Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 18:32:30 WIB
NASIONAL

Stop Izin PO Yanti Group

Padang Ekspres • Rabu, 02/05/2012 21:37 WIB • ** • 5272 klik

kondisi mobil bus yanti yang sudah hangus tinggal puing -puing

TRAGEDI maut PO Yanti Group menyentak rasa kemanusiaan. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan DPRD Sumbar meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengusut tuntas musibah tragis ini.


”Kita berharap KNKT turun tangan untuk persoalan ini. Biar jelas apakah karena kelalaian atau ada unsur pelanggaran hukum. Kami ingin bukan penyebabnya saja yang diusut, tapi proses hukumnya juga harus ditegakkan,” kata Ketua Komisi III DPRD Sumbar, HM Nurnas.


”Apakah operasionalnya distop atau tidak, tergantung rekomendasi KNKT. Karena kita ketahui beberapa kecelakaan cenderung disebabkan kendaraan tidak laik jalan,” paparnya.


Untuk kasus terbakarnya bus PO Yanti itu, Nurnas menduga ada unsur kelalaian, baik oleh dinas Perhubungan maupun pemilik jasa angkutan.


Terutama menyangkut uji kir atau uji fisik kendaraan. Selama ini ada kecenderugan pemilik kendaraan mengabaikan uji kir.


”Penyedia angkutan harus sadar dengan kondisi kendaraannya dan setiap saat harus melakukan uji kir rutin. Di sisi lain, dinas terkait juga perlu melakukan pengecekan apakah kendaraan yang beroperasi itu sudah uji kir atau belum,” tuturnya.


Perketat Kir
Gubernur Irwan Prayitno saat meninjau korban PO Yanti di RS Adnaan WD Payakumbuh, mewanti-wanti dinas terkait selektif mengeluarkan kir dan memperketat  izin  trayek.


Menurut informasi, PO Yanti bernopol BA 3653 L mengurus perpanjangan kir di  Pekanbaru. Sebelumnya, PO Yanti mengurus kir di Sumbar. “Benar atau tidaknya mereka mengurus perpanjangan kir di sana, tentu akan dikroscek lagi,”  ujarnya.


Kepala Jasa Raharja Sumbar Abdul Haris mengatakan, 13 korban tewas akan mendapatkan santunan sebesar Rp 25 juta per orang. Sedangkan untuk korban luka-luka, mendapatkan premi tanggungan Rp 10 juta. “Korban kebakaran PO Yanti kami tanggung biaya pengobatannya. Insya Allah Jumat ini akan  langsung kami bayar santunannya,” ujarnya. Jasa Raharja masih menunggu proses identifikasi jenazah. “Setelah  hasil otopsi dan  jelas, siapa  korbannya baru santunan  kami   berikan,” jelasnya. (frv/ope/bis/ayu/mg9)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!