- 08:47 WIB
- 08:46 WIB
- 08:44 WIB
- 08:44 WIB
- 08:43 WIB
- 08:41 WIB
- 08:38 WIB
- 08:36 WIB
- 08:33 WIB
- 08:32 WIB
13 Tewas Terbakar Bersama Bus Yanti
Kir Bus Habis Masa Berlaku
Padang Ekspres • Rabu, 02/05/2012 19:56 WIB • ** • 4819 klik

Padang, Padek—Tragedi lalu lintas terburuk sejak 5 tahun terakhir di Sumbar, terjadi di Kelok Sembilan, Limapuluh Kota. Bus Yanti Group terbakar dan menewaskan 13 penumpang, Selasa (1/5) subuh. Sebelumnya, 31 Mei 2009, bus di bawah PO Yanti Group ini juga menjadi pencabut nyawa 12 orang, ketika terjun ke jurang di Silaiang Kariang, Tanahdatar.
Terbakarnya Bus Yanti yang melayani rute Dumai (Riau)-Solok (Sumbar) ini diduga kuat karena kerusakan pada bagian skring, sehingga memercikkan api dan meledak dalam tempo kurang dari 5 menit.
Korban yang tewas bersama terbakarnya bus maut bernomor polisi BA 3653 L itu adalah perempuan dewasa dan anak-anak. Sopir dan kondektur bus selamat bersama 27 penumpang. Hingga tadi malam, sejumlah penumpang telah diperiksa polisi. Yendri, 31, sopir bus maut, dan kondekturnya, Asbi, 26, ditahan di Mapolres Limapuluh Kota.
Bus Yanti berangkat dari Dumai sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (30/4) dengan hanya tiga orang penumpang. Selanjutnya 37 penumpang naik di Duri.
“Penumpang dari Dumai hanya tiga orang. Dan, itu pun bukan orang Dumai. Tetapi adalah penumpang transit dari Tanjung Pinang dan Tanjung Balai Karimun,” ujar Zul Efendi, petugas perwakilan PO Bus Yanti di Dumai
Yet, 38, seorang penumpang selamat mengaku, tak bisa melupakan peristiwa yang dialaminya. Dia masih ingat ada seorang ibu dan anak laki-lakinya yang sepanjang perjalanan bercanda, tak sempat keluar dari kepungan asap dan kobaran api yang melahap bus naas itu.
Yet yang duduk di “CC” sebelah sopir, menceritakan di pagi buta yang nahas itu, para penumpang tengah tertidur pulas. Sekitar pukul 04.00 WIB, Yet terbangun dan melihat asap mengepul. Pedagang sayur di Pasar Pagi Sebanga, Duri, yang sering bolak-balik Duri-Bukittinggi ini langsung, memberi tahu ke sopir. “Saya bilang ( ke sopir), kok ada asap,” katanya. Sopir pun langsung menghentikan mobil.
Posisi bus berada di Kilometer 24 Sumbar-Riau, persisnya di sekitar rest area Huluaia, Nagari Aiaputiah, Kecamatan Harau, Kabupaten. Tak lama berselang api langsung memercik di belakang jok tempat duduk sopir.
Suasana langsung panik. Yet dan sopir serta beberapa penumpang berhasil menyelamatkan diri lewat pintu depan. Sementara para penumpang lain berupaya menyelamatkan diri ke pintu belakang. Namun malang, pintu belakang pun tak bisa dibuka.
Penumpang yang mulai menghirup asap tebal makin tak berdaya. Api terus membesar melalap bagian bus. Sebagian penumpang yang masih kuat, ke luar lewat jendela-jendela mobil, setelah memecahkan kaca. Hanya dalam hitungan menit, di pagi jahanam itu api melumat seluruh bagian mobil, termasuk 13 penumpang di dalamnya.
Sulit Dikenali
Informasi bus terbakar bersama penumpang ini cepat menyebar. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Polres Kota Payakumbuh/Limapuluh Kota yang tiba ke lokasi tak bisa berbuat banyak. Bus telah dilumat api. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit RSUD Adnand WD Payakumbuh.
“Awalnya kita dapat informasi korban tewas 14 orang. Tapi sesampainya di rumah sakit dan didata jumlah korban tewas akibat bus terbakar tersebut 13 orang,” kata Direktur RSUD Adnand WD Payakumbuh, dr Herijon.
Dia merinci, ke-13 korban tewas itu masing-masing tiga orang laki-laki dewasa, lima orang perempuan dewasa, tiga orang anak laki-laki, satu orang anak perempuan dan seorang bayi perempuan. “Seluruh korban tewas hangus tidak dapat dikenali dari fisiknya,” ujar Herijon.
Dia menambahkan, selain korban tewas, RSUD Payakumbuh juga merawat 10 korban yang luka-luka. “Setelah diperiksa, empat orang saat ini masih dirawat, dan enam orang sudah diperbolehkan pulang,” lanjutnya.
Selain RSUD Adnand WD, dua orang penumpang juga masih dirawat di RS Yarsi Payakumbuh.
Awalnya petugas rumah sakit kesulitan mengidentifikasi korban tewas. Sebab semua korban tewas hangus terbakar dan terpotong-potong. Beruntung, ada bantuan tim Disaster Victim Identification Polda Sumbar. “Tim akhirnya mengenali ke-13 jenazah korban yang tewas,” tambah Herijon.
