Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 02:33:27 WIB
RAKYAT SUMBAR

Ketua Hanura Solok Ditahan

Rekayasa Pembakaran Toko

Padang Ekspres • Sabtu, 14/04/2012 09:34 WIB • (rzy) • 747 klik

(*)

Solok, Padek—Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Solok, Ardianto ditahan aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok, kemarin. Dia ditahan atas kasus dugaan rekayasa pembakaran toko P&D miliknya sendiri Toko Kurnia Maju tahun 2006 lalu.

Ardianto diduga sengaja membakar tokonya sendiri dengan dalih mendapatkan uang asuransi kebakaran. Kemarin, politisi Solok ini resmi menjadi salah seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Laing Kota Solok sebagai tahanan titipan Kejari Solok.


Ardianto ditahan Satreskrim Polresta Solok setelah ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (11/4). Setelah berkasnya lengkap (P-21), ia resmi menjadi tahanan Kejari Solok. Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Solok, Syahrial ketika dikonfirmasi, tidak bersedia berkomentar banyak. Ia hanya membenarkan bahwa pihaknya telah menahan Ardianto.


Kasus Haji Anto—demikian panggilan akrabnya—telah lama menjadi cerita miring di masyarakat Kota Solok. Aparat baru bisa menangkapnya enam tahun kemudian. Sementara, dua pelaku pembakaran yang mengaku disuruh Ardianto langsung ditahan, tidak lama setelah kejadian.


Kapolresta Solok, AKBP Lutfi Martadian mengatakan, keterlambatan kasus tersebut bukan disebabkan kelalaian pihaknya. Lamanya penanganan kasus, kata Lutfi,  disebabkan berkas sering bolak-balik antara kejaksaan dan kepolisian.


”Meski sebenarnya kalau sebuah berkas telah diteliti kejaksaan dalam 14 hari, sudah otomatis P-21 dan segera dilimpahkan ke pengadilan.
Tapi untuk menghormati mereka (kejaksaan, red), kita tetap sabar menunggu sambil terus berkoordinasi,” ujarnya.


Kasus Ardianto bermula dari terjadinya kebakaran di Toko Kurnia Maju di kawasan Pasar Raya Solok. Awalnya, kasus ini dianggap kasus kebakaran biasa. Yang membuatnya ganjil, usai musibah tersebut, dana asuransi tersendat keluar. Pasalnya, pihak asuransi tidak langsung percaya begitu saja dengan laporan polisi atas kejadian itu. Mereka kemudian menurunkan petugasnya untuk meneliti apakah ada unsur kesengajaan.


Kecurigaan pihak asuransi inilah menjadi awal kasus ini. Meski tetap bersedia membayar, klaim yang diberikan hanya separuh dari perjanjian semula. Kasus ini semakin seru setelah ternyata Ardianto mengambil tiga paket asuransi dari tiga perusahaan yang berbeda pula. Dugaan rekayasa dan kesengajaan semakin terang setelah didapati bahwa waktu pengambilan ketiga paket asuransi itu, hanya beberapa saat sebelum kebakaran terjadi. (rzy)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!