Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 15:16:01 WIB
METROPOLIS

Gempa 5,3 SR tak Usik Megathrust

Padang Ekspres • Rabu, 07/03/2012 10:53 WIB • TIM PADEK • 2910 klik

Gempa

Padang, Padek—Warga Kota Padang, Pariaman dan Padangpariaman hingga Solok, dikejutkan guncangan gempa, Selasa (6/3) sore. Meski tidak menimbulkan kerusakan, tapi gempa tersebut membuat sebagian warga panik dan berhamburan ke luar. Namun, aktivitas warga tetap berjalan normal.  


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa berkekuatan 5,3 SR berpusat di 24 km barat daya Kota Pariaman, sekitar Selat Mentawai sekitar pukul 18.36.23 WIB.


Pantauan Padang Ekspres, warga di sekitar kompleks Perumahan Mega Permai V Kelurahan Lubukbuaya, Kecamatan Kototangah, Padang berhamburan ke luar rumah. Gempa yang berlangsung sekitar beberapa detik itu cukup membuat warga cemas. ”Astaghfirullah, Allahuakbar,” ucap warga kompleks sembari berlari ke luar rumah.


Gempa membuat warga Lubukbuaya ketakutan karena berada di zona merah tsunami, karena berada dekat pantai. ”Alhamdulillah, gempa tidak berpotensi tsunami dan tidak ada gempa susulan,” ujar Agus, salah seorang kepala keluarga di kompleks, itu.


Setiap kali gempa, Agus selalu mengingatkan anggota keluarganya bersiap-siap menuju Bypass. ”Kalau guncangannya keras dan lama, kami langsung siap-siap ke jalur evakuasi,” kata Agus, yang rumahnya dalam rehabilitasi karena rusak sedang diguncang gempa 30 September 2009.
Beberapa pasien dan keluarga pasien juga berhamburan ke luar dari dalam bangunan rumah sakit.

Mereka panik jika terjadi gempa susulan dalam kekuatan yang besar.  Keluarga pasien RSUP M Djamil, Deswarti, 46, mengaku panik ketika merasakan guncangan gempa yang datang tiba-tiba itu. ”Sangat kaget. Guncangannya besar, makanya lari ke luar,” katanya. Namun kepanikan itu tidak berlangsung lama, pasien dan beberapa keluarga yang sempat lari kembali masuk ke ruangannya.


Kepanikan juga terjadi di pusat perbelanjaan Plaza Andalas. Beberapa warga berhamburan ke luar dari gedung yang rusak berat akibat gempa September 2009 lalu. ”Saya lari ke luar, karena takut terjadi gempa besar. Tapi ternyata di luar tidak terjadi apa-apa, banyak orang yang santai saja,” kata Afriyanti, 24 yang tengah berada di Plaza Andalas.


Anggota Polresta Padang, Zainal Arifin yang tengah bertugas di Jalan Pemuda, bersyukur tidak terjadi kemacetan di kawasan itu. ”Warga tidak terlalu panik, mereka hanya menanyakan berapa kekuatan dan di mana pusat gempa,” kata dia.


Di kawasan Airtawar, tepatnya di kampus Universitas Negeri Padang (UNP), gaduh saat gempa mengguncang. Mahasiswa berhamburan ke luar gedung. ”Sangat terkejut. Untung saya paham bagaimana mitigasi sehingga tidak terlalu cemas, tapi tetap waspada,” ujar Deded Prima, mahasiswa FBS UNP, asal Solok ini.


Keluarga Petriadi yang tinggal di Jalan Gajah, Airtawar juga terkejut. Dia baru saja sampai di rumah setelah menjemput anaknya sekolah di SMPN 25. Bapak tiga anak ini mengaku tidak sepanik dulu menghadapi gempa. Dia merasa sudah tahu apa yang dilakukan jika gempa besar mengguncang dan berpotensi tsunami.  


