Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 10:12:12 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Prodi Boleh Dibuka setelah Mengantongi Akreditasi

Padang Ekspres • Berita Pendidikan • Selasa, 06/03/2012 14:01 WIB • (bis) • 770 klik

Padang, Padek—Kasubdit Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Dr Mastuki HS, menegaskan sebuah program studi (prodi) boleh dibuka setelah perguruan tinggi mengantongi akreditasi dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam.


“Bila akreditasi telah ada maka penerimaan mahasiswa boleh dilakukan,” kata Mastuki menjadi saksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi pengalihan dana DIPA dan RKA-KL tahun 2007-2010, dengan terdakwa Ismail, Ketua STAIN Djambek Bukittinggi di Pengadilan Tipikor Padang, kemarin (5/3).


Dia menjelaskan, bahwa proses pengurusan akreditasi untuk prodi tersebut mulai dari pendaftaran administrasi hingga ijin keluar memerlukan waktu yang lama. “Batasan pengurusan akreditasi prosesnya hingga Mei 2012 ini,” terangnya.


Mastuki juga menuturkan, bahwa kasus pembukaan prodi yang lebih dulu daripada keluarnya pengurusan izin sering ditemui pada kampus pendidikan islam swasta maupun negeri di Indonesia.


“Tapi bila masa pengurusan akreditasi prodi tersebut kampus telah menamatkan siswanya, maka keabsahan ijazah itu dinilai dari pengakuan dunia luar. Apakah prodi tersebut diakui atau tidak didunia kerja,” ujarnya.


Saksi lain, Ali Rahman pembantu ketua II Bidang Administrasi keuangan dan kepegawaian di STAIN Bukittinggi menjelaskan soal penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk mahasiswa dan tenaga pengajar. Peruntukan DIPA tersebut diantaranya untuk beasiswa mahasiswa, gaji dosen luar biasa dan untuk penunjang kegiatan operasional kampus . “Semua ini telah direncanakan dalam RKA-KL,” katanya yang juga bertugas sebagai Pejabat pembuat Komitmen (PPK) dari Panitia penyelenggara Keuangan DIPA STAIN.


Dia menjelaskan, bahwa dalam penyusunan materi RKA-KL ini, melibatkan seluruh fungsional perencana dari semua prodi dan termasuk Ketua STAIN. (bis)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : MARIA
Rabu, 07/03/2012 - Jam 11:46 WIB
ass... MAKASIH UNTUK SPACE KOMENNYA.
KALAU PUN STAIN SJECH M.DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI TELAH TERLEBIH DAHULU MEMBUKA DAN MENERIMA MAHASISWA SEBELUM KELUAR NYA IJIN PEMBUKAAN PRODI,, HAL SEPERTI ITU KAN TIDAK MERUGIKAN NEGARA, BAHKAN STAIN BUKITTINGGI MEMILIKI NIAT DAN ITIKAD YG BAIK. LAGIAN PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA BANYAK MELAKUKAN HAL YG SERUPA. SO, KENAPA HANYA D STAIN BUKITTINGGI SAJA YG DI PERMASALAHKAN??????

YANG SAYA KUATIR DAN CEMASKAN PARA MAHASISWA YG SEDANG MENIMBA ILMU D STAIN BUKITTINGGI... MEREKA MERASA TIDAK NYAMAN DAN KUATIR DENGAN ISU ISU YG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB KEBENARANNYA.

MELIRIK KASUS YG DIALAMI DR . ISMAIL NOVEL YG MERAMBAH KE RIMBA TIPIKOR... ITU SANGAT ANEH SEKALI,, DARI PERSIDANGAN TIDAK ADA NEGARA DI RUGIKAN OLEH BPK ISMAIL.LAH KOK PERGI NYA KE TIPIKOR...CKCKCKCKCK


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!