Jum'at, 24 Mei 2013 - 14 Rajab 1434 H 00:55:50 WIB
NASIONAL

Jenazah Kameramen Trans TV Ditemukan

Padang Ekspres • Kamis, 17/05/2012 10:35 WIB • * • 2779 klik

Kameramen Trans TV: Tim evakuasi menemukan jasad Aditya Sukardi, kameramen Trans

Satu per satu identitas korban pe­sawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ 100) mu­lai terkuak. Meski tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mempre­dik­si proses identifikasi mema­kan wak­tu dua minggu, kemarin (16/5) mereka be­r­hasil mengenali salah satu identitas kor­b­an. Korban yang namanya diraha­sia­kan itu berjenis kelamin laki-laki.

 

”Mereka baru menemukan satu kor­ban yang bisa diidentifikasi. Korban ter­se­but berjenis kelamin laki-laki. Dia ada­lah WNI (Warga Negara Indonesia),” jelas Kepala Rumah Sakit Polri Dr. Soe­kanto, Brigjen Pol Agus Prayitno di kan­tornya, kemarin.

 

Agus menuturkan, korban tersebut bisa cepat teridentifikasi karena yang bersangkutan memiliki data base dental yang bagus. Data ba­se dental tersebut diperoleh dari pihak keluarga korban. “Ka­rena data base-nya bagus, jadi mudah dikenali,” kata dia.

 

Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Pol dr. Anton Castilani me­n­ambahkan, identitas korban di­kenali melalui rontgen gigi pa­noramic dari rahang. Namun, ham­­pir separo data dental yang di­­kumpulkan dari pihak keluar­ga, kondisinya kurang baik. “Jadi mung­kin dokter giginya kurang ra­jin mencatat, atau korban ja­rang ke dokter gigi. Karena itu, data dental itu sangat penting, ya amit-amit, tapi kalau ada kej­a­dian seperti ini, gampang dite­muk­an,” ujarnya.

 

Terkait sampel gigi yang me­rupakan data post morthem, An­ton menuturkan, hingga saat ini, pihaknya sudah mengambil 17 sampel gigi dari sejumlah poto­ngan jenazah korban, ter­ma­suk sa­tu sampel gigi ko­rban yang su­dah teri­dentifikasi. Setelah men­­co­cokkan sampel gigi antara data ante morthem dan post mor­them, akan dilakukan re­kon­si­liasi de­ngan sample DNA. Sam­ple DNA sendiri sudah mencapai 130.

 

Karena itu, kata dia, meski iden­titas korban sudah ditemu­kan, jasadnya belum bisa dibawa pu­­lang. Tim DVI Polri akan me­la­kukan pemeriksaan lebih lan­jut dan merekonstruksi selu­ruh ang­gota tubuh korban menjadi satu kesatuan. “Setelah rekons­truksi baru diserahkan ke ke­luar­­ga,” ujarnya.

 

Soal sidik jari, pemeriksa madya Kapus Inafis Bareksrim Ma­bes Polri AKBP Achid Taufik me­n­uturkan, timnya telah mem­pe­roleh 34 sidik jari dari poto­ngan tubuh korban. Na­mun, jumlah tersebut tidak mewakili jumlah jenazah. Karena, banyak­nya jumlah jari jemari yang tidak leng­kap. Data sidik jari dari pi­hak keluarga juga belum se­muanya terkumpul.

 

“Sampai saat ini data post morthem ada 34 sidik jari. Tapi dari pihak keluarga baru 20 sidik jari. Itu pun susah karena jari-jarinya tidak lengkap. Ada yang cu­ma kelingking saja, atau jem­pol saja. Karena itu, kita masih fokus pada pengambilan sidik jari, belum mengarah untuk mem­bandingkan (data ante morthem dan post morthem),” jelasnya.

 

Secara keseluruhan, Anton me­nuturkan, sampel pem­ban­ding sudah mencapai 80 persen. Sementara sampel dari jenazah baru 25-30 persen. Karena itu, tim DVI tetap menunggu jasad kor­ban yang masih dalam proses eva­kuasi. Ketika ditanya kapan proses identifikasi usai, Anton optimis dalam waktu dua pekan, semuanya bisa teridentifikasi. “Awal pekan depan ya akan kita umumkan hasilnya,” ujarnya.

 

30 Kantong

 

Kemarin, RS Polri kembali kedatangan satu kantong jena­zah. Sehingga, total ada 30 kan­tong jenazah yang diterima. Rin­c­iannya, 25 kantong berisi poto­ngan jenazah, sementara sisanya berisi properti korban. Terkait pro­perti korban, Anton me­ma­parkan, ada dua jenis pro­per­ti yang dikumpulkan dari lokasi evakuasi. Yakni, properti yang melekat pada tubuh korban dan yang berserakan di sekitar lokasi eva­kuasi. “Dari lima kantong je­nazah, paling banyak berisi pro­perti yang berserakan di area crash site (lokasi kejadian kece­lakaan),” imbuh dia.

 

Soal jenazah jurnalis Trans TV yang sudah ditemukan di lokasi evakuasi, Anton menu­turkan, hingga kemarin pi­hak­nya belum mendapat info terkait hal tersebut. “Kalau di sini, kita be­lum dapat info terse­but. Nanti ka­lau jenazahnya su­dah sampai ke­mari, akan se­gera kita lakukan pem­erik­saan,” ujarnya. Jasad yang diduga sebagai kameramen Trans TV, Aditya Sukardi itu di­temukan Tim Evakuasi. Jena­zah ditemukan tim SAR gabungan se­kitar pukul 10.30 WIB, di ke­dalaman 300 meter dari posisi puing pesawat. Pada jenazah tersebut masih melekat pakaian seragam bertuliskan Trans TV.

 

Manajer Humas Trans TV A. Hadiansyah Lubis menuturkan, saat ditemukan, pihaknya telah memastikan bahwa jenazah ter­se­but memang Aditya. Pihak Trans TV masih menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada tim evakuasi dan tim DVI Polri untuk melakukan identifikasi lebih lanjut. Jika seluruh proses iden­tifikasi telah tuntas dan jenazah siap diserahkan, Trans TV akan me­nanggung semua bia­ya pe­ma­kaman yang ber­sang­kutan. “Kita yang akan me­ngurusi pema­ka­man Adit. Ka­lau soal santunan akan dibe­rikan se­suai ketentuan pe­rusahaan. Tapi jumlahnya be­rapa, belum bisa kita sebut­kan,” ujar Hadi. (ken/nw/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunggu Aksi Chatib Basri

PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi pe­rekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Kamis, 23 Mei 2013

Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus

Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!

 

Masyarakat Sipil Meradang

Maju taruih.................................................!


Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat

Patuik didukuang tu.......................................!