Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 10:17:25 WIB
PRO SUMBAR

Kebun Teh Ramai Pemalak

Empat Pengunjung Ditodong Sajam

Padang Ekspres • Rabu, 21/03/2012 13:16 WIB • Rijal Islamy • 1143 klik

UDARA SEGAR: Para pengunjung kawasan wisata Kayuaro Kabupaten Solok selalu dipad

Solok, Padek—Niat Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Solok untuk meningkatkan pendapatan dari sektor tersebut semakin berat. Di samping keluhan kebersihan objek wisata, pengunjung juga dihantui banyaknya para pemalak (pelaku pemerasan).

Para pemalak tidak hanya “beroperasi” di objek-objek wisata yang ramai, tapi juga pada objek-objek wisata “tepi jalan” semisal kawasan kebun teh di Kayuaro, Kecamatan Gunung Talang. Para pelaku kini tidak hanya bermodal “air liur” seperti gertakan, hardikan hingga ancaman. Tapi sudah menggunakan alat yang mengancam jiwa pengunjung seperti pisau, golok dan benda-benda runcing.


Untuk masalah kebersihan, bukan rahasia lagi, objek wisata di Kabupaten Solok tidak “sebersih” yang diharapkan. Bukti nyata terlihat saat Association of the Indonesia Tours and Travel (ASITA) Sumbar memasukkan objek wisata Danau Kembar di daftar hitam (black list) destinasi wisata di Sumbar beberapa waktu lalu.

Seiring dengan hal itu, tingkat kriminalitas berupa pengrusakan sarana wisata, perkelahian hingga pemerasan semakin marak. Buntutnya jelas, objek wisata di Kabupaten Solok tidak lagi sebagai tujuan melepas ketegangan dan rekreasi. Tapi sudah berubah menjadi lokasi yang menegangkan dan penuh rasa was-was.


Sabtu (17/3) lalu, empat orang pelajar SMKN 1 Gunung Talang dipalak pria bersebo dengan menggunakan sebilah pisau. Peristiwa yang terjadi di Kawasan Kebun Teh Kayuaro, Nagari Batangbarus tersebut membuat Tika, Nike, Anel dan Zal harus merelakan empat handphone dan anting emasnya.

Keempatnya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke petugas piket di Mapolsek Gunung Talang Senin (panoramaGara -gara pergi bercinta dua pasang remaja yang masih berstatus pelajar di SMK N 1 Talang mengaku dipalak pria bersebo dengan mengunakan senjata tajam di kawasan kayu aro, Batang Barus kebun teh, Kecamtan gunung Talang, kabupaten Solok, Sabtu (17/3) siang. Korban baru melaporkan kasus pemalakan tersebut ke petugas piket di Mapolsek Talang, Senin (19/3).


Dari pengakuan Tika, 16, ia bersama tiga rekan satu sekolahnya tersebut sedang menikmati hawa sejuk pegunungan teh Kayuaro. Tiba-tiba, sejumlah pemuda yang menggunakan sebo (penutup wajah) mendekati mereka dan langsung mengeluarkan pisau. Para pemuda yang berumur sekitar 20 tahunan tersebut mengancam akan melukai korban kalau tidak menyerahkan HP. Karena ketakutan, keempatnya menyerahkan HP mereka kepada para pemuda tersebut. Tidak puas dengan empat HP tersebut, para pemalak juga meminta barang berharga lain.


Korban yang tak berdaya dibawah ancaman senjata tajam hanya pasrah dan merelakan barang mereka dibawa pelaku. Karena takut korban tidak melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya. Namun karena didesak oleh orang tua yang curiga anting milik Tika tidak lagi terlihat, akhirnya Tika melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Gunung Talang. Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Talang AKP Irwan Zani mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan personelnya.


Sebelumnya, Pemkab Solok melalui Dinas Pariwisata dan Budaya menyatakan pihaknya mengedepankan sektor pariwisata sebagai andalan pendapatan asli daerah (PAD). Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Solok Jasman Rizal mengungkapkan di samping menganut konsep wisata gathering dan perbaikan fasilitas, Pemkab Solok juga mengemas wisata dengan dengan melibatkan seluruh pihak. Ia menyatakan kesadaran masyarakat untuk membangun sektor ini menjadi faktor kunci. Pemkab Solok menurutnya telah melakukan sosialisasi gencar kepada masyarakat terutama pada pemuda. Hal itu ditunjukkan dengan telah dibentukan Garda Pemuda Wisata.


“Sesuai konsep Minangkabau; Rami Nagari dek Rang Mudo (daerah ramai oleh pemuda), para pemuda akan sangat menentukan berhasil atau tidaknya daerah mengembangkan pariwisata. Sebagai contoh, pemerasan, pencurian, perkelahian dan tindak kejahatan lain biasanya dilakukan oleh para pemuda.

Karena itu, penyadaran harus dikedepankan dalam pengembangan wisata ini. Masyarakat harus menjadi bagian dari penyelenggara wisata. Kalau masyarakat sudah sadar wisata, maka pengunjung akan merasa nyaman dan nikmat berwisata. Harus disadari juga bahwa efek dari berkembangnya pariwisata itu adala meningkatnya perekonomian masyarakat sendiri,” lanjutnya.


Mengenai konsep pengembangan wisata sejumlah daerah, Jasman Rizal menyatakan Pemkab Solok menganut konsep pengembangan wisata berbasis kekayaan wilayah masing-masing. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!