Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 13:48:10 WIB

Ke Puncak atau Melorot

Padang Ekspres • Senin, 30/04/2012 14:27 WIB • (jig/zl) • 723 klik

Padang, Padek—Posisi Semen Padang saat ini benar-benar rawan. Setelah dikudeta PSM Makassar (26 poin) di puncak klasemen, posisinya sebagai runner up dengan donasi 24 poin, bakal di ancam Persibo Bojonegoro yang menguntit di posisi ketiga dengan 23 angka.


Makanya, dalam laga menjamu Bontang FC di Stadion Agus Salim malam nanti (30/4), tidak ada pilihan lain, Semen Padang wajib menang. Jika kalah, bukan saja impian merebut kembali tampuk pimpinan klasemen tak kesampain, posisi runner up berpotensi bakal diambil alih Persibo.


“Kami akui, saat ini situasinya sedang rentan. Karena itu kami mewanti-wanti pemain untuk menunjukan permain terbaiknya saat melawan Bontang besok (hari ini, red),” kata pelatih Semen Padang, Haji Suhatman Imam kepada Padang Ekspres, Minggu (29/4).


Di atas kertas, Semen Padang sejatinya tidak bakal mengalami kesulitan meraih poin penuh. Selain bermain di hadapan publiknya sendiri, tuan rumah jauh lebih baik di banding tim tamu. Tim dari Bumi Borneo, menghuni peringkat nomor dua paling bawah (11), dengan nilai 10.


Hanya saja, sepak bola bukan hitung-hitungan di atas kertas. Apalagi, meski diperkuat lima pemain yang tergabung di timnas senior; Hengky Ardiles, Jandia Eka Putra, Vendry Ronald Mofu, Ferdinand Alfred Sinaga dan Joshua Pahabol, namun sejumlah pilar lainnya juga dipastikan tidak ikut memperkuat tim.


Palang pintu Abdurrahman yang diharapkan bisa memutus pergerakan bola ke jantung pertahanan tim, terpaksa harus duduk dari atas tribun. Menyusul akumulasi yang diterima pemain jangkung tersebut.


Masalah lini belakang rumit, David Pagbe juga dipastikan tak bisa bermain. Hingga kemarin legiun asal kamerun itu masih disibukan dengan masalah Kitas yang tak kunjung beres. SementaraTommy Rifka yang masih menjalani skorsing tiga laga. (jig/zl)


[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Nakhoda Baru Komisi Yudisial

KOMISI Yudisial (KY) baru saja memilih pemimpin baru. Lembaga pengawas para hakim itu kini dipimpin Suparman Marzuki. Dia menggantikan Eman Suparman yang sudah 2,5 tahun menjadi ketua KY. Pria kelahiran 2 Maret 1961 tersebut sebelumnya menjabat ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi. Suparman akan dibantu Abbas Said sebagai wakil ketua KY.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Kamis, 20 Juni 2013

Hasil Pleno PAN Tuai Polemik

Namo e politik tu iyo ado polemik......!


333 JCH Batal Berangkat

Basaba sajo,  nan pantiang adoh niaik ...............................................!


Bemokrat Serahkan Hand Traktor

Lai ndak udang balik bak wan tu..............?