Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 10:16:59 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

Terapkan Manajemen By Target, Suka Bangun Pendekatan Personal

Syamsul Bahri Dt Bandaro Putiah, Calon Kuat Wali Kota Payakumbuh 2012-1017 (1)

Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Selasa, 27/03/2012 13:34 WIB • Fajar R Vesky—Payakumbuh • 703 klik

Syamsul Bahri Dt Bandaro Putiah

Tidak banyak polisi Indonesia yang bisa menjadi kepala daerah pada zaman reformasi. Di Sumbar baru ada tiga nama: AKBP (Purn) Drs Yusuf Lubis yang menjadi Bupati Kabupaten Pasaman 2005-2010, Baharudin yang menjadi Bupati Pasaman Barat 2010-2015 dan AKBP Syamsul Bahri SH Datuak Bandaro Putiah yang terpilih sebagai Wakil Wali Kota Payakumbuh periode 2007-2012.


JIKA tidak memiliki kelebihan, tentu mereka tak akan pernah menjadi orang pilihan. Syamsul Bahri sendiri memang tergolong polisi dengan kepribadian istimewa. Sepintas lalu, orang mungkin saja menganggapnya sebagai sosok yang kaku dalam memimpin. Atau menilai style-nya masih identik dengan korps Rastra Sewakottama.


Tapi penilaian itu agaknya sangat meleset. Syamsul ternyata memiliki selera humor sangat tinggi. Berbincang dengannya membuat perut kerap dikocok tawa. Syamsul juga pribadi yang sangat hangat. Sosoknya tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Dia, memang terkenal menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan. Jika ada sesuatu yang kurang berkenan dengan etika maupun aturan main, Syamsul tak segan-segan untuk menegur. Sebagai luapan cinta dan kepedulian, demi terwujudnya perubahan lebih baik.


Namun, sebalik kedisplinan tersebut, Syamsul Bahri ternyata sosok yang humanis. Air matanya akan cepat mengalir begitu melihat masih ada masyarakat hidup susah, kaum lansia yang terabaikan, atau generasi muda putus pendidikan. Syamsul Bahri juga kerap terenyuh melihat sebagian Pegawai Negeri Sipil masih harus ‘memeras keringat’ selepas jam dinas. Dalam hatinya selalu terpikir, bagaimana agar kesejahteraan pegawai terus ditingkatkan.


Terpilih sebagai wakil wali kota Payakumbuh periode 2007-2012 melalui pemilihan yang sangat demokratis, tidak membuat Syamsul berada di atas menara gading. Sebaliknya, Syamsul merasa bertanggungjawab moral kepada masyarakat Payakumbuh yang sudah memilih dirinya bersama Wali Kota Josrizal Zain. Tanggung jawab moral itu dituangkan Syamsul dalam bentuk pengabdian dan loyalitas tanpas batas. Sehingga tidak heran, di tangan Syamsul, tugas-tugas wakil kepala daerah terutama berkaitan dengan pengawasan, dapat berjalan baik, efektif dan efisien. 


Syamsul selalu berupaya menciptakan program dan kegiatan yang on the track. Dengan program ini, bentuk pengawasan wakil kepala daerah nampak lebih jelas. Para pejabat juga lebih fokus dan bertanggungjawab dalam melaksanakan kerja. Syamsul juga tidak melulu melakukan pendekatan legalitas kepada para staf yang diawasi. Tapi lebih banyak kepada pendekatan personal dan kekeluargaan. Sehingga para staf merasa tidak pernah ada jurang pemisah. Kapan pun ditelepon atau dipanggil mereka tidak pernah ragu.


Terhadap Wali Kota Josrizal Zain, Syamsul tidak hanya mampu berperan sebagai wakil wali kota yang harus menjunjung tinggi loyalitas. Tapi juga berhasil memainkan peranan sebagai sahabat yang setia dan saling menghormati. Maka jangan heran, ketika hubungan kepala daerah di Indonesia banyak yang retak di tengah jalan, Syamsul dan Josrizal malah semakin mesra lagi bergandengan.


