Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 13:14:59 WIB
METROPOLIS

Polusi Udara Parah

Indang: Dipicu Kendaraan dan Polusi Pabrik

Padang Ekspres • Jumat, 23/03/2012 11:55 WIB • (kd) • 2844 klik

Polusi Udara

Aiapacah, Padek–Polusi udara di Kota Padang makin mengkhawatirkan. Salah satu penyebabnya, tingginya pertumbuhan kendaraan sehingga memicu meningkatnya emisi gas buang. Saat ini, kualitas udara mencapai angka 0,9 atau dalam kondisi parah.


Data Dinas Perhubungan Padang tahun 2011, jumlah angkutan kota 809 unit, bus kecil 21.651 unit, bus sedang 3.636 unit, dan taksi 6.448 unit.
Untuk kendaraan pribadi, sedan 25.448 unit, jeep 16.958 unit, minibus 104.907 unit, microbus 1.379 unit, bus 464 unit, pick up 28.316 unit. Kemudian, light truk 16.723 unit, truk 18.018 unit. Sementara jumlah motor 751.887 unit.


“Kalau dihitung saat ini satu mobil memakan badan jalan 12 meter persegi. Tidak dapat dibayangkan bagaimana gas emisi atau gas buang dari kendaraan yang memenuhi langit Padang. Belum lagi polusi yang ditimbulkan asap pabrik,” kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Padang, Indang Dewata, pada Padang Ekspres, kemarin (22/3).


Bapedalda telah melakukan pengujian pencemaran udara di Padang akhir tahun 2011. Selain mengukur indeks kemacetan, juga mengukur jumlah zat pencemaran yang dikeluarkan kendaraan. Hasilnya, kendaraan yang menggunakan solar menyumbang polusi 62,13 persen, sedangkan kendaraan nonsolar menyumbang polusi 37,87 persen.


Sumber tidak bergerak, seperti industri, juga menjadi sumber polusi. Dari pengecekan cerobong sejumlah perusahaan, tercatat zat pencemaran NO 1.000 PPM (part per million), SO 800 PPM (part per million), CO 100 persen, merkuri 0,2 persen, HF 10 persen, HCL 70 persen, dan HC 35 persen.


Di Padang, pertumbuhan kendaraan pesat karena pasar mobil bekas menggiurkan. Mobil bekas memberi kontribusi emisi lebih tinggi dibandingkan mobil baru. Polusi udara juga dipicu pabrik yang membuang asapnya secara sembarangan dan tidak memenuhi standar.


“Untuk menghambat laju pertumbuhan kendaraan di Padang, dapat dipastikan tingkat polusi udara bisa menurun dan hanya berada pada angka 0,4 sampai 0,5, angka aman tingkat polusi udaranya,” ungkapnya.


Bus Massal
Antisipasi pencemaran udara, Dinas Perhubungan Padang didesak merealisasikan bus massal pada tahun 2013 bus. “Sebelum 20 bus massal beroperasi, Dinas Perhubungan tengah membuat tempat pemberhentian, dan menyiapkan alat kelengkapan. Ini akan menghabiskan dana Rp 1 miliar yang telah dianggarkan di APBD 2012,” jelas, Kepala Dinas Perhubungan Padang, Firdaus Ilyas, kemarin (22/3).


Dia menjamin bus massal tersebut tidak berimbas pada penghasilan pengusaha angkutan kota. “Dana Rp 1 miliar itu akan dipergunakan membangun 25 halte, masing-masing Rp 40-50 juta per unit. Sisanya untuk pembuatan sarana dan prasarana bus massal. Dengan beroperasinya bus massal itu, bisa mengangkut 10 orang pemilik mobil, dan menekan angka polusi udara,” tukasnya. (kd)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!