- 13:48 WIB
- 14:00 WIB
- 14:00 WIB
- 13:59 WIB
- 13:58 WIB
- 13:57 WIB
- 13:46 WIB
- 13:47 WIB
- 13:43 WIB
- 13:44 WIB
Pariwisata Padang Berjalan Lamban
Padang Ekspres • Jumat, 18/05/2012 14:50 WIB • * • 384 klik

Pisang, Padek—Meski memasuki masa liburan panjang, namun belum membuat pengusaha perhotelan di Padang bernapas lega. Pasalnya, tingkat hunian hotel di Padang saat liburan panjang baru hanya berkisar 70-80 persen dari 2.100 jumlah kamar hotel tersedia.
“Saat ini, wisatawan banyak ke Bukittinggi. Kamar hotel di Bukittinggi penuh terisi,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, Maulana Yusran kepada Padang Ekspres, kemarin (17/5).
Maulana mengatakan, masih minimnya tingkat hunian hotel di Padang karena tidak didukung objek wisata yang representatif. Sebagai ibu kota provinsi, kata Maulana, seharusnya “kota bingkuang” lebih dahulu berbenah.
“Biasanya, jika seluruh kamar hotel di Bukittinggi penuh, baru wisatawan memilih hotel di Padang. Ini bukti Pemko Padang belum serius membenahi industri pariwisata,” ungkapnya.
Di Padang, tambah Maulana, seluruh objek wisata semrawut, yang membuat wisatawan tidak nyaman dan memilih daerah lain untuk menikmati liburan.
“Tidak adanya objek wisata unggulan di Padang, memaksa pengusaha perhotelan memutar otak dan mencari strategi baru untuk menjual kamar-kamar mereka,” jelas owner Hotel Hang Tuah ini.
Dari pantauan Padang Ekspres, masalah sampah, premanisme, mahalnya harga makanan, tidak adanya pengaturan lokasi pedagang, pungutan liar, hingga kini belum mampu dituntaskan Pemko. Tak ayal, rasa aman dan nyaman pengunjung terusik.
“Pantai Padang ini, sebenarnya sangat indah. Tapi karena banyaknya sampah, membuat tempat ini tidak indah lagi,” ujar wisatawan asal Pekanbaru, Deri Okta, 30, kepada Padang Ekspres, kemarin (17/5).
Belum seriusnya pembenahan objek wisata tersebut, diakui Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Asnel. “Dipastikan tahun 2013 nanti, seluruh tempat atau objek wisata telah dibenahi,” ungkap mantan Kepala Dinas Pasar Kota Padang itu, kemarin (17/5).
Saat ini, kata Asnel, Pemko berusaha mengembangkan wisata alam yang juga banyak berada di Padang. “Dalam waktu dekat, tempat baru tersebut juga diharapkan bisa menghilangkan kebosanan wisatawan yang selalu disuguhkan dengan pemandangan pantai selama ini,” tuturnya.
Diakui Asnel, saat ini ada beberapa tempat wisata di Padang, seperti Taman Hutan Raya Bung Hatta, Lubuk Paraku dan Lubuk Tampuruang. Ketiga tempat ini potensial namun belum tergarap maksimal.
Ketua Komisi IV DPRD Padang, Muharlion mengatakan, sebenarnya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan tidak perlu biaya besar. Persoalannya, Pemko yang belum bisa menentukan skala prioritas pembenahan objek wisata tersebut.
“Kita punya tempat wisata yang banyak, tapi yang dibanggakan masih tempat-tempat yang lama, dan kebersihannya pun tidak terjamin sehingga membuat pengunjung memilih kota lain untuk berlibur. Artinya, Padang harus punya grand design pariwisata. Bisa saja Pemko menyatukan antara pariwisata dan kuliner,” tegasnya. (kd)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Kesejahteraan Dokter Minim
Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?
Dana Bantuan tak Kunjung Turun
Juluak lah rami-rami .................................!
Lareh Sago Halaban Berjaya
Rakyaik lai sejahtera lo................................?