Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 14:37:35 WIB
PRO SUMBAR

PNS Solsel Telantar

Bus Pemda Mogok tak Ada BBM

Padang Ekspres • Rabu, 27/04/2011 12:14 WIB • nenengsih • 255 klik



Solsel, Padek—Untuk kesekian kalinya, sejumlah pegawai Pemkab Solok Selatan (Solsel) telantar. Bus yang setiap paginya mereka tumpangi kembali mogok karena kekurangan amunisi alias tidak ada minyak.


Pantauan Padang Ekspres, Selasa (26/4) pagi, puluhan pegawai pemkab yang sudah terlanjur turun ke pinggir jalan raya menunggu bus, terlihat kebingungan. Bus tak kunjung datang sebagaimana jadwalnya.


Setelah mendapat informasi bahwa bus pemda mogok, sebagian dari mereka ada yang berinisiatif mencari angkutan umum. Ada pula yang bersabar menanti mobil pelat merah, bahkan tidak sedikit yang terpaksa balik kanan alias kembali ke rumah.


Sebenarnya, sehari sebelumnya kondisi ini telah memperlihatkan tanda-tanda. Saat jam kerja usai pukul 16.00 WIB, PNS yang biasanya memakai jasa bus, harus menunggu bus jalan hingga pukul 17.30 WIB.


“Hari ko, tapaso wak meliburkan diri sajo lah. Ndak salah awak nyo,” celetuk salah seorang PNS yang minta tidak dituliskan namanya. Harapannya, kondisi itu tidak berlarut-larut sehingga aktivitas pegawai tidak terganggu.


Informasi yang berhasil dirangkum Padang Ekspres, ada empat unit bus milik Pemkab Solsel yang tidak beroperasi, kemarin. Satu unit melayani pegawai dari arah Kecamatan Sangir Batang Hari-Padangaro.
Tiga unit lainnya adalah bus yang beroperasi dari kawasan Muaralabuh menuju ibukota pemerintahan Padangaro. Masing-masing bus berkapasitas sekitar 40 orang.
Kabag Umum Setkab Solsel, Syafruddin tidak menampik bus mogok disebabkan tidak ada minyak. Masalah ini bermula dari proses pengajuan Surat Pertanggungjawaban-Uang Persediaan (SPj-UP).


Bagian Umum telah mengajukan 70 persen dari SPJ-UP kepada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). Sesuai prosedur, DPPKAD akan melakukan verifikasi. Setelah itu baru dapat mengambil Ganti Uang (GU) untuk kegiatan-kegiatan, termasuk operasional bus.


 “Memang benar bus tidak jalan karena masalah BBM. SPj UP yang kita ajukan saat ini masih di DPPKAD. Kemarin dimasukkan ke DPPKAD, kata bendahara umum paling lambat prosesnya sampai Kamis, baru sudah bisa mengambil dana GU atau ganti uang SPj yang kami sampaikan,” tegasnya.
Lantas, haruskah pegawai menunggu sampai Kamis? Terhadap hal itu, Syafruddin mengatakan bahwa pihaknya kini sedang berupaya melobi pihak SPBU yang terletak di kawasan Sungaipadi, Sangir. Berharap diberikan bon oleh SPBU tersebut.


“Kami coba bon dulu dengan Pertamina. Mudah-mudahan dikabulkan sehingga empat unit bus itu bisa jalan. Kalau tak bisa hutang di Pertamina, kami upayakan cari pinjaman lain,” katanya yang mengaku telah sampai di depan SPBU yang dimaksud. Nada Kabag yang baru tiga bulan menjabat itu, terdengar optimis, meskipun utang tahun 2010 di SPBU tersebut masih tersisa.


Menyoal toleransi di DPPKAD agar memprioritaskan hal krusial seperti itu, Syafruddin mengatakan bahwa biasanya dana taktis atau cadangan di DPPKAD hanya diperuntukkan bagi penanggulangan bencana. Sedangkan kondisi yang terjadi di bagian umum, yakni keterlambatan pengajuan SPj. Ini disebabkan minimya SDM.
“Kami kekurangan personel. Sehingga terjadi keterlambatan pengajuan SPj”.(*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Minggu, 15/05/2011 - Jam 10:33 WIB
itu bukan alasan pak....!!!! mungkin kebanyakkan tidur kali, jadi lupa tugas dan ranggung jawabnya.


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!