Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 15:15:55 WIB
RAKYAT SUMBAR

30 Sekolah Ikuti Seleksi Nasional

Padang Ekspres • Kamis, 17/05/2012 15:00 WIB • * • 667 klik

Padang, Padek—Badan Pengendalian Dam­pak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumbar mengajukan 30 sekolah untuk mengikuti tahapan seleksi sekolah adiwiyata tingkat nasional.

 

“Tahun ini ada 218 sekolah yang ikut  program ini. Dari seleksi yang kami lakukan, lolos 70 sekolah. Setelah itu, dilakukan lagi seleksi di tingkat nasional sehingga menjadi 30 sekolah,” ujar Kepala Bapedalda Sumbar Asrizal Asnan, kemarin (16/5) di ruang kerjanya. 

 

Daerah yang berpartisipasi dalam seleksi itu hanya 15 kabupaten/kota. Sedangkan 5 kota dan kabupaten tidak mengikuti program tersebut. Kota  dan kabupaten yang tidak mengikuti program adiwiyata tingkat nasional adalah Kabu­paten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasa­man Barat, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabu­paten Solok Selatan dan Kabupaten Sijunjung.

 

Dia menyebutkan sekolah yang diikutkan mengikuti tahapan seleksi ditingkat nasional adalah SDN 13 Batugadang, SD 03 Alai, SDN 13 Surau Gadang, SDN 20  Indarung,  SD 10 Sungaisapih, SDIT Adzkia, MTSn Model, SMP 8 , MTSN  Kuranji,  SMP  Semen Padang,  SMP  11, SMA 3 Padang, SMAN 6 Padang,  MAN 2  Padang dan SMAKPA.

 

Kemudian SDN 13 Aur Malintang,  SMA 1 Lubukalung, SD 01 Kurai Taji Pauh, SD 06 ATTS,  MTsN 1 Pessel, SDN  04 Tarusan  Kabupaten  Pesisir Selatan, SMA  2 Lubuk­basung, SDN  17 Arto  IV  Korong, SMPN 3 Koto Singkarak, MAN 2 Kabupaten Tanahdatar, SDN 31 Balai Labuah Lima kaum, SMA 2 Paya­kumbuh, SD  66 Payakumbuh, SD 02 Balai Nan Duo, SDN 05 Pauh Kabupaten Pasaman.

 

Katanya, program adi­wiya­ta  untuk  menciptakan sekolah peduli  dan berbudaya ling­kungan. Sekolah adiwiayata  di Sumbar  saat  ini  sudah cukup beragam dan tersebar di kota dan kabupaten. Kota Padang sebanyak 7 sekolah  yakni  SMP 24  (adiwiyata mandiri), SD 10  Sungaisapih,  SD 13 IV  Kota  SMP Negeri 11 dan SMAN 6 Padang.  Sedangkan di Kabu­paten Padangpariaman, SD 13 Kota AurMalintang dan Ka­bupaten Agam SMA 2 Lu­bukbasung.

 

“Selayaknya  sebuah se­kolah menjadi  tempat per­singahan yang nyaman dan me­nye­nang­kan. Kenyamanan dan  kete­na­ngan secara psi­kologis  akan berpengaruh terhadap cara  dan hasil belajar  siswa, hubungan antara sege­nap warga sekolah  merupakan ikatan yang mem­berikan pen­citraan terhadap  kondisi se­kolah,” ujarnya.

 

Asrizal Asnan mengatakan dalam minggu ini tim pusat akan turun untuk memantau sekolah  adiwiyata tingkat nasional yang diusulkan oleh pemerintah Pro­vinsi Sumbar. Ada 4 indikator yang dinilai dalam program sekolah adiwi­yata yaitu ke­bijakan kepala sekolah, ku­rikulum, pola ke­mitraan sekolah dan stakeholder dan sarana dan pra­sarana.

 

“Untuk verifikasi sekolah yang diusulkan menjadi calon sekolah adiwiyata tingkat na­sional ini, kami melakukan seleksi yang sangat ketat sekali.  Peluang untuk sumbar  untuk dapat lebih banyak  sekolah ma­suk dalam program adi­wi­yata  tingkat nasional akan lebih besar karena sekolah yang ikut  lebih banyak. Tahun lalu hanya  15 sekolah yang diusulkan. Sedi­kitnya pe­ngi­riman sekolah me­ngikuti program  adiwiyata di tahun lalu, karena meng­gu­nakan sistem kuota, tahun ini tak berlaku lagi  sistem  kuota  tersebut,” ujarnya. (ayu)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!