Mampu Jabarkan Visi
Bermodal hubungan yang mesra dengan wali kota tersebut, Syamsul akhirnya bisa menjalankan tugas dan wewenang secara baik. Dia juga mampu menjabarkan visi-misi Payakumbuh sebagai kota sehat, mandiri perekonomian, beriman dan bertakwa. Setidaknya ini bisa dilihat dari pandangan-pandangan Syamsul.


Menurut Syamsul, visi-misi Payakumbuh tidak akan bisa terlaksana dengan baik, apabila kepala daerah tidak memberi ruang yang nyaman bagi para staf. Mungkin saja para staf masih banyak memiliki kekurangan. Tapi kekurangan itu harus bisa dieliminir, sehingga tidak lagi menjadi problem.


”Saya sebagai wakil wali kota yang bertanggungjawab melakukan pengawasan, memang akan tetap melakukan pengawasan. Tapi itu saja tidak cukup. Saya juga berupaya untuk terus memberi ruang nyaman bagi para staf, sehingga mereka enjoy dalam bekerja. Kalau mereka sudah enjoy, tentu visi-misi bisa diterapkan,” sebut Syamsul.


Selain berupaya memberi rasa nyaman buat para staf pemerintahan, Syamsul juga mendukung upaya Josrizal menerapkan managemen by target atau bukan managemen by proses. Managemen seperti ini banyak dipakai oleh daerah-daerah sukses di Indonesia. Dalam aplikasinya, menurut Syamsul, managemen by target lebih mementingkan target ketimbang proses.


Misalnya, pada hari Kamis ada tugas diberikan kepada seorang staf. Tugas itu biasanya selesai dalam waktu empat hari. Kalau menunggu empat hari atau memakai managemen by proses, tentu staf tadi baru bisa menyelesaikan tugas pada Selasa pekan berikutnya,  mengingat pada hari Sabtu dan Minggu dia juga harus libur.


”Makanya, kita terapkan apa yang disebut dengan managemen by target. Maksudnya, staf yang mendapat tugas tadi kita minta untuk menyelesaikan pekerjaannya pada hari Senin. Ketika semua sudah selesai, para staf kalau mau libur ya silahkan saja,” jelas Syamsul.


Apakah managemen by target ini tidak semacam pemaksaan terhadap para staf? Syamsul langsung menggeleng-gelengkan kepala. ”Tidak juga. Ini adalah upaya untuk mempercepat pelayanan publik. Sekaligus membangkitkan rasa tanggungjawab para staf. Dan ini berdampak besar loh. Buktinya, kita bisa menerima penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara (CBAN),” kata Syamsul.


Menyinggung soal tugas pokoknya pada bidang pengawasan, Syamsul mengaku, bersama Sekretaris Kota Irwandi Datuak Batujuah, dia sudah berupaya agar seluruh program dan kegiatan on the track. Bentuk pengawasan yang diberikan juga jelas. Sehingga dengan pengawasan tersebut, staf bekerja lebih fokus dan lebih bertanggungjawab. Kendati demikian, Syamsul mengaku juga tidak semata-mata melakukan pengawasan sekda. Dia juga terus membangun pendekatan personal dan kekeluargaan.


Hal tersebut menurut Sekretaris Kota Irwandi Datuak Batujuah, sangat mahal sekali harganya. “Sehingga membuat kami-kami merasa tidak ada jarak pemisah. Kapan pun ditelpon Pak Syamsul, kami tak pernah ragu. Waktu tidur pun, kami masih bisa telepon-teleponan. Dan itu langsung ke tangan beliau. Tidak seperti sebagian pemimpin yang biasanya lewat ajudan,” aku Irwandi.


Kendati melakukan tugas pengawasan dengan pola pendekatan personal, bukan berarti pula Syamsul tidak bisa tegas dalam mengawas. Baginya, punish and reward tetap ada. Bahkan, bersama Wali Kota Josrizal dia membuat performance kontrak dengan para kepada SKPD. Selain itu juga dibuat schedulle kerja yang jelas, dengan evaluasi hampir setiap bulan. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!