Tetap Waspada
Staf Analisis Gempa BMKG Padangpanjang Sukri menjelaskan, gempa 5,3 SR itu terjadi pada koordinat 0,83 derajat Lintang Selatan (LS) dan 1,11 derajat Bujur Timur (BT) dengan lama guncangan 1 menit. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan tidak memicu terbangunnya pusat gempa besar di patahan Mentawai (megathrust) yang ditengarai banyak pengamat kegempaan masih tertidur.


Megathrust terdapat pada batas lempeng di bawah Mentawai yakni Siberut-Sipora-Pagai. ”Gempa ini sangat kecil sekali dampaknya terhadap potensi gempa megathrust, karena pusat gempa 5,3 SR berada sangat jauh dari pusat megathrust. Selain itu, skalanya juga kecil. Jadi warga tidak pelu cemas, tapi harus tetap waspada,” kata Sukri ketika dihubungi Padang Ekspres, tadi malam.


Gempa ini terjadi di zona subduksi antara pertemuan lempeng Australia dengan lempeng Eurasia. ”Guncangan dirasakan warga di Padang dan Pariaman 2-3 MMI (skala intensitas yang dirasakan masyarakat),” ulasnya.


Pakar gempa dari Unand, Badrul Mustafa Kemal menyebutkan, gempa 5,3 SR itu tidak ada kaitannya dengan gempa megathrust dan tidak menimbulkan tsunami. Pasalnya, gempa tersebut terjadi pada 24 km barat daya Pariaman, jauh dari palung megathrust, yaitu sekitar 100 mil.


Gempa yang terjadi pada kedalaman 22 km barat daya Pariaman ini, ada dua kemungkinan. Pertama, sisa gempa 30 September 2009 lalu. Kedua, gempa patahan lokal di selat Mentawai, tetapi bukan patahan Mentawai. Sebab, patahan Mentawai ada kaitannya dengan gempa megathrust. Untuk memastikannya, kata Badrul, perlu dilakukan penelitian. Sebab, sampai saat ini belum ada para peneliti yang melakukan penelitian di patahan lokal itu.


Manager Pusdalops BPBD Sumbar, Ade Edwar mengatakan, meski gempa 5,3 SR tidak berpotensi tsunami, dan tidak menimbulkan korban maupun kerusakan, namun dia mengingatkan masyarakat terus waspada dan menyiapkan mitigasi kebencanaan. Ade merasa senang masyarakat Sumbar semakin siaga menghadapi ancaman gempa dan tsunami. ”Buktinya, gempa kemarin relatif aman. Ndak antre di SPBU dan kemacetan di jalan-jalan,” ujarnya.


Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Tabing Padang, Syafrizal mengatakan, gempa 5,3 SR itu tak ada kaitannya kondisi cuaca yang cepat berubah seperti suhu panas, lalu badai dan hujan lebat yang sering secara tiba-tiba terjadi di Kota Padang belakangan ini. Cuaca buruk hanya berpengaruh terhadap gempa vulkanik. ”Gempa di barat daya Pariaman itu kan gempa tektonik. Jadi, tidak bisa dikaitkan dengan cuaca yang tidak menentu di Sumbar,” ujarnya.


Cuaca ekstrem di Sumbar, kata Syafrizal, diakibatkan tiga faktor. Pertama, Sumbar terletak berdekatan dengan Samudra Hindia yang kaya dengan uap air. Kedua, berada di sekitar ekuator atau garis khatulistiwa. Ketiga, berada di Bukit Barisan. ”Kecepatan angin di Sumbar 10 sampai 50 km/jam. Kecepatan angin seperti ini, bisa mengakibatkan hujan lebat, karena ada awan tebal yang terkonsentrasi pada satu titik,” bebernya. (di/ris/mg8/e/mg17)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : Huryanti
Rabu, 07/03/2012 - Jam 17:01 WIB
walaupun hanya 5,3 sr kita harus waspada dan jangan panik. ini hanya peringatan agar kita jangan sampai lupa ke pada Tuhan dan jangan terlena dalam suatu kenikmatan.
Rabu, 07/03/2012 - Jam 12:46 WIB
kita tetap waspada dan hati-hati


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!