Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 06:27:48 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

Pengosongan Lahan Nyaris Ricuh

Ibu 11 Anak Pingsan, Pemohon Bawa Massa

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Selasa, 06/03/2012 14:08 WIB • (frv) • 752 klik

TEGANG: Pemilik lahan Lili Suryani yang mendadak pingsan saat eksekusi pengosong

Payakumbuh, Padek—Eksekusi pengosongan lahan beserta ruko tiga pintu dan sawmill di Jalan Profesor Hamka atau Jalan SMP 3 Tarok Nomor 46 C, Kelurahan Tarok, Payakumbuh Utara oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Payakumbuh, Senin (5/5) siang, diwarnai ketegangan.


Tidak hanya tegang  dan memakan waktu selama hampir 6 jam, eksekusi yang dilakukan berdasarkan surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh No 01/Pen.Pdt/2012/PN.PYK tanggal 8 Februari 2012 tersebut, juga nyaris berlangsung ricuh.


Ini terjadi karena pemilik lahan dan bangunan  enggan melaksanakan perintah eksekusi. Sedangkan pihak pemohon eksekusi yang hadir bersama juru sita, terkesan ngotot untuk melakukan eksekusi, bahkan membawa sekitar 20 pria untuk mengosongkan lahan.


Pemilik lahan seluas 1.260 meter persegi beserta ruko tiga pintu dan sawmill, yakni pasangan suami-istri  Nasir dan Lili Suryani beralasan, mereka masih mengajukan bantahan atau keberatan atas eksekusi maupun lelang  yang dilakukan Bank Rakyat Indonesia.


“Kami masih mengajukan bantahan atau keberatan atas lelang lahan dan bangunan kami oleh Kantor Pelayanan  Kekayaan Negara dan Lelang Bukittinggi atas permintaan BRI. Seharusnya, pengadilan berpegang kepada bantahan yang kami ajukan,” ujar Irfan, salah seorang putra Nasir dan Lili Suryani.


Irfan juga meminta juru sita dan panitera yang dikawal puluhan polisi berpakaian dinas maupun sipil,  memberi mereka waktu sampai selesai proses bantahan atau keberatan. Namun, juru sita dan pihak pemohon atas nama Iradi Rahman, tetap ngotot eksekusi dilaksankan.


 Kondisi ini membuat ibu Irfan bernama Lili Suryani sempat pingsan. Tiga adik-adik Irfan yang masih usia sekolah juga menangis sesugukan. Sementara, ayah mereka Nasir, entah kemana. “Indak talok dek Ama doh nak, sakik kapalo Ama,” ucap Lili saat dipeluk anak-anaknya.


Tidak lama kemudian, sejumlah pemuda yang didatangkan  pemohon, mencoba mengangkat karung berisi cirik (kotoran) ayam yang ada di depan ruko. Aksi ini mendapat perlawanan dari Irfan. “Jan diangkek dulu da, alun salasai masalah ko lai,” ucapnya.


Aksi main angkat cirik ayam itu berlangsung selama dua kali dan dua-duanya gagal. Baru setelah masuk waktu sholat Zuhur, setelah puluhan polisi dan juru sita makan siang bersama, cirik ayam itu diangkat. Begitupula dengan besi, tanki minyak dan batu yang ada di depan ruko.


”Biarlah kami mundur dulu, sementara. Silahkan saja dikosongkan hari ini, kami akan tetap mengajukan bantahan,” ujar Irfan saat ditanya Padang Ekspres. Sebelumnya, Irfan terlihat beberpa kali bernegoisasi dengan juru sita dan panitera Pengadilan Negeri Payakumbuh.


 Proses negoisasi itu juga dikawal Kabag Ops Polres Payakumbuh Kompol Yoserizal, Kasat Samapta AKP Rumzi Piliang, Kapolsekta Kompol Efrizal, Kasat Intelkam AKP Zulman Efendi.  “Kami hanya mengamankan eksekusi atas permintaan pengadilan,” kata Kompol Yoserizal kepada keluarga termohon.


Sebelumnya, panitera dan juru sita Pengadilan Negeri Payakumbuh mengatakan, surat permohonan eksekusi pengosongan dari Iradi Rahman masuk sejak tanggal 19 Juli 2011. Eksekusi pengosongan tanah seluas 1.260 meter persegi berikut banguan di atasnya itu dilakukan  berdasarkan Acara Lelang No.168/2010 tanggal 22 Desember 2010. (frv)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!