Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 17:21:41 WIB
PRO SUMBAR

Tarif Organda jadi Acuan Harga Angkut

Padang Ekspres • Kamis, 29/03/2012 12:43 WIB • (a) • 688 klik

Padang, Padek—Penentuan tarif transportasi angkutan darat ditentukan pemerintah setempat. Disini Organisasi Angkutan Darat (Organda) diminta pemerintah untuk memberikan acuan terhadap tarif.


Hal itu disampaikan Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumbar, Sengaja Budi Syukur ketika menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan pengadaan benih padi nonhibrida di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pessel tahun 2007 dengan terdakwa mantan Kabid Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian Dinas Pertanian Pessel, Arpen Bin Abbas di Pengadilan Tipikor Padang,Rabu (28/3)


Menurutnya, acuan ongkos angkut ini bertujuan agar perusahaan-perusahaan produsen tahu harga pokok ongkos angkut per ton dan per kilo meter jalan. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Imam Syafei beranggotakan hakim Jon Efreddi dan M Takdir, Budi Syukur menambahkan acuan Organda dalam menentukan tarif angkutan diantaranya jarak yang ditempuh,volume barang yang diangkut dan daya angkut kendaraaan.


“Bila jarak tempuhnya 200 km ke atas, dikenakan tarif Rp1000/ton/km sedangkan jarak tempuh 200 km kebawah dikenakan tarif Rp1250/ton/km,” paparnya.


Menurutnya, perusahaan jasa transportasi juga memiliki kebebasan dalam menentukan tarif dengan konsumennya.
“Biasanya tergantung kesepakatan bersama sesuai dengan jenis barang yang diangkut dan jarak yang ditempuh. Jadi, tarif yang ditentukan Organda hanya sebagai acuan saja,” jelasnya.


Sedangkan, mengenai jenis muatan bibit padi nonhibrida Pessel dikatakan Budi, itu sebagai muatan barang berat. (a)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!