Selasa, 21 Mei 2013 - 11 Rajab 1434 H 20:42:01 WIB
METROPOLIS

Pariwisata Padang Berjalan Lamban

Padang Ekspres • Jumat, 18/05/2012 14:50 WIB • * • 384 klik

FOTO : SY RIDWAN/PADEK

Pisang, Padek—Meski memasuki masa liburan panjang, namun belum membuat pengusaha perhotelan di Padang bernapas lega. Pasalnya, tingkat hunian hotel di Padang saat liburan panjang baru hanya berkisar 70-80 persen dari 2.100 jumlah kamar hotel tersedia.

 

“Saat ini, wisatawan banyak ke Bukittinggi. Kamar hotel di Bukittinggi penuh terisi,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, Maulana Yusran kepada Padang Ekspres, kemarin (17/5).

 

Maulana mengatakan, masih minimnya tingkat hunian hotel di Padang karena tidak didukung objek wisata yang representatif. Sebagai ibu kota provinsi, kata Maulana, seharusnya “kota bingkuang” lebih dahulu berbenah.

 

“Biasanya, jika seluruh kamar hotel di Bukit­tinggi penuh, baru wisatawan memilih hotel di Padang. Ini bukti Pemko Padang belum serius membenahi industri pariwisata,” ungkapnya.

 

Di Padang, tambah Maulana, seluruh objek wisa­ta semrawut, yang membuat wisatawan tidak nya­man dan memilih daerah lain untuk menikmati liburan.

 

“Tidak adanya objek wisata unggulan di Padang, memaksa pengusaha perhotelan memutar otak dan mencari strategi baru untuk menjual kamar-kamar mere­ka,” jelas owner Hotel Hang Tuah ini.

 

Dari pantauan Padang Eks­­pres, masalah sampah, premanisme, mahalnya harga makanan, tidak adanya penga­turan lokasi pedagang, pungu­tan liar, hingga kini belum mampu dituntaskan Pemko.  Tak ayal, rasa aman dan nya­man pengunjung terusik.

 

“Pantai Padang ini, sebe­nar­nya sangat indah. Tapi ka­rena banyaknya sampah, mem­buat tempat ini tidak in­dah lagi,” ujar wisatawan asal Pe­kanbaru, Deri Okta, 30, ke­pada Padang Ekspres, kema­rin (17/5).

 

Belum seriusnya pembena­han objek wisata tersebut, diakui Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Asnel. “Dipasti­kan tahun 2013 nanti, seluruh tempat atau objek wisata telah dibenahi,” ungkap mantan Kepala Dinas Pasar Kota Pa­dang itu, kemarin (17/5).

 

Saat ini, kata Asnel, Pemko berusaha mengembangkan wisata alam yang juga banyak berada di Padang. “Dalam waktu dekat, tempat baru tersebut juga diharapkan bisa menghilangkan kebosanan wisatawan yang selalu disu­guhkan dengan pemandangan pantai selama ini,” tuturnya.

 

Diakui Asnel, saat ini ada beberapa tempat wisata di Padang, seperti Taman Hutan Raya Bung Hatta, Lubuk Para­ku dan Lubuk Tampuruang. Ke­tiga tempat ini potensial na­mun belum tergarap maksi­mal.

 

Ketua Komisi IV DPRD Padang, Muharlion mengatakan, sebenarnya untuk me­ning­katkan kunjungan wisata­wan tidak perlu biaya besar. Persoalannya, Pemko yang belum bisa menentukan skala prioritas pembenahan objek wisata tersebut.

 

“Kita punya tempat wisata yang banyak, tapi yang di­banggakan masih tempat-tempat yang lama, dan keber­sihannya pun tidak terjamin sehingga membuat pengun­jung memilih kota lain untuk berlibur. Artinya, Padang ha­rus punya grand design pari­wisata. Bisa saja Pemko me­nyatukan antara pariwisata dan kuliner,” tegasnya. (kd)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Harapan Realistis di Piala Sudirman

PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Selasa, 21 Mei 2013

Kesejahteraan Dokter Minim

Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?

 

Dana Bantuan tak Kunjung Turun

Juluak lah rami-rami .................................!

 

Lareh Sago Halaban Berjaya

Rakyaik lai sejahtera lo................................?