Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 07:40:29 WIB
PRO SUMBAR

Tarif Organda jadi Acuan Harga Angkut

Padang Ekspres • Kamis, 29/03/2012 12:43 WIB • (a) • 685 klik

Padang, Padek—Penentuan tarif transportasi angkutan darat ditentukan pemerintah setempat. Disini Organisasi Angkutan Darat (Organda) diminta pemerintah untuk memberikan acuan terhadap tarif.


Hal itu disampaikan Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumbar, Sengaja Budi Syukur ketika menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan pengadaan benih padi nonhibrida di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pessel tahun 2007 dengan terdakwa mantan Kabid Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian Dinas Pertanian Pessel, Arpen Bin Abbas di Pengadilan Tipikor Padang,Rabu (28/3)


Menurutnya, acuan ongkos angkut ini bertujuan agar perusahaan-perusahaan produsen tahu harga pokok ongkos angkut per ton dan per kilo meter jalan. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Imam Syafei beranggotakan hakim Jon Efreddi dan M Takdir, Budi Syukur menambahkan acuan Organda dalam menentukan tarif angkutan diantaranya jarak yang ditempuh,volume barang yang diangkut dan daya angkut kendaraaan.


“Bila jarak tempuhnya 200 km ke atas, dikenakan tarif Rp1000/ton/km sedangkan jarak tempuh 200 km kebawah dikenakan tarif Rp1250/ton/km,” paparnya.


Menurutnya, perusahaan jasa transportasi juga memiliki kebebasan dalam menentukan tarif dengan konsumennya.
“Biasanya tergantung kesepakatan bersama sesuai dengan jenis barang yang diangkut dan jarak yang ditempuh. Jadi, tarif yang ditentukan Organda hanya sebagai acuan saja,” jelasnya.


Sedangkan, mengenai jenis muatan bibit padi nonhibrida Pessel dikatakan Budi, itu sebagai muatan barang berat. (a)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!