Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 05:31:02 WIB
RAKYAT SUMBAR

Gempa Darat Ancam 5 Daerah

Sesar Semangko di Merapi dan Talang Aktif

Padang Ekspres • Sabtu, 30/04/2011 08:47 WIB • rijal islamy • 752 klik

PERALATAN KURANG: Banyak kabupaten dan kota di Sumbar rawan bencana seperti long

Kota Solok, Kabupaten Solok, Padangpanjang, Tanahdatar dan Agam menjadi daerah yang paling rawan terjadinya gempa berkekuatan besar. Sebab, daerah itu dekat dengan Gunung Talang dan Gunung Merapi. Potensi aktivitas vulkanik di dua gunung itu dan aktivitas tektonik oleh cesar (patahan) semangko sangat besar.
“Parahnya, gempa tersebut merupakan gempa darat dengan daya rusak lebih hebat daripada gempa yang berpusat di laut,” kata


Kasi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Padangpanjang Buha Simanjuntak dan Koordinator Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumbar Taufik Gunawan, pada seminar BMKG di Aula Bappeda Kota Solok, kemarin.


Gunung Talang dan Gunung Merapi hingga kini masih dinyatakan aktif. Sementara cesar semangko, merupakan patahan yang paling aktif dibanding 10 cesar lain di Pulau Sumatera. Dua kondisi tersebut (aktivitas vulkanik dan tektonik) akan menyebabkan gempa besar bila terjadi bersamaan atau beriringan.
Kawasan Danau Singkarak yang merupakan patahan paling aktif di cesar semangko menjadi daerah rawan karena diapit dua gunung api aktif. Gempa cukup besar pernah terjadi tanggal 6 Maret 2007 lalu yang berpusat di Muara Danau Singkarak, tepatnya di Gunungrajo, Tanahdatar.


Saat itu, kekuatan gempa hanya skala 6,4 SR dengan kedalaman 19 kilometer. Meski terbilang kecil, daya rusaknya luar biasa. “Itulah bedanya gempa yang berpusat di darat dan di laut. Gempa darat, efek kerusakan sangat parah pada infrastruktur, tapi gempa laut, ketakutan terhadap tsunami yang jauh lebih besar. Namun kami sama sekali tidak berniat menakut-nakuti masyarakat di kawasan tersebut. Karena hingga saat ini belum ada satu pun ahli yang mampu memprediksi terjadinya gempa. Namun potensi (adanya gempa besar, red) di jalur cesar semangko tersebut sangat besar,” ujar Taufik.


Gempa besar di wilayah Solok telah terjadi beberapa kali dan menyebabkan kerusakan parah. Itu terjadi ratusan tahun lalu. Gempa besar pertama terjadi tahun 1797 dengan kekuatan 8,4 SR. Disusul gempa 8,6 SR tahun 1833. Di abad XX, gempa besar tercatat dua kali yang juga menyebabkan kerusakan parah. Pertama tahun 1926 dengan kekuatan 6,8 SR di kedalaman 10 kilometer dan tahun 2007 dengan kekuatan 6,4 SR dengan kedalaman 19 kilometer.


“Gempa vulkanik dan tektonik hanya akan terjadi pada patahan dan pertemuan lempeng. Kawasan Danau Singkarak dan jalur patahan lainnya di Sumbar juga ikut dipengaruhi pergerakan lempeng Indo Australia di sepanjang pantai barat Sumatera hingga selatan Pulau Jawa. Setiap tahun lempeng tersebut bergerak 71 milimeter. Ini ikut mempengaruhi pergerakan di cesar semangko dan aktivitas vulkanik di Gunung Talang dan Gunung Merapi,” ungkap Buha.


Buha mengingatkan bahwa gempa besar tersebut adalah kenyataan adanya potensi. “Meski potensi tersebut tetap ada, namun terjadinya gempa tetap rahasia Tuhan tanpa ada satu pun manusia yang bisa memprediksinya,” ujarnya. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Kamis, 04/08/2011 - Jam 08:10 WIB
Berita nya bagus.Namun saya menginginkan berita yang lebih banyak...,


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!