Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 05:23:14 WIB
PRO SUMBAR

Diklaim Penduduk Miskin Terus Berkurang

Padang Ekspres • Jumat, 27/04/2012 12:35 WIB • (ris) • 300 klik

Ubah Taraf hidup:  Wagub Sumbar Muslim Kasim sosislisasikan  PNPM Mandiri di Pad

Padang, Padek—PNPM Mandiri Perdesaan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya masyarakat miskin atau kelompok perempuan. Asal dalam pengambilan keputusan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pelestarian pembangunan dilibatkan ninik mamak, bundo kanduang serta pemangku-pemangku adat dan tokoh masyarakat lainnya.


“Dengan begitu, kebijakan dan program-program pemerintah bagi masyarakat miskin bisa terealisasi tepat sasaran,” ujar Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim pada Sosialisasi PNPM Mandiri Perdesaan kepada Ketua KAN dan Bamus se Padangpariaman, di Hall Kantor Bupati Padangpariaman, kemarin (26/4).


Pengentasan kemiskinan, kata Muslim, perlu peran serta masyarakat. Berawal dari pemahaman kebijakan-kebijakan pemerintah dan kemudian dapat mensosialisasikannya kepada masyarakat. Inisatif, kreatifitas peran sangat perlu ditingkatkan lagi, terutama perempuan yang mempunyai posisi strategis dan penting di dalam masyarakat.


Jumlah angka kemiskinan di Sumbar, kata Muslim, tiap tahunnya berkurang, pada 2010 berjumlah 430.024 orang, sekitar 9,50 persen, dan mengalami penurunan untuk tahun 2011 yang berjumlah 442.085 orang atau sekitar 9,04 persen. Ini salah satu hasil dari tepat dan baiknya pelaksanaan program serta kebijakan pemerintah. Target Sumbar pada tahun 2012 ini angka kemiskinan dapat berkurang lagi menjadi 8,55 persen saja.


“Untuk mencapai target itu, seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah berkolaborasi, bekerjasama untuk dapat segera mewujudkannya dengan terindikatornya masalah-masalah yang dihadapi di masyarakat dan kemudian merumuskan solusi-solusi yang terbaik untuk mengantisipasi dan menyelesaikannya.


Lebih lanjut Muslim mengatakan, strategi utama untuk mengentaskan kemiskinan tersebut adalah dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta perluasan dan peningkatan kesempatan kerja. Pemerintah telah menetapkan master plan ekonomi untuk mewujudkan hal tersebut, yang dibagi dalam cluster-cluster. Untuk cluster pertama dapat diberikan bantuan program seperti beasiswa miskin, jamkesmas, raskin, PKH dan BLT serta bantuan lainnya bila diperlukan. Untuk cluster kedua diberikan bantuan program PNPM, dan cluster ketiga, diberikan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), ketiga cluster ini yang dihuni oleh rumah tangga miskin (RTM), RTSM, RTHM.


“Itulah yang seharusnya kita lakukan. Contohnya apabila di suatu daerah belum memaksimalkan potensi pertaniannya, maka program peningkatan pertaniannya lah yang di usulkan, bukan program lainnya yang tidak berpotensi di daerah tersebut,” jelas mantan bupati Padangpariaman dua periode itu. (ris)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!