Menurut Herijon, jenazah ke-13 penumpang sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah masing-masing. Umumnya, korban berasal dari Kabupaten Agam, Pariaman dan Solok (selengkapnya lihat grafis). Dari 13 korban itu, dua korban ditemukan bertaut, sedang berpelukan.
Sementara itu, 16 orang masih berada di Polres Limapuluh Kota untuk dimintai keterangan, termasuk sopir dan kondektur bus.
“Diduga penyebab kebakaran adanya korsleting di bagian depan bus dan mengeluarkan api, dan saat ini sopir dan kondektur telah kami amankan,” ujar Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Partomo Iriananto. Selain itu di dalam bus juga ada sepeda motor dan kompor gas. Diduga, barang milik penumpang ini ikut memicu cepatnya api melalap bus.
Bus Keluaran Sebelum 2000
Didatangi Riau Pos (Grup Padang Ekspres), Selasa (1/5) sekitar pukul 11.30 WIB, kantor perwakilan PO Yanti Group di Jalan Kelakap Tujuh, Dumai, memang sepi. Hanya ada Zul di dalam ruangan kantor yang berkonstruksi kayu itu. “Yang datang ke sini hanya kawan-kawan wartawan menanyakan soal kecelakaan bus itu,” ujarnya.
Zul menyebutkan ada tiga bus Yanti Group berangkat dari Dumai. Tujuan Bukittinggi berangkat pukul 07.30 WIB, tujuan Solok berangkat pukul 17.30 WIB, dan tujuan Padang berangkat pukul 19.30 WIB.
“Bus kedua yang dengan tujuan Solok itu yang terbakar,” tambah Zul.
Zul mengaku tidak tahu pasti penyebab kebakaran itu. Hanya saja, sebutnya, bus merek Mitsubishi Fuso itu memang keluaran di bawah tahun 2000. Diakuinya pula bahwa bus itu belakangan memang sering rusak.
Terbakarnya bus PO Yanti Group membuat heboh di Duri. Loket PO Yanti di Simpang Tiga Sebanga, Duri silih berganti didatangi pihak keluarga penumpang.
Sementara itu di Kota Solok calon penumpang bus Yanti yang hendak berangkat ke Dumai pun cemas. Mereka khawatir hal serupa kembali terjadi. Pantauan Padang Ekspres di loket PO Yanti Group di Kompleks Terminal Regional Bareh Solok (TRBS), sejumlah penumpang yang dijadwalkan berangkat menuju Dumai pukul 15.00 WIB tampak tegang. Apalagi para agen dan calon penumpang di sekitar loket antusias membicarakan tragedi maut di Kelok Sembilan.
Segera Ungkap Penyebab Kebakaran
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama sejumlah pejabat terkait siang kemaring meninjau langsung bus yang terbakar. “Kejadian ini akan segera diproses dan diteliti semaksimal mungkin, untuk mengetahui penyebab kebakaran bus. Apakah karena faktor kelalaian sopir atau faktor teknis kondisi bus,” ujar Irwan Prayitno didampingi Wawako Payakumbuh Syamsul Bahri di Kelok Sembilan.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Akmal yang ditemui wartawan di RSUD Adnan WD Payakumbuh, mengatakan, pihaknya akan melakukan lagi evaluasi terhadap kelayakan kendaraan angkutan umum. “Kita akan evaluasi lagi. Ini kan AKAP dan izinya dari Dirjen Perhubungan Darat,” ungkapnya
Sementara apakah akan diberikan sanksi atau tidak, Kadis Perhubungan Sumbar ini, akan melakukan penyelidikan terlebih dulu. ”Kita akan selidiki dulu apa penyebab terjadinya kecelakaan ini,” tandas Akmal.
Walau begitu, yang pasti bus Yanti yang terbakar memang tak layak jalan. Paling tidak bus nahas itu telah habis masa kir. “Masa uji kendaraan atau kir Bus PO Yanti Group yang terbakar di Huluaia, memang sudah lewat. Bus terakhir kali dikir Agustus 2011 di Riau, idealnya 6 bulan kemudian harus di kir kembali,” ujar Dirlantas Polda Sumbar Kombes Ibnu Isticha.
Kepala UPTD Kir Bukittinggi, Masril B Datuak Mangkuto Sati juga mengakui, kir Bus Yanti Group BA 3653 L dari kirnya sudah mati sejak 22 Januari 2011. “Tercatat sudah mati Kir sejak 22 Januari 2011. Sementara itu di pelat Kir-nya terlihat mati kir sejak Juli 2011. Kita tidak tahu, di mana kir dilakukan,” ujarnya.
Sayang, Ibnu maupun Masril, tidak mau berkomentar banyak soal proses kir dan tanggung jawab Dinas Perhubungan ataupun KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). “Soal itu, saya tidak enak berkomentar. Yang jelas, untuk pengujian kendaraan bermotor, di kepolisian itu hanya menguji 11 jenis yang terkait dengan nampak di luar. Sedangkan teknis seperti mesin, itu dilakukan Dinas Perhubungan,” ujar Ibnu.
Kendati demikian, Ibnu memastikan, Dirlantas Polda Sumbar dan Polres Limapuluh Kota, bekerja sama dengan tim investigasi gabungan, akan mengusut tuntas kasus terbakarnya bus PO Yanti di Huluaia, Harau. (frv/rpg/ope/mg9)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
PPS Rawan Diintervensi
Paralu dijago bana tu.........................!
Sumbar Kecipratan Rp48 M
Lai ndak digigik mancik pulo beko tu....!
Tower Tumbang, Listrik Padam
Apo dek itu lampu acok mati kini...............?