- 06:26 WIB
- 06:25 WIB
- 06:24 WIB
- 06:23 WIB
- 06:19 WIB
- 06:16 WIB
- 06:08 WIB
- 06:06 WIB
- 06:05 WIB
- 12:39 WIB
Guru Honor Kategori II Makin Galau
Sampaikan Aspirasi ke Anggota DPD RI
Padang Ekspres • Minggu, 20/05/2012 17:13 WIB • * • 638 klik
Padang, Padek—Sebanyak 138 orang guru honor di Kabupaten Dharmasraya terpukul dengan keputusan pemerintah yang mengelompokkan mereka menjadi pegawai honor kategori dua. Kemarin (19/5) mereka menyampaikan aspirasi ke anggota DPD RI Emma Yohanna. Mereka berharap mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan segera diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Saat diterima Emma Yohanna di kediamannya perwakilan dari guru honor menceritakan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda mereka akan diangkat menjadi PNS. Hendri dan David, perwakilan dari guru honor mengaku sudah diangkat menjadi pegawai suka rela sejak tahun 2004 silam. Kemudian, sejak 1 Mei 2005 status mereka berubah sebagai honor daerah, yang digaji oleh APBD.
Namun, status tersebut tidak memberi jaminan pada mereka untuk bisa diangkat menjadi PNS. Pasalnya, mereka terkendala dengan peraturan pemerintah yang menjelaskan pegawai honor daerah yang bisa diangkat menjadi PNS adalah yang dapat SK terakhir 1 januari 2005. Sementara pegawai yang belum diangkat ini SK honornya tercatat pada tanggal 1 Mei 2005. “Ketentuan itu menjadi kendalanya buat kami,” jelas Hendri.
Menurut perwakilan guru honor itu, mereka telah memperjuangkan nasibnya dari daerah hingga ke pusat. Mulai dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) hingga ke Badan Kepegawaian Negara, termasuk di antaranya menyampaikan uneg-uneg ke anggota DPD RI ini.
Terkait dengan rencana pemerintah memasukkan guru honor pada status kategori dua juga tidak memberikan kenyamanan pada mereka. Pasalnya, honorer kategori dua harus lulus melalui seleksi (ujian) penerimaan PNS. (a)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?