- 07:29 WIB
- 13:29 WIB
- 13:27 WIB
- 13:26 WIB
- 13:24 WIB
- 13:24 WIB
- 13:23 WIB
- 13:21 WIB
- 13:20 WIB
- 13:19 WIB
Kota Bukittinggi
Pansus Tolak KPT
Tujuh SKPD Dipanggil Dewan
Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Jumat, 27/04/2012 12:28 WIB • (rul) • 337 klik
Bukittinggi, Padek— Enam dari tujuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bukittinggi, Kamis (29/4), dipanggil secara bergiliran ke Gedung DPRD oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD. Namun satu SKPD dari Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) ditolak kehadirannya oleh Pansus karena tidak dihadiri oleh kepala KPT.
Pansus Laporan Kerja PertanggungJawaban (LKPJ) Wali Kota Bukittinggi Tahun Anggaran (TA) 2011 yang dibentuk DPRD Bukittinggi, minggu lalu itu, menurut Ketua Pansus LKPJ, M Nur idris, diundangnya tujuh SKPD mulai Kamis pagi sampai malam hari itu, untuk menjelaskan program dan kegiatan mereka tahun 2011.
“Satu SKPD dari KPT diundur oleh pansus karena pimpinannya tidak bisa hadir,” kata M. Nur Idris kemarin. Sementara enam SKPD lainnya yang dipanggil pada hari pertama itu, adalah Dinas Pendidikan Pemuida dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata.
Dalam paparan SKPD, Pansus dapat melihat kinerja masing-masing SKPD, baik dalam capaian target dan realisasi yang sudah dikerjakan selama tahun 2011. “Kita cross chek capaian kinerja yang dilaporkan, terutama yang mencapai sasaran 100 persen dan yang kurang dari 100 persen dari paparan SKPD,” jelas Ketua Komisi A itu.
Sementara itu, Wakil Ketua Pansus LKPJ, Maderizal, menyebutkan, untuk memperkuat rekomendasi DPRD atas LKPJ Wali Kota ini kepada SKPDPemko Bukittinggi, pihaknya meminta untuk melampirkan data Rencana Kerja (Renja) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemrintahan (LAKIP) tahun 2011 lalu. “Ini sangat diperlukan oleh pansus untuk menilai, apakah laporan realisasi pencapaian kinerja yang disampaikan SKPD itu sudah sesuai yang mereka laporkan,” sebut Maderizal. (rul)
[ Red/Redaksi_ILS ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
PPS Rawan Diintervensi
Paralu dijago bana tu.........................!
Sumbar Kecipratan Rp48 M
Lai ndak digigik mancik pulo beko tu....!
Tower Tumbang, Listrik Padam
Apo dek itu lampu acok mati kini...............?