Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 11:41:56 WIB
METROPOLIS

Sehari, Dua Nyawa Melayang

Kecelakaan di Indarung dan Padang-Painan

Padang Ekspres • Jumat, 18/05/2012 10:40 WIB • * • 678 klik

FOTO : SY RIDWAN/PADEK

Bandarbuat, Padek—Kece­la­kaan di jalan raya Kota Pa­dang kembali menelan korban jiwa. Dalam sehari, dua nyawa melayang di jalanan. Kece­la­kaan pertama di jalan Padang-Painan yang menga­kibatkan seorang nenek bernama Nur­baiti, 70, tewas. Kecelakaan kedua di jalan Indarung men­gakibatkan pe­ngen­dara motor, Hoerudin Bin Marna, 21, te­was digilas truk.

 

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, Hoerudin, warga Sawahan Dalam No 18, Padang Timur, sekitar pukul 12.00, melaju dari arah Inda­rung menuju Pasar Raya dengan kecepatan tinggi.  Setiba di lokasi kejadian, korban beru­saha menda­hului truk di de­pan­nya dari samping kiri.

 

Namun nahas, tiba-tiba mo­tor Suzuki Sky Wave warna hi­tam bernomor polisi B 4040 PR, yang dikendarai pria kelahiran Bogor 1988 itu terpeleset, sehingga korban terjatuh dan kepalanya langsung digilas ban truk.

 

Sementara truk yang menggilas kor­ban, kabur melarikan diri. Sayangnya, tidak satu pun warga yang mengetahui ciri-ciri truk tersebut.

Akibat kecelakaan tersebut, jalan raya Padang-Inda­rung macet sepanjang 1 kilo­me­ter selama satu setengah jam.

 

Zulfanane, 28, teman kor­ban yang ditemui Padang Eks­pres di Unit Laka Polresta Pa­dang menuturkan, korban adalah penjaga rumah dan tu­kang kebun di rumah man­tan Kapolda Aceh, Irjen Polisi Adityawarman di Jalan Sawa­han Dalam No 18. Korban sudah bekerja selama 1,5 tahun di rumah tersebut. “Dia (kor­ban, red) sangat baik orang­nya. Saya tidak menyangka kejadian ini menimpa dirinya,” ungkap Zulfanane.

 

Kejadian ini, lanjut Zulfa­na­ne, diketa­huinya dari Icen, keponakan dari istri Adi­tya­war­man. Saat itu, dia men­da­pat kabar melalui hanpdhone dan langsung mengabarkan kabar buruk itu. Kini, pihak keluarga korban sudah dibe­ri­tahu. Rencananya, korban akan dibawa ke kampung ha­lamannya di Bogor.

 

“Sebelum dibawa ke kam­pungnya, jenazah dibawa dulu pulang ke rumah Pak Adi­tya­warman di Sawahan Dalam. Se­bab, istri Pak Aditya­war­man, saat ini berusaha mencari pesawat untuk membawa je­na­­­zah,” tuturnya.

 

Kanit Laka Lantas AKP Eliswantri mengatakan, motor korban telah diamankan se­dang­kan truk menggilas kor­ban sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. “Ka­mi belum menemukan truk dan pengemudiannya,” tukas Eliswantri.

 

Pengemudi Menyerahkan Diri

 

Sebelumnya, sekitar pukul 05.30, juga terjadi kecelakaan maut di jalan Padang-Painan. Menurut informasi yang di­him­pun Padang Ekspres di la­pangan, pagi itu Nurbaiti dari masjid usai Shalat Subuh hen­dak ke rumah.

 

Namun di tengah jalan, tiba pick up melaju kencang me­nabrak nenek tersebut. Aki­batnya, warga Gates RT 03/RWVII tewas di tempat. Se­men­tara sopir mobil pick up sem­pat kabur dan akhirnya menyerahkan diri ke Polresta Padang, sekitar pukul 17.00. Sopir bernama Apriyonal.

”Seharusnya sopir berhenti untuk menyelamatkan nenek yang telah tergeletak tersebut. Mungkin, karena lambatnya pertolongan membuat nenek itu meninggal di tempat,” jelas warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya.

 

Semula Satlantas Mapol­res­ta sempat kehilangan jejak, karena mobil dan sopir melari­kan diri. Namun, sekitar pukul 17.00, beberapa saudara sopir pick up tersebut mendatangi kantor polisi dan menyerah­kan sang sopir ke aparat.

 

“Saudara saya yang telah menabrak nenak tersebut ka­bur karena takut dihajar masa. Tapi setelah sampai di rumah, ia mengaku bersalah dan siap menanggung perbuatannya. Mendengarkan pernyataan tersebut, beberapa orang sau­dara sopir membawa dan me­nyerahkan sopir ke kantor polisi,” ungkap Kanit Laka Polresta Padang, AKP Elis­wantri, menirukan keterangan salah seorang keluarga sopir, kemarin (17/5). (di/mg6)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Ujian Nasional

Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen­dikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Sumatera Barat tak masuk sepuluh besar nasional, jauh kalah dari Bali yang menempatkan 5 siswanya di 12 besar tertinggi dengan nilai UN murni.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Jumat, 24 Mei 2013

Tiga Polisi Diduga Gelapkan Mobil

Tungkek mambaok rabah mah ...........!

 

Anak Nagari Manggopoh Demo

Jaan amuah dikicuah lai..........................!

 

Masyarakat Sipil Cecar Kajati

Biasonyo rakyaik badarai nan kanai caca taruih.............................................................!