Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 00:32:04 WIB
METROPOLIS

RSSN Bukittinggi Belum Ada Izin Operasional Kelas B

Padang Ekspres • Rabu, 11/04/2012 12:08 WIB • (no) • 1221 klik

Padang, Padek—Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi belum memiliki izin operasional kelas B. Pasalnya, Dinas Kesehatan Sumbar belum bisa memberikan rekomendasi izin operasional kepada pemerintah Sumbar.

Sebab, RSSN belum menyampaikan laporan tentang pelayanan di luar kewenangan atau kekhususannya, yaitu pelayanan obstetri dan ginekologi, pelayanan mata, serta pelayanan kesehatan anak.


Terkait izin operasional kelas B yang belum dimiliki RSSN Bukittinggi, Komisi IV DPRD Sumbar memanggil pihak RSSN Bukittinggi hari ini (11/4) untuk rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Sumbar.

”Kami meminta penjelasan mereka tentang izin operasional kelas B yang belum bisa diberikan Dinas Kesehatan Sumbar, karena RSSN melaksanakan pelayananan yang di luar kekhususannya itu,” kata Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Marlis, kemarin (10/4).


Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No 340/2012 tentang Klasifikasi Rumah Sakit, sesuai dengan kekhususannya, RSSN Bukittinggi hanya dapat memberikan pelayanan esensial yang meliputi pelayanan emergency, ICU, pemulihan stroke, rehabilitasi, dan pelayanan bedah saraf.

Kemudian, pelayanan spesialis lainnya meliputi penyakit dalam dan jantung. Di samping itu, pelayanan penunjang yang terdiri dari radiologi, anestesi, pathologi klinik, farmasi dan gizi. Di luar pelayanan yang diatur oleh Menteri Kesehatan itu, RSSN Bukittinggi juga melaksanakan pelayanan obstetri dan ginekologi, pelayanan mata, dan pelayanan kesehatan anak.


Terhadap persoalan pelayanan di luar klasifikasi kekhususan itu, Dinkes Sumbar telah menyurati RSSN Bukittinggi pada 6 Februari 2012 lalu. Surat Dinkes Sumbar No PPK.03.668/II/2012 itu meminta laporan dan penjelasan tentang pelaksanaan pelayanan di luar klasifikasi kekhususan tersebut, sehingga proses izin operasionalnya dapat di rekomendasikan ke pemerintah daerah Sumbar.


Proses permohonan izin operasional ini telah diajukan RSSN Bukittinggi sejak 11 April 2011 lalu. Dinkes Sumbar membalas surat tersebut agar melengkapi kekurangan bahan pemberian izin, seperti, profil rumah sakit, dan lain-lain. Kemudian, RSSN Bukittinggi menyampaikan kelengkapan kekurangan bahan pada 6 Juli 2011.

Selanjutnya, Dinkes Sumbar melakukan visitasi ke RSSN Bukittinggi pada 18 Agustus 2011, serta memberikan beberapa catatan menyangkut pelayanan yang dilakukan di luar kekhususan RSSN. Meskipun berjanji menindaklanjuti pemberian layanan di luar kekhususan itu, hingga saat ini belum ada laporan dari RSSN mengenai hal tersebut ke Dinkes Sumbar.


Sebelumnya, RSSN Bukittinggi juga pernah menyelenggarakan pelayanan kebidanan. Namun, sejak Januari 2010 lalu, RSSN Bukittinggi menutup pelayanan kebidanan karena tidak sesuai dengan klasifikasi pelayananan rumah sakit stroke.

Saat penutupan pelayanan itu, juga ada kesepakatan antara direktur RSSN Bukittinggi dengan direktur RS Achmad Muchtar dan Dinkes Sumbar, kasus-kasus yang berhubungan dengan pelayanan stroke di RS Achmad Muchtar akan dirujuk ke RSSN Bukittinggi. Begitu juga sebaliknya, kasus-kasus di luar pelayanan stroke akan dirujuk dari di RSSN Bukittinggi ke RS Achmad Muchtar. (no)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!