Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 16:35:51 WIB
RAKYAT SUMBAR

Ketua Hanura Solok Ditahan

Rekayasa Pembakaran Toko

Padang Ekspres • Sabtu, 14/04/2012 09:34 WIB • (rzy) • 745 klik

(*)

Solok, Padek—Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Solok, Ardianto ditahan aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok, kemarin. Dia ditahan atas kasus dugaan rekayasa pembakaran toko P&D miliknya sendiri Toko Kurnia Maju tahun 2006 lalu.

Ardianto diduga sengaja membakar tokonya sendiri dengan dalih mendapatkan uang asuransi kebakaran. Kemarin, politisi Solok ini resmi menjadi salah seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Laing Kota Solok sebagai tahanan titipan Kejari Solok.


Ardianto ditahan Satreskrim Polresta Solok setelah ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (11/4). Setelah berkasnya lengkap (P-21), ia resmi menjadi tahanan Kejari Solok. Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Solok, Syahrial ketika dikonfirmasi, tidak bersedia berkomentar banyak. Ia hanya membenarkan bahwa pihaknya telah menahan Ardianto.


Kasus Haji Anto—demikian panggilan akrabnya—telah lama menjadi cerita miring di masyarakat Kota Solok. Aparat baru bisa menangkapnya enam tahun kemudian. Sementara, dua pelaku pembakaran yang mengaku disuruh Ardianto langsung ditahan, tidak lama setelah kejadian.


Kapolresta Solok, AKBP Lutfi Martadian mengatakan, keterlambatan kasus tersebut bukan disebabkan kelalaian pihaknya. Lamanya penanganan kasus, kata Lutfi,  disebabkan berkas sering bolak-balik antara kejaksaan dan kepolisian.


”Meski sebenarnya kalau sebuah berkas telah diteliti kejaksaan dalam 14 hari, sudah otomatis P-21 dan segera dilimpahkan ke pengadilan.
Tapi untuk menghormati mereka (kejaksaan, red), kita tetap sabar menunggu sambil terus berkoordinasi,” ujarnya.


Kasus Ardianto bermula dari terjadinya kebakaran di Toko Kurnia Maju di kawasan Pasar Raya Solok. Awalnya, kasus ini dianggap kasus kebakaran biasa. Yang membuatnya ganjil, usai musibah tersebut, dana asuransi tersendat keluar. Pasalnya, pihak asuransi tidak langsung percaya begitu saja dengan laporan polisi atas kejadian itu. Mereka kemudian menurunkan petugasnya untuk meneliti apakah ada unsur kesengajaan.


Kecurigaan pihak asuransi inilah menjadi awal kasus ini. Meski tetap bersedia membayar, klaim yang diberikan hanya separuh dari perjanjian semula. Kasus ini semakin seru setelah ternyata Ardianto mengambil tiga paket asuransi dari tiga perusahaan yang berbeda pula. Dugaan rekayasa dan kesengajaan semakin terang setelah didapati bahwa waktu pengambilan ketiga paket asuransi itu, hanya beberapa saat sebelum kebakaran terjadi. (rzy)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!