Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 14:39:03 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

Drainase Kolam Renang Hilang

Erosi di Puncak Marajo Bisa Berulang

Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Jumat, 02/03/2012 14:30 WIB • (frv) • 478 klik

Payakumbuh, Padek—Sistem drainase atau saluran air dari kolam renang Ngalau Indah Payakumbuh ternyata sangat kacau. Salah satu drainase yang menampung air berdebit besar, diduga tidak berfungsi karena hilang atau tertimbun bangunan baru.


Sementara drainase yang berada di sisi kanan dan kiri kolam renang, terlihat berukuran kecil dan penuh dengan sampah. Sehingga, saat datang hujan deras, drainase kolam renang kerap tersumbat dan tidak sanggup lagi menampung air yang melimpah dari atas Bukit Puncak Marajo Ngalau Indah.


Adapun Bukit Puncak Marajo Ngalau Indah, ditenggarai telah lama mengalami erosi atau pengikisan tanah oleh air. Pepohonan di atas bukit, semakin hari, semakin berkurang jumlahnya akibat penebangan liar dan pembukaan lahan baru untuk perladangan.


Serajut fakta tersebut, ditemui Padang Ekspres saat menelusuri penyebabnya seringnya kolam renang Ngalau Indah Payakumbuh, dihantam air bercampur tanah dari atas Puncak Bukit Marajo. Dalam sepekan ini saja, sudah dua kali, peristiwa tersebut terjadi, yakni Kamis (23/2) dan Rabu (29/2).


Akibat peristiwa itupula, sampai Kamis (1/3) sore, kolam renang Ngalau Indah masih dinyatakan ditutup untuk umum. Tenaga Harian Lepas Disbudparpora yang membersihkan kolam renang, masih bekerja keras. Tapi mereka khawatir, air dari Puncak Marajo akan kembali melimpah.


Kekhawatiran serupa disampaikan Kepala Disparpora Payakumbuh Rida Ananda. ”Kalau curah hujan masih tinggi dalam pekan ini, bukan tidak mungkin, kolam renang akan tertimbun pasir dan tanah,” kata Rida yang pusing tujuh keliling. Direktur LSM Madani Payakumbuh Syaiful Rahman menilai, kolam renang Ngalau Indah Payakumbuh harus segera diselamatkan dari ancaman erosi Bukit Puncak Marajo.


Salah satu upaya jangka pendek yang bisa dilakukan, adalah dengan membangun drainase berukuran besar. ”Sedangkan untuk jangka panjang, harus dilakukan penghijauan di sekitar Bukit Puncak Marajo yang melegenda tersebut. Di sinilah, dibutuhkan peran serta semua stakholders. Kolam renang Ngalau sebagai aset wisata, harus diselamatkan,” ujar Syaiful Rahman.


Sementara, Rida Ananda juga sepakat dengan gagasan pembangunan drainase kolam renang, dengan ukuran lebih besar. ”Itu memang satu-satunya cara untuk mengantisipasi, agar kolam renang tak lagi penuh air dan tanah dari Bukit Puncak Marajo,” kata Rida. (frv)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!