- 14:22 WIB
- 14:21 WIB
- 14:21 WIB
- 14:17 WIB
- 14:19 WIB
- 14:18 WIB
- 14:17 WIB
- 14:16 WIB
- 14:16 WIB
- 13:30 WIB
Kota Payakumbuh
Dua Balon Independen masih Bisa Gugur
Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Sabtu, 28/04/2012 12:39 WIB • (frv) • 520 klik
NASIB dua pasang bakal calon wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh dari jalur perseorangan atau independen, ternyata sama dengan nasib lima pasang bakal calon wali kota dan wakil wali kota dari partai politik ataupun gabungan partai politik.
Kedua pasang bakal calon dari jalur independen itu, yakni pasangan Haji Desra-Fitma Indrayani dan pasangan Mulyadi Afmar-Edward DF, juga bisa terancam gugur dari bursa pencalonan, karena formulir yang mereka ajukan kepada Komisi Pemilihan Umum, belum lengkap.
Koordinator Divisi Sosialiasi KPU Yuzalmon menjelaskan, setiap bakal calon wali kota dan wakil wali kota dari jalur perseorangan atau independen, harus mengisi 3 jenis formulir. Formulir pertama, diisi bersama. Formulir kedua dan ketiga, diisi masing-masing bakal calon.
Untuk formulir pertama yang harus diajukan pasangan pasangan Haji Desra-Fitma Indrayani, bermaterikan 5 item. Dari 5 item tersebut, baru 1 item yang memenuhi syarat, yakni berita acara verifikasi jumlah dukungan masyarakat. Sedangkan 4 item, belum terpenuhi.
Kemudian, dalam formulir kedua yang harus diajukan Haji Desra, terdapat 20 item atau syarat yang harus dipenuhi. Dari 20 item tersebut, baru 8 item memenuhi syarat. Sedangkan 8 item belum diajukan atau belum dilengkapi dan 4 item belum memenuhi syarat.
Pasangan Haji Desra, Fitma Indrayani, begitu pula kondisinya. Dari 20 item atau syarat yang harus diajukan Fitma, baru 10 item yang memenuhi syarat. Sedangkan, 5 item belum diajukan, dilengkapi atau dilegalisir Fitma, dan 5 item lainnya juga belum memenuhi syarat.
Sementara, untuk formulir yang harus diisi bersama oleh pasangan Mulyadi Afmar-Edward DF,dilaporkan KPU juga belum lengkap. Dalam formulir bersama itu, ada 5 item yang harus diajukan pasangan Mulyadi-Edward. Sayang, dari lima itu, baru 1 yang terpenuhi.
Sedangkan empat item lainnya, yakni surat pencalonan, formulir nama tim kampanye dan juru kampanye, fotokopi rekening khusus dana kampanye, serta naskah visi-misi, belum diajukan oleh pasangan Mulyadi Afmar-Edward DF kepada KPU. Tidak itu saja, formulir yang harus diisi sendiri oleh Mulyadi Afmar juga belum lengkap. (frv)
[ Red/Redaksi_ILS ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
Siswa Luar Serbu Padang
Batambah macet Padang mah.....................................!
Angin Ribut Landa Solok
Hati-hati beko talendo..........................!
Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih
Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?