Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 13:13:21 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Agam

Perkelahian Maut di SMP Kapau

Sudirman Tewas di Tangan Temannya Sendiri

Padang Ekspres • Berita Kriminal • Jumat, 02/03/2012 14:24 WIB • (edi) • 1847 klik

Kapau, Padek—Perkelahian yang berujung maut, tidak saja terjadi antara preman, tapi sudah memasuki sekolah. Setidaknya begitulah di SMP Kapau, Kecamatan Kamang, Kabupaten Agam, Rabu (29/2).  Sudirman, 15, siwa kelas IX C (kelas 3) SMP setempat, tewas di RSAM Bukittinggi, kemarin, setelah dipukul dan dicekik oleh teman sekolahnya sendiri, berinisial A, 15.


Sebelum menemui ajalnya, korban sempat dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan berlanjut ke Puskesmas setempat. Namun, karena kondisi korban terus memburuk, korban dibawa ke RSAM Bukittinggi. Malang bagi korban, akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir, kemarin (1/3).


Informasi yang diperoleh koran ini, penyebab perkelahian yang berujung maut itu, hanya soal sepele, yakni karena merasa dilecehkan melalui SMS yang diduga berasal dari HP korban, kepada tersangka. Tersangka langsung memukul korban dan mecekiknya sebelum jam pelajaran dimulai di dekat rumah penjaga sekolah, sehingga korban tersungkur.


Salah seorang guru dan teman-teman tersangka serta korban yang mengetahui perkelahian tersebut, berupaya untuk melerai. Korban langsung dibawa ke UKS untuk dilakukan perawatan darurat. Namun, karena kondisi korban agak lemah, korban pun dibawa ke Puskesmas setempat.


Bersamaan dengan itu, keluarga korban pun datang ke Puskesmas. Melihat kondisi korban terus memburuk, akhirnya dibawa ke RSAM Bukittinggi. Malang bagi korban, akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 10.00 WIB kemarin (1/3).


Salah seorang petugas medis RSAM Bukittinggi yang enggan disebut jati dirinya, mengatakan, korban meninggal akibat benturan keras di kepalanya.  ”Dari hasil pemeriksaan medis, penyebab meninggalnya korban, karena kepalanya mengalami benturan keras,” jelasnya.


Beberapa saat setelah meninggal, jasad korban langsung dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan. Sebelum dimakamkan, terlihat rumah korban penuh sesak oleh guru dan teman-teman sekolah korban untuk mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya.


Menurut salah seorang teman korban, Lisa, 15, korban disehariannya dikenal pandai bergaul dan sopan, sehingga dengan kepergian korban tersebut, pelajar SMPN 3 Kapau, terutama kelas IX merasa kehilangan. 

“Mudah-mudahan amal ibadah Sudirman diterima di sisi Allah SWT,” ujar Lisa berlinang air mata. Kasus perkelahian yang berujung maut ini kini sedang diproses Polsek setempat. (edi)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : mike widya
Jumat, 02/03/2012 - Jam 23:48 WIB
Sekolahku sayang sekolahku malang, ĸªl⺠jaman saya dulu anak2 berantemnya gak sampe pake kekerasan kaya gitu, yg namanya brantem ya kadang trjadi juga, krna jiwa muda, masih labil, dan kontrol emosi masih rendah, lg an dl sprtinya waktu saya skolah disana smua masih terasa jauh indah tntram dan damai, tp smakin berkembangnya jaman anak2 smp skarang sudah tidak seperti dulu âaÄį... Sungguh sangat disayangkan, sebagai salah satu alumni, saya ikut berduka untuk musibah ini, smua keluarga yg ditinggalkan bisa ikhlas dan sabar
Jumat, 02/03/2012 - Jam 22:04 WIB
kepada seluruh guru di harapkan menantau murid2nya,apalagi yang membawa handphone ke sekolah untuk di beri sanksi yang bisa membuat murid2 jera untuk membawa handphone ke sekolah lagi.


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!