- 11:29 WIB
- 11:16 WIB
- 11:16 WIB
- 13:32 WIB
- 13:30 WIB
- 13:27 WIB
- 13:24 WIB
- 13:22 WIB
- 13:21 WIB
- 13:22 WIB
Sehari, Dua Nyawa Melayang
Kecelakaan di Indarung dan Padang-Painan
Padang Ekspres • Jumat, 18/05/2012 10:40 WIB • * • 678 klik


Bandarbuat, Padek—Kecelakaan di jalan raya Kota Padang kembali menelan korban jiwa. Dalam sehari, dua nyawa melayang di jalanan. Kecelakaan pertama di jalan Padang-Painan yang mengakibatkan seorang nenek bernama Nurbaiti, 70, tewas. Kecelakaan kedua di jalan Indarung mengakibatkan pengendara motor, Hoerudin Bin Marna, 21, tewas digilas truk.
Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, Hoerudin, warga Sawahan Dalam No 18, Padang Timur, sekitar pukul 12.00, melaju dari arah Indarung menuju Pasar Raya dengan kecepatan tinggi. Setiba di lokasi kejadian, korban berusaha mendahului truk di depannya dari samping kiri.
Namun nahas, tiba-tiba motor Suzuki Sky Wave warna hitam bernomor polisi B 4040 PR, yang dikendarai pria kelahiran Bogor 1988 itu terpeleset, sehingga korban terjatuh dan kepalanya langsung digilas ban truk.
Sementara truk yang menggilas korban, kabur melarikan diri. Sayangnya, tidak satu pun warga yang mengetahui ciri-ciri truk tersebut.
Akibat kecelakaan tersebut, jalan raya Padang-Indarung macet sepanjang 1 kilometer selama satu setengah jam.
Zulfanane, 28, teman korban yang ditemui Padang Ekspres di Unit Laka Polresta Padang menuturkan, korban adalah penjaga rumah dan tukang kebun di rumah mantan Kapolda Aceh, Irjen Polisi Adityawarman di Jalan Sawahan Dalam No 18. Korban sudah bekerja selama 1,5 tahun di rumah tersebut. “Dia (korban, red) sangat baik orangnya. Saya tidak menyangka kejadian ini menimpa dirinya,” ungkap Zulfanane.
Kejadian ini, lanjut Zulfanane, diketahuinya dari Icen, keponakan dari istri Adityawarman. Saat itu, dia mendapat kabar melalui hanpdhone dan langsung mengabarkan kabar buruk itu. Kini, pihak keluarga korban sudah diberitahu. Rencananya, korban akan dibawa ke kampung halamannya di Bogor.
“Sebelum dibawa ke kampungnya, jenazah dibawa dulu pulang ke rumah Pak Adityawarman di Sawahan Dalam. Sebab, istri Pak Adityawarman, saat ini berusaha mencari pesawat untuk membawa jenazah,” tuturnya.
Kanit Laka Lantas AKP Eliswantri mengatakan, motor korban telah diamankan sedangkan truk menggilas korban sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. “Kami belum menemukan truk dan pengemudiannya,” tukas Eliswantri.
Pengemudi Menyerahkan Diri
Sebelumnya, sekitar pukul 05.30, juga terjadi kecelakaan maut di jalan Padang-Painan. Menurut informasi yang dihimpun Padang Ekspres di lapangan, pagi itu Nurbaiti dari masjid usai Shalat Subuh hendak ke rumah.
Namun di tengah jalan, tiba pick up melaju kencang menabrak nenek tersebut. Akibatnya, warga Gates RT 03/RWVII tewas di tempat. Sementara sopir mobil pick up sempat kabur dan akhirnya menyerahkan diri ke Polresta Padang, sekitar pukul 17.00. Sopir bernama Apriyonal.
”Seharusnya sopir berhenti untuk menyelamatkan nenek yang telah tergeletak tersebut. Mungkin, karena lambatnya pertolongan membuat nenek itu meninggal di tempat,” jelas warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya.
Semula Satlantas Mapolresta sempat kehilangan jejak, karena mobil dan sopir melarikan diri. Namun, sekitar pukul 17.00, beberapa saudara sopir pick up tersebut mendatangi kantor polisi dan menyerahkan sang sopir ke aparat.
“Saudara saya yang telah menabrak nenak tersebut kabur karena takut dihajar masa. Tapi setelah sampai di rumah, ia mengaku bersalah dan siap menanggung perbuatannya. Mendengarkan pernyataan tersebut, beberapa orang saudara sopir membawa dan menyerahkan sopir ke kantor polisi,” ungkap Kanit Laka Polresta Padang, AKP Eliswantri, menirukan keterangan salah seorang keluarga sopir, kemarin (17/5). (di/mg6)
[ Red/Administrator ]
Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Sumatera Barat tak masuk sepuluh besar nasional, jauh kalah dari Bali yang menempatkan 5 siswanya di 12 besar tertinggi dengan nilai UN murni.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Tiga Polisi Diduga Gelapkan Mobil
Tungkek mambaok rabah mah ...........!
Anak Nagari Manggopoh Demo
Jaan amuah dikicuah lai..........................!
Masyarakat Sipil Cecar Kajati
Biasonyo rakyaik badarai nan kanai caca taruih.............................................................!