnya.
Sesuai rencana, pembangunan pusat pemerintahan akan menelan total biaya Rp 800 miliar lebih. Untuk pembangunan tahap awal adalah gedung balai kota sebesar Rp 106.190.000.000, gedung DPRD Rp 91.208.000.000 dan masjid Rp 44.547.000.000. Dengan total biaya Rp 241.972.000.000.
Pekerjaan dijadwalkan selesai dalam tiga tahun, bersamaan dengan pembangunan lajur dua Bypass yang dijadwalkan selesai tiga tahun ke depan. “Dua mega proyek itu akan mengubah wajah kawasan timur Kota Padang seperti Kota Metropolitan,” ucap Fauzi.
Di kompleks perkantoran Pemko misalnya, dibangun secara terpadu konsep Tungku Tigo Sajarangan, yang disimbolkan oleh tiga gedung utama; balai kota, DPRD dan masjid raya yang didesain megah dan dibangun berdampingan.
“Kompleks perkantoran ini dalam perencanaan di lahan 60 hektare. Tapi untuk kawasan inti perkantoran ini hanya sekitar 20 hektare. Sisanya untuk pengembangan kawasan pusat kota baru nantinya,” tukas Fauzi.(zl)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?