Sabtu, 25 Mei 2013 - 15 Rajab 1434 H 16:34:20 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Potret Nagari Kampung Pinang, Lubukbasung, Kabupaten Agam

Fokus Perbaiki Pelayanan Publik

Padang Ekspres • Berita Sosial • Kamis, 17/03/2011 11:55 WIB • yuharnel • 360 klik

Penduduk yang ingin mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu keluarga dan akta kelahiran datang ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Mereka cukup menunggu di rumah. Petugas dari nagarilah yang akan menjemput data setiap warga ke alamat masing-masing. Untuk memudahkan kerja petugas, nagari bekerja sama dengan kader posyandu.


”Kami lakukan perbaikan layanan publik melalui sistem jemput bola. Masyarakat tak perlu lagi repot-repot ngurus ke instansi terkait. Jika datanya sudah terkumpul, petugas dari nagari yang mengurusnya ke dinas dan kemudian dibagi ke masyarakat,” ujar Sekretaris Nagari Kampung Pinang A Datuk Rajo Mudo kepada Padang Ekspres, Rabu (16/3)
Dengan cara itu, saat ini semua penduduknya sudah memiliki administrasi kependudukan yang lengkap. Jadi saat mereka mengurus sesuatu yang harus melampirkan KTP, KK dan lainnya sudah tersedia, tak harus mengurus lagi ke instansi terkait.


Selain memperbaiki pelayanan dalam bidang administrasi kependudukan, pemerintah nagari juga mendorong masyarakat untuk membentuk kelompok tani. Kelompok ini kemudian dikonsolidasikan lagi ke dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan).


Masalah hama yang sering membuat petani gagal panen di atasi dengan membentuk posko pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Jadi saat OPT muncul bisa segera terdeteksi  sehingga petugas dari Dinas Pertanian cepat mengambil langkah antisipasi.  


Pasar sebagai sentra ekonomi juga ditata dengan baik. Pemerintah membentuk badan pengelola pemilik pasar yang di SK-kan oleh bupati. Saat ini semua lembaga yang sudah dibentuk ini sudah memberikan kontribusi positif untuk nagari. Pasar misalnya tak lagi kotor karena ada petugas yang membersihkannya secara rutin.


Untuk meningkatkan pelayanan, pemerintah sedang mengusahakan pembangunan kantor wali nagari yang lebih representatif. Pembangunnya sudah dimulai sejak tahun 2008 lalu dengan partisipasi semua anak nagari melalui goro badunsanak.


PKK juga turut membantu pemerintahan nagari dalam percepatan pembangunan. Ketua PKK Kampung Pinang Rosmery mengatakan tahun ini pihaknya fokus meningkatkan kesehatan keluarga masyarakat.


Tahun 2009, partisipasi warga terus meningkat menjadi Rp77 juta. ”Namun dana dari partisipasi warga itu belum cukup untuk membangun kantor secara keseluruhan. Saat ini yang sudah rampung baru pondasi halaman, atap dan peralatan kantor yang sederhana,” ujarnya.


Untuk kelanjutan pembangunan kantor wali nagari itu masih dibutuhkan dana Rp1,2 miliar. ”Untuk itu, kami berharap Pemkab Agam menganggarkan bantuan dana untuk kelanjutan pembangunannya,” ujarnya. Ketua PKK Kampung Pinang Rosmery mengungkapkan untuk tahun 2011 pihaknya akan fokus memberdayakan keluarga untuk meningkatkan status kesehatan keluarga, termasuk status balita sehingga masyarakat lebih produktif dalam mengisi pembangunan.


Kegiatan ini tentunya membutuhkan kerja sama dengan lintas sektor dan masyarakat serta Pemkab Agam baik dari segi dana, sarana dan prasarana untuk kesuksesannya. (***)

[ Red/ ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?