Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 13:21:04 WIB
RAKYAT SUMBAR

Sekeluarga Tewas Terbakar

5 Tewas, 4 Kritis, Mobil Pemadam Terlambat

Padang Ekspres • Senin, 30/04/2012 10:38 WIB • (mg15/yo/di/sih) • 1287 klik

Tragis: Empat kantong mayat berjejer berisi korban tewas akibat kebakaran di Tar

Pessel, Padek—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) sepertinya tak ada alasan lagi untuk tidak menambah armada pemadam kebakaran, dan menyebar pos pemadam ke sejumlah titik padat penduduk. Ganasnya dampak kebakaran yang terjadi di dekat Pasar Kecamatan Koto XI Tarusan dini hari kemarin (29/4), diyakini ikut dipicu oleh persoalan pemadam kebakaran ini. Lima nyawa melayang, dan empat warga lainnya kritis ketika api dengan leluasa melahap empat rumah sekaligus.


”Evakuasi korban baru bisa dilakukan pukul 06.00 WIB, setelah kobaran api mulai mengecil,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel Doni Gusrizal. Padahal api sudah mulai membesar sekitar pukul 02.30 WIB. Sementara itu, satu unit mobil pemadam kebakaran baru datang dari Painan—sekitar 25 km dari Tarusan—baru tiba sekitar pukul 04.00 WIB. Pessel saat ini hanya punya dua mobil pemadam kebakaran: satu di Painan, dan satu lagi di Balaiselasa. “Minimal Pessel punya enam pos (dengan enam mobil pemadam kebakaran),” kata ujar Doni.


Lima warga yang tewas dalam kebakaran itu adalah, Nurinis, 70, bersama anaknya Jusna Viva, 40, dan cucunya Nabila, 12. Korban lainnya dalah Upik, 50, masih sepupu Jusna, dan Kori Kurnia Putri, 12, yang masih terbilang keluarga Nurinis. Saat evakuasi empat korban sulit dikenalim karena sudah menghitam karena terbakar. Sementara itu, Kori meninggal di RS M Djamil Padang, karena luka bakar yang parah, dan kesulitan bernafas setelah menghirup asap.


Kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 02.30 WIB. Keempat rumah yang terbakar berjejer persis berdampingan dengan Pasar Tarusan, di Kenagarian Nanggalo, Kecamatan Koto XI Tarusan. Tiga rumah ludes, sementara satunya terbakar sebagian. Ke empat rumah dihuni oleh enam kepala keluarga, yakni keluarga Zairul, Gusmaidi, Pidin, Masni, Isus dan Jon Arpen. Lima korban tewas adalah keluarga Zairul, 65, dan Gusmaidi, 40 yang tinggal serumah. Nurinis adalah mertua Zairul, dan Upik istrinya, serta Nabila keponakannya. Kori adalah anak Gusmaidi.


Hingga tadi malam Gusmaidi, bersama kedua anaknya Oktaria, 13, Fasra Wijaya, 6, dirawat di RS M Zen Painan. Istri Gusmaidi Yuli Fitri Suwita alias Wiwit, 33, dirawat RSUP M Djamil Padang.


Sementara itu, keluarga Pidin, Masni, Isus dan Jon Arpen selamat dari kobaran api, dan hingga tadi malam menginap di salah satu rumah tetangga. Semua korban kebakaran adalah pedagang di Pasar Tarusan. Selain korban jiwa dan luka-luka, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp600 juta.


Sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebutkan api berasal dari rumah yang dihuni keluarga Zairul dan Gusmaidi. Di rumah itu, terdapat empat kamar yang dihuni 10 orang. Selanjutnya api menjalar ke tiga rumah lain yang berada di sebelahnya. Api diketahui warga sekitar pukul 02.30 WIB. Mereka kemudian berinisiatif memberi pertolongan memadamkan api yang melalap rumah yang sebagian terbuat dari kayu itu.


Bersamaan dengan itu warga juga berusaha mengevakuasi penghuni rumah. Namun usaha warga yang menggunakan peralatan seadanya tak berhasil meredam api yang terus membesar. Saat itu, Upik sempat terbangun, karena merasakan panas. Dia membangunkan suaminya Zairul. Dalam kondisi setengah sadar, Zairul berusaha menyelamatkan dirinya dan anggota keluarga lainnya.


Zairul membawa sang istri ke luar rumah. Namun pegangan tangannya terlepas. Zairul berhasil keluar, tapi istrinya terkepung di dalam rumah dan akhirnya tewas terbakar. Sedangkan ibu mertuanya Nurinis, dan iparnya Jusna Viva, bersama anak Jusna, Nabila, juga terjebak di kamar dan tewas terbakar.


Di kamar lain, keluarga Gusmaidi panik ketika terbangun melihat api telah membesar. Gusmaidi bersama anaknya Oktaria, dan Fasra Wijaya, dirawat di RS M Zen Painan, karena luka bakar dan sesak napas akibat terlalu lama terkurung di dalam rumah. Yuli Fitri Suwita alias Wiwit, dan anak keduanya Kori Kurnia Putri, awalnya juga dirawat di RS M Zen Painan, tapi kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang karena luka bakar yang dialaminya sangat parah.


Kori dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 12.15 WIB, setelah mengalami kesulitan bernafas. “Korban meninggal setelah tim medis melakukan pertolongan di resusitasi IGD RSUP M Djamil,” kata Kabag Tata Usaha RSUP M Djamil Padang Gustavianof, kemarin.


Wiwit mengalami luka bakar parah di bagian punggung, perut, tangan dan paha. Hingga pukul 14.00 WIB kemarin, perempuan itu masih dirawat di IGD RSUP M Djamil Padang dalam kondisi lemah.


Zairul mengungkapkan saat kebakaran, semua penghuni rumah tertidur. Dia berusaha menyelamatkan penghuni rumah, tapi api yang makin membesar membuat dia kesulitan menolong keluarga. “Tapi karena api yang sudah membakar sebagian besar rumah, penyelamatan menjadi sulit,” ungkapnya kepada Padang Ekspres.


Sumber api diduga dari api kompor yang lupa dimatikan, lalu tertiup angin dan menyambar sepeda motor yang berada di dekat kompor. Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Pessel Dahler mengaku kewalahan memadamkan api, karena sebagian rumah terbuat dari kayu dan sulitnya mencari sumber air. “Kami terpaksa bolak-balik mengisi air untuk memadamkan rumah tersebut, namun kita bersyukur api akhirnya dapat dipadamkan,” ujarnya.


Wakil Bupati Pessel Editiawarman datang ke lokasi kejadian, menghibur keluarga korban. Dia juga menyerahkan bantuan berupa bahan makanan, peralatan memasak dan mandi.


Bagi yang masih dirawat di rumah sakit, kata Editiawarman, semua biayanya ditanggung oleh pemerintah. “Biaya akan ditanggung sampai sembuh,” kata Editiawarman. Sedangkan rumah yang hangus terbakar, menurutnya akan kembali dibangun dengan bantuan dana Badan Amil Zakat (BAZ) masing-masing sebesar Rp15 juta. “Selain dari BAZ, kita berharap donatur lainnya turut membantu,” tambahnya.


Sembilan Kebakaran
Kebakaran di kawasan Pasar Tarusan menambah daftar bencana yang sama di Pessel. Tahun ini sudah terjadi sembilan kali kebakaran. Dari sembilan kejadian itu, menurut catatan BPBD Pessel, yang terdapat korban meninggal, hanya di Tarusan.
Berdasarkan hitungan sementara BPBD, di samping korban meninggal, kerugian ditaksir mencapai Rp600 juta. Bangunan dan semua perabotan tidak bisa diselamatkan, termasuk dua unit sepeda motor.


Doni Gusrizal, menyebutkan Pessel memang masih mengalami berbagai keterbatasan sarana dan prasarana penanganan bencana kebakaran. Keterbatasan membuat kedatangan tim penyelamat sering terlambat. Tahun 2012 ini, kata dia, anggaran BPBD Pessel Rp1,06 miliar. Dana sebesar itu, BPBD tidak bisa berbuat banyak melengkapi prasarananya.


Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Solok Selatan (Solsel). Rumah milik Syamsul Bahri, 45, di Jorong Sungaipenuh, Nagari Lubuk Ulang-Aling Selatan, Sangir Batang Hari itu, ludes dilalap api Sabtu (28/4). (mg15/yo/di/sih)



[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!