Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 15:03:43 WIB
PRO SUMBAR

Utamakan Kualitas Lulusan

Padang Ekspres • Rabu, 29/02/2012 12:36 WIB • (mg15/mg18) • 319 klik

(*)

Sawahlunto, Padek—Dua daerah sepakat agar lulusan UN nanti tidak hanya sekadar kuantitas. Lebih penting kualitas anak didik dalam kelulusan untuk menghadapi ujian perguruan tinggi nanti.


Di Sawahlunto, meskipun dalam tiga tahun terakhir tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) SMAN 1 Sawahlunto 100 persen, namun upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah terus ditingkatkan. Kepuasan tidak hanya pada kelulusan, akan tetapi tingkat keberhasilan siswa untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).


Hal tersebut dinyatakan langsung Kepala ekolah SMAN 1 Sawahlunto, Yulisna, saat ditemui Padang Ekspres di kantornya. “Kami akan selalu memperbaiki kualitas pendidikan di SMAN 1 dengan gaya dan corak baru,” ujarnya.


Pada 2011 lalu, siswa SMAN 1 memberlakukan belajar kelompok bagi siswa kelas 3 yang akan mengikuti UN, namun untuk tahun ini belajar kelompok tersebut ditambah dengan pengawasan orangtua dan utusan dari sekolah berupa guru pembimbing.


“Dalam pertemuan dengan orangtua wali untuk menghadapi UN 2012 ini, kami meminta orangtua untuk ikut serta berpartisipasi untuk memfasilitasi siswa dalam belajar kelompok berupa menyediakan tempat di rumahnya, orang tua pun bersedia untuk membatu kelancaran itu,” ujarnya.


Menurutnya, untuk kelas XII harus dilakukan pengawasan yang lebih dalam, agar apa yang telah diperjuangkannya selama ini tidak gagal hanya dalam tiga hari ujian. Untuk itu dilakukan pembahasan pelajaran secara berkelompok di rumah siswa yang sudah ditentukan dan disetujui orangtua wali murid itu.


Selain itu, masih dalam peningkatan kualitas pendidikan khususnya di SMAN 1, sekolah itu memiliki trik yang berbeda, yakni dengan cara membagi siswa lebih sedikit setiap kelasnya. “Di sini siswa dalam satu kelas hanya berjumlah 20 orang, tidak boleh lebih,” tambahnya.


Mengenai biaya, memang lebih besar. Namun, kualitas pendidikan akan lebih baik jika pelayanan terhadap siswa dapat dilakukan secara individu, “Jika siswa sedikit maka kelas tersebut akan lebih terakomodir, memang biayanya lebih besar, tapi kualitas yang dihasilkan lebih baik,” tuturnya.
Pantauan Padang Ekspres, jumlah siswa yang akan mengikuti UN di SMAN 1 Sawahlunto berjumlah 169 siswa, masing-masing terdiri dari 108 orang siswa jurusan IPA yang terbagi dalam 4 kelas dan 61 orang siswa yang terbagi tiga kelas.


Kualitas Lulusan Didahulukan
Begitu juga dengan Dinas Pendidikan Pessel. Target angka atau jumlah kelulusan bagi siswa penting, tapi yang paling utama adalah kualitas lulusan. Sehingga peserta yang lulus UN SLTA tahun ini banyak diterima pada perguruan tinggi ternama.


“Kita tidak mengejar banyak lulusan tetapi kualitas lulusan. Percuma lulus semua, kalau tidak diterima di perguruan tinggi, “ kata Syahnan.Kepala Bidang Pendidik SMA, MA dan SMK Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, Syahnan di Painan, Senin (27/2).


Tercatat Tahun lalu, siswa tamatan SMA, SMK dan MA di kabupaten itu berhasil diterima di perguruan tinggi negeri sebanyak 876 orang. Total kelulusan tingkat SLTA pada tahun itu 96,74 persen dari peserta 5.908 peserta UN SLTA.


Dijelaskannya, Disdik Pessel mencatat siswa SLTA dