Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 00:30:19 WIB
RAKYAT SUMBAR

Waspada 3 Hari ke Depan

Curah Hujan Tinggi, Ombak 2,5 M

Padang Ekspres • Kamis, 01/03/2012 09:58 WIB • (ris/kd/mg6) • 560 klik

Evakuasi: Tim SAR mengevakuasi korban banjir di Perumahan Kasai Permai, Kecamata

Padang, Padek—Ancaman bencana banjir bandang dan longsor terus mengintai. Peringatan dini itu disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyusul tingginya curah hujan hingga tiga hari ke depan. 


Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Tabing Padang, Syafrizal mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan untuk waspada. Berdasarkan pemantauan satelit NOA yang dimiliki BMKG Tabing, hujan lebat akan terjadi hingga 3 hari ke depan, terhitung Rabu (29/2). Kecepatan angin berkisar 10-15 km/jam. Tinggi gelombang diramal mencapai 2,5 meter.


“Masyarakat yang tinggal di perbukitan diminta waspada. Begitu pula nelayan, jangan dulu melaut,” ujar Syafrizal kemarin (29/2).
Hujan deras yang mengguyur Padang sepanjang Rabu kemarin, menyebabkan banjir di mana-mana. Air mencapai setinggi lutut orang dewasa. Seperti di kawasan Pondok, Purus, Tabing, Tunggulhitam, Bypass, Khatib Sulaiman, Marapalam, simpang Kalumpang.


“BPBD telah menurunkan tim ke daerah rawan banjir. Seperti di Pondok, Aiapacah, Bukit Gado-Gado, Teluk Bayur, dan Purus,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, Dedi Henidal kepada Padang Ekspres, kemarin (29/2).


BPBD Padang telah mengerahkan tiga perahu karet. Selain melakukan patroli, BPBD telah memerintahkan anggota siaga bencana untuk memonitor banjir di masing-masing kelurahan.


Hal senada dikatakan Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Andiyatna. “Kami telah memerintahkan anggota di lapangan, mengawal jalur-jalur yang terendam air guna mengantisipasi kemacetan.


Petugas juga telah ditempatkan di jalur-jalur yang jalannya rusak parah,” ulasnya.
Hingga berita ini diturunkan, intensitas genangan air semakin tinggi di simpang Kalumpang, Bypass dan Pondok.


Longsor Kecil
Hujan lebat yang melanda Padangpariaman sepanjang Selasa (28/2) malam, menyebabkan banjir dan longsor kecil di Korong Sungailimau, Kanagarian Kuranjihilir, Kecamatan Sungailimau. Rumah Afrinadiati, 28, rusak ringan terkena longsoran. Untuk antisipasi longsor susulan, keluarga korban telah mengungsi ke rumah kerabatnya, tidak jauh dari lokasi musibah.


Hujan lebat juga memicu meluapnya Batang Limau dan Batang Kamumuan. Sejumlah rumah warga di Nagari Kuranji Hilir dan Nagari Koto Tinggi, terendam.


Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni bersama jajaran dinas terkait langsung turun ke lokasi menenangkan warga dan menyerahkan bantuan.
Wali Nagari Kuranjihilir, Firdaus Khatab mengatakan, longsor dipicu labilnya tanah perbukitan di belakang rumah warga.


Sementara itu, di dekat rumah potong hewan Lubukbuaya, air sempat mencapai setinggi lutut orang dewasa. Bahkan di Simpang Kalumpang, sampai meredam rumah warga. Namun sekitar pukul 20.30 WIB hujan mulai reda dan air pun perlahan mulai menyusut.


Camat Koto Tangah, Amasrul mengatakan warga sempat meninggalkan rumah karena khawatir air terus naik. Banyak barang-barang milik warga terendam banjir karena tak sempat dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.


Hingga pukul 20.30 WIB tadi malam, warga mulai kembali ke rumah dan berupaya mengeluarkan air yang menggenangi rumahnya. Sementara BPBD telah menyiapkan dua perahu karet di lokasi untuk antisipasi.


Di Padangpariaman tiga kawasan yakni Bumi Kasai Permai, Gasan, Sungai Limau dan Batang Anai, ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa. Saat ini ratusan warga sudah diungsikan pemerintah setempat ke lokasi yang lebih aman. (ris/kd/mg6)

Waspada
3 Hari ke Depan
Curah Hujan Tinggi, Ombak 2,5 M
Padang, Padek—Ancaman bencana banjir bandang dan longsor terus mengintai. Peringatan dini itu disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyusul tingginya curah hujan hingga tiga hari ke depan.  
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Tabing Padang, Syafrizal mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan untuk waspada. Berdasarkan pemantauan satelit NOA yang dimiliki BMKG Tabing, hujan lebat akan terjadi hingga 3 hari ke depan, terhitung Rabu (29/2). Kecepatan angin berkisar 10-15 km/jam. Tinggi gelombang diramal mencapai 2,5 meter.
“Masyarakat yang tinggal di perbukitan diminta waspada. Begitu pula nelayan, jangan dulu melaut,” ujar Syafrizal kemarin (29/2).
Hujan deras yang mengguyur Padang sepanjang Rabu kemarin, menyebabkan banjir di mana-mana. Air mencapai setinggi lutut orang dewasa. Seperti di kawasan Pondok, Purus, Tabing, Tunggulhitam, Bypass, Khatib Sulaiman, Marapalam, simpang Kalumpang.
“BPBD telah menurunkan tim ke daerah rawan banjir. Seperti di Pondok, Aiapacah, Bukit Gado-Gado, Teluk Bayur, dan Purus,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, Dedi Henidal kepada Padang Ekspres, kemarin (29/2).
BPBD Padang telah mengerahkan tiga perahu karet. Selain melakukan patroli, BPBD telah memerintahkan anggota siaga bencana untuk memonitor banjir di masing-masing kelurahan.
Hal senada dikatakan Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Andiyatna. “Kami telah memerintahkan anggota di lapangan, mengawal jalur-jalur yang terendam air guna mengantisipasi kemacetan.
Petugas juga telah ditempatkan di jalur-jalur yang jalannya rusak parah,” ulasnya.
Hingga berita ini diturunkan, intensitas genangan air semakin tinggi di simpang Kalumpang, Bypass dan Pondok.
Longsor Kecil
Hujan lebat yang melanda Padangpariaman sepanjang Selasa (28/2) malam, menyebabkan banjir dan longsor kecil di Korong Sungailimau, Kanagarian Kuranjihilir, Kecamatan Sungailimau. Rumah Afrinadiati, 28, rusak ringan terkena longsoran. Untuk antisipasi longsor susulan, keluarga korban telah mengungsi ke rumah kerabatnya, tidak jauh dari lokasi musibah.
Hujan lebat juga memicu meluapnya Batang Limau dan Batang Kamumuan. Sejumlah rumah warga di Nagari Kuranji Hilir dan Nagari Koto Tinggi, terendam.
Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni bersama jajaran dinas terkait langsung turun ke lokasi menenangkan warga dan menyerahkan bantuan.
Wali Nagari Kuranjihilir, Firdaus Khatab mengatakan, longsor dipicu labilnya tanah perbukitan di belakang rumah warga.
Sementara itu, di dekat rumah potong hewan Lubukbuaya, air sempat mencapai setinggi lutut orang dewasa. Bahkan di Simpang Kalumpang, sampai meredam rumah warga. Namun sekitar pukul 20.30 WIB hujan mulai reda dan air pun perlahan mulai menyusut.
Camat Koto Tangah, Amasrul mengatakan warga sempat meninggalkan rumah karena khawatir air terus naik. Banyak barang-barang milik warga terendam banjir karena tak sempat dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.
Hingga pukul 20.30 WIB tadi malam, warga mulai kembali ke rumah dan berupaya mengeluarkan air yang menggenangi rumahnya. Sementara BPBD telah menyiapkan dua perahu karet di lokasi untuk antisipasi.
Di Padangpariaman tiga kawasan yakni Bumi Kasai Permai, Gasan, Sungai Limau dan Batang Anai, ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa. Saat ini ratusan warga sudah diungsikan pemerintah setempat ke lokasi yang lebih aman. (ris/kd/mg6) Waspada
3 Hari ke Depan
Curah Hujan Tinggi, Ombak 2,5 M
Padang, Padek—Ancaman bencana banjir bandang dan longsor terus mengintai. Peringatan dini itu disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyusul tingginya curah hujan hingga tiga hari ke depan. 
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Tabing Padang, Syafrizal mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan untuk waspada. Berdasarkan pemantauan satelit NOA yang dimiliki BMKG Tabing, hujan lebat akan terjadi hingga 3 hari ke depan, terhitung Rabu (29/2). Kecepatan angin berkisar 10-15 km/jam. Tinggi gelombang diramal mencapai 2,5 meter.
“Masyarakat yang tinggal di perbukitan diminta waspada. Begitu pula nelayan, jangan dulu melaut,” ujar Syafrizal kemarin (29/2).
Hujan deras yang mengguyur Padang sepanjang Rabu kemarin, menyebabkan banjir di mana-mana. Air mencapai setinggi lutut orang dewasa. Seperti di kawasan Pondok, Purus, Tabing, Tunggulhitam, Bypass, Khatib Sulaiman, Marapalam, simpang Kalumpang.
“BPBD telah menurunkan tim ke daerah rawan banjir. Seperti di Pondok, Aiapacah, Bukit Gado-Gado, Teluk Bayur, dan Purus,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, Dedi Henidal kepada Padang Ekspres, kemarin (29/2).
BPBD Padang telah mengerahkan tiga perahu karet. Selain melakukan patroli, BPBD telah memerintahkan anggota siaga bencana untuk memonitor banjir di masing-masing kelurahan.
Hal senada dikatakan Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Andiyatna. “Kami telah memerintahkan anggota di lapangan, mengawal jalur-jalur yang terendam air guna mengantisipasi kemacetan.
Petugas juga telah ditempatkan di jalur-jalur yang jalannya rusak parah,” ulasnya.
Hingga berita ini diturunkan, intensitas genangan air semakin tinggi di simpang Kalumpang, Bypass dan Pondok.
Longsor Kecil
Hujan lebat yang melanda Padangpariaman sepanjang Selasa (28/2) malam, menyebabkan banjir dan longsor kecil di Korong Sungailimau, Kanagarian Kuranjihilir, Kecamatan Sungailimau. Rumah Afrinadiati, 28, rusak ringan terkena longsoran. Untuk antisipasi longsor susulan, keluarga korban telah mengungsi ke rumah kerabatnya, tidak jauh dari lokasi musibah.
Hujan lebat juga memicu meluapnya Batang Limau dan Batang Kamumuan. Sejumlah rumah warga di Nagari Kuranji Hilir dan Nagari Koto Tinggi, terendam.
Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni bersama jajaran dinas terkait langsung turun ke lokasi menenangkan warga dan menyerahkan bantuan.
Wali Nagari Kuranjihilir, Firdaus Khatab mengatakan, longsor dipicu labilnya tanah perbukitan di belakang rumah warga.
Sementara itu, di dekat rumah potong hewan Lubukbuaya, air sempat mencapai setinggi lutut orang dewasa. Bahkan di Simpang Kalumpang, sampai meredam rumah warga. Namun sekitar pukul 20.30 WIB hujan mulai reda dan air pun perlahan mulai menyusut.
Camat Koto Tangah, Amasrul mengatakan warga sempat meninggalkan rumah karena khawatir air terus naik. Banyak barang-barang milik warga terendam banjir karena tak sempat dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.
Hingga pukul 20.30 WIB tadi malam, warga mulai kembali ke rumah dan berupaya mengeluarkan air yang menggenangi rumahnya. Sementara BPBD telah menyiapkan dua perahu karet di lokasi untuk antisipasi.
Di Padangpariaman tiga kawasan yakni Bumi Kasai Permai, Gasan, Sungai Limau dan Batang Anai, ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa. Saat ini ratusan warga sudah diungsikan pemerintah setempat ke lokasi yang lebih aman. (ris/kd/mg6)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Kamis, 01/03/2012 - Jam 13:09 WIB
Komplek Mega Permai I Tahap 2 hingga jam 13.00 Wib kamis siang ini masih saja digenangi air, tidak ada yang meliput dan mengetahuinya karena lokasi komplek jauh dari jalan raya, mohon perhatian ihak-pihak terkait terima kasih


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!