Minggu, 26 Mei 2013 - 16 Rajab 1434 H 12:31:29 WIB
NASIONAL

Guru Honor Kategori II Makin Galau

Sampaikan Aspirasi ke Anggota DPD RI

Padang Ekspres • Minggu, 20/05/2012 17:13 WIB • * • 638 klik

Padang, Padek—Sebanyak 138 orang guru honor di Kabu­pa­ten Dharmasraya terpukul de­ngan keputusan pemerintah yang mengelompokkan me­re­ka menjadi pegawai honor ka­tegori dua. Kemarin (19/5) me­reka menyampaikan aspirasi ke anggota DPD RI Emma Yohanna. Mereka berharap men­dapat perhatian dari pe­me­rintah pusat dan segera diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

 

Saat diterima Emma Yo­han­­na di kediamannya per­wa­ki­lan dari guru honor men­ce­ri­takan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda mereka akan di­angkat menjadi PNS. Hendri dan David, perwakilan dari gu­ru honor mengaku sudah di­angkat men­ja­di pegawai su­ka rela sejak ta­hun 2004 silam. Ke­mudian, sejak 1 Mei 2005 sta­tus mereka berubah sebagai ho­nor daerah, yang digaji oleh APBD.

 

Namun, status tersebut tidak memberi jaminan pada mereka untuk bisa diangkat menjadi PNS. Pasalnya, me­reka terkendala dengan pera­tu­ran pemerintah yang men­je­laskan pegawai honor daerah yang bisa diangkat menjadi PNS adalah yang dapat SK ter­akhir 1 januari 2005. Se­men­tara  pegawai yang belum di­ang­kat ini SK honornya ter­c­a­tat  pada tanggal 1 Mei 2005. “Ketentuan itu menjadi kenda­la­nya buat kami,” jelas Hendri.

 

Menurut perwakilan guru honor itu, mereka telah mem­per­juangkan nasibnya dari dae­rah hingga ke pusat. Mulai dari Badan Kepegawaian Dae­rah (BKD) hingga ke Badan Ke­pe­ga­waian Negara, ter­ma­suk di an­ta­ra­nya me­nyam­pai­kan uneg-uneg ke anggota DPD RI ini.

 

Terkait dengan rencana pemerintah memasukkan gu­ru honor pada status kategori dua juga tidak memberikan ke­nyamanan pada mereka. Pa­sal­­nya, honorer kategori dua ha­rus lu­lus melalui seleksi (ujian) pe­ne­rimaan PNS. (a)

 

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?