Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 09:58:55 WIB
PRO SUMBAR

Ujian Nasional Pertaruhan Gengsi dan Kredibilitas

Padang Ekspres • Minggu, 22/04/2012 11:13 WIB • (hijrah adi sukrial) • 1211 klik

Ujian Nasional

Tahun ini, Ujian Nasional (UN) yang selama ini menjadi tolok ukur keberhasilan siswa, sekolah, guru, kepala dinas, kepala daerah hingga menteri kembali dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Di Sumbar, UN diikuti 46.497 siswa SMA/MA dan SMK sebanyak 18.716 siswa. Sedangkan peserta tingkat SMP/SMPLB/SMPLB/MTs sebanyak 84.920 pelajar dan 100.137 murid pada tingkat SD/MI/SDLB.


Untuk tingkat SMA/MA dan SMK telah selesai dilaksanakan 16-19 April 2012. Sementara UN susulan digelar 23-26 April 2012. Kemudian, untuk tingkat SMP sederajat, UN utama digelar 23-26 April 2012. Sedangkan UN susulan digelar 30 April dan 1-4 Mei 2012.


UN seakan-akan adalah hal yang sangat menakutkan di kalangan siswa. Sehingga cara apa pun dilakukan agar bisa sukses menjalankan ujian yang menelang anggaran lebih dari Rp500 miliar ini. Selain itu, walaupun kualitas siswa mampu untuk menjawab soal-soal yang diujikan, mereka seakan kehilangan kepercayaan diri. Karena, di mata siswa nilai UN benar-benar menentukan.


Esa Prima Sari, siswi SMA PGRI 1, mengaku soal ujian nasional tahun ini berat. Dia menyebutkan, sebenarnya, soal yang diujikan pernah diajarkan guru kami sebelum UN. “Tapi, karena ini UN yang menentukan lulus atau tidak lulus, memaksa kami berhati-hati. Akibatnya, grogi dan takut jawaban salah,” ungkap sisiwi kelas III IPS 5 ini.


Sementara, Debi Olga ,17, siswi kelas III IPS IV SMA PGRI 1 mengatakan untuk mengerjakan soal UN memang banyak tantangannya. “Meski demikian, saya terpaksa harus menjawab soal UN itu semampu saya. Saya berharap, kerja keras ini bisa lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap gadis mungil itu.


Tahun ini banyak pihak yang mengatakan bahwa pelaksanaan UN sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Memang, berbagai cara dilakukan pemerintah untuk meminimalisir kecurangan. Paket soal dibuat lebih banyak dari sebelumnya, jika tahun sebelumnya hanya dua paket, maka tahun ini dibuat lima paket. Sedangkan untuk penataan tempat duduk, UN tahun ini lebih diperketat dengan menggunakan sistem silang antara paket-paket soal yang ada.


Bahkan, pendistribusiannya dilakukan dengan sangat ketat. Pendistribusian soal UN ke kabupaten dan kota dilaksanakan melalui Polres/Polresta. Menjelang dikirim ke sekolah, soal diinapkan di polsek-polsek. Soal baru diantar pada Senin pagi dan diantarkan ke sekolah-sekolah dengan dikawal polisi berpakaian preman.


Memang, masih banyak kunci jawaban yang beredar di kalangan siswa. Ada yang percaya ada yang tidak. Pantauan Padang Ekspres di salah satu SMA di kawasan Jati, ketika UN tingkat SMA beberapa hari yang lalu, terlihat para siswa membagi kunci jawaban bahasa Indonesia. Aksi itu dilakukan satu jam sebelum UN dimulai. Para siswa rata-rata mengaku menggunakan kunci jawaban tersebut. Pemandangan itu hampir terjadi setiap hari.      


Namun, Dinas Pendidikan Padang mengklaim pelaksanaan ujian nasional lancar dan tidak menerima laporan kecurangan.
“Kita telah cek kunci jawaban yang beredar di siswa itu tidak ada yang benar. Dari pengakuan sejumlah siswa, mereka tidak menggunakan kunci jawaban itu karena telah mengetahui ketidakcocokan kunci tersebut,” kata Kabid Pendidikan Menengah Disdik Padang, Jufril Siry.


Ini dibenarkan salah seorang guru Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Pramuka Al-Hira Tanahdatar. Menurutnya, siswa tidak percaya dengan kunci jawaban yang beredar. Mereka lebih memilih mengerjakan UN berdasarkan isi kepala mereka sendiri. “Alhamdulillah, anak-anak tidak percaya dengan segala rumor yang beredar. Mereka focus melaksanakan UN berbekal kemampuan mereka. Semoga mereka mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar alumni UNP ini.


Setelah siswa SMA bias bernafas lega sejenak, besok (23/4) siswa SMP akan berjibaku menghadapi perjuangan berat untuk lulus UN, sebagai salah satu syarat untuk lulus sekolah dan melanjutkan ke gerbang berikutnya.  


Untuk tingkat SMP sederajat, UN utama digelar 23-26 April mendatang. Sedangkan UN susulan digelar 30 April dan 1-4 Mei 2012. Naskah soal Ujian Nasional tingkat SMP/MTs dan SMPLB Sumbar, untuk kabupaten sudah mulai didistribusikan sejak Jumat (20/4) melalui tempat penyimpanan sementara gudang Grafika Padang.


Ketua pelaksana UN SMA, Bustavidia didampingi Sekretaris UN, M Zakri mengatakan, pendistribusian naskah  soal beserta lembaran jawaban dibawah pengawasan aparat kepolisian untuk sementara  dititip terlebih dahulu di masing-masing Polsek menjelang pelaksanaan ujian. Pada saat akan ujian baru diambil oleh pihak sekolah penyelenggara.


Dia yakin, setelah dilakukan validasi secara otomatis semua peserta yang terdaftar siap untuk mengikuti ujian nasional pada tahun ini. “Kita meyakini, para siswa tentu semakin siap baik secara fisik maupun mental, untuk menghadapi UN tahun ini, karena telah belajar dari pengalaman para senior mereka,” katanya.


Guna menjaga ketertiban dan keamanan saat pelaksanaan UN, selain peserta dan pengawas, tidak dibenarkan memasuki ruang ujian. Meskipun seorang kepala daerah, peraturan UN tahun ini mempertegas agar kepala daerah yang melakukan peninjauan ke lokasi UN, untuk tidak memasuki rungan dengan alasan apapun. “Hal ini juga dipertegas oleh surat edaran dari gubernur agar pelaksanaan UN berlangsung lebih tertib,” katanya.


Bustavidia menambahkan, jika setiap unsur yang terlibat dalam pelaksanaan UN dapat memahami dan mengikuti aturan yang telah ditentukan, sudah dipastikan pelaksanaan UN tahun ini akan berlangsung jujur dan lebih tertib. (hijrah adi sukrial)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!