Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 16:56:28 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Lima Puluh Kota

Harimau Sumatera Mengganas

Terkam 5 Kambing Peliharaan Warga

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Jumat, 27/04/2012 12:33 WIB • Fajar Rillah Vesky • 1404 klik

Limapuluh Kota, Padek—Kawanan harimau Sumatera kembali mengganas di Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Kali ini, satwa buas yang dilindungi undang-undang itu, mengamuk di Jorong Kototangah, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, dengan menerkam 5 ekor kambing peliharaan warga.


Tidak hanya menerkam kambing, kawanan harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) juga berani keluar-masuk pemukiman penduduk. ”Kami, benar-benar takut dibuatnya. Apalagi, sudah 5 ekor kambing mati diterkamnya,” ujar Ketua Badan Musyawarah Nagari Galugua Ronsi Indris kepada wartawan, Kamis (26/1) siang.


Ronsi mengatakan, harimau yang terlihat keluar-masuk pemukiman penduduk, diperkirkan berjumlah dua ekor. ”Kedua inyiak balang (sebutan warga Galugua untuk harimau) itu, sempat memasuki rumah penduduk yang sudah tidak dihuni lagi. Seluruh penduduk ketakutan,” ucap Ronsi.
Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto didampingi Wakapolres Kompol Emrizal Hanas dan Kapolsek Kapur IX Iptu B Dt Maradjo, mengaku sudah mendapatkan laporan soal mengamuknya kawanan harimau di Nagari Galugua.


Kapolres meminta, masyarakat Nagari Galugua tidak terlalu cemas, tapi harus tetap waspada terhadap ancaman harimau. ”Kita juga sudah menginstruksikan Kapolsek Kapur IX Iptu B Dt Maradjo, agar mengerahkan anggota ke lapangan. Kawal masyarakat dari bahaya dan ancaman keamanan,” imbuh Partomo.


Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Darman Sahladi, meminta, Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau Balai KSDA Sumatera Barat, agar dapat mengirim pawang harimau atau tenaga ahli, untuk menghalau harimau Sumatera yang dilaporkan mengganas di Kototangah, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX.


”Kalau harimau itu menggamuk dan konflik dengan warga, tentu sangat berbahaya. Tidak hanya bagi keselamatan warga, tapi juga bagi harimau yang dilindungi undang-undang,” ujar Darman.


Putra Kecamatan Kapur IX itu juga mendesak pemerintah kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kehutanan dan Polisi Kehutanan, agar segera berkoordinasi dengan Balai KSDA Sumbar.


Sementara itu, sejumlah peneliti harimau Sumatera dari WWF Indonesia (organisasi non pemerintah yang menangani masalah konservasi dan lingkungan), memperkirakan, harimau Sumatera berani masuk pemukiman penduduk, karena habitatnya atau daerah sebarannya terganggu, akibat pembukaan lahan untuk pertanian, perkebunan, pembalakan ataupun pembangunan jalan.


Koordinator Program Konservasi Harimau dan Gajah Sumatera di WWF-Indonesia, Sunarto menyebut, dalam kondisi tertentu harimau dapat menggunakan kawasan hutan tanaman akasia, perkebunan sawit, dan perkebunan karet sebagai wilayah jelajahnya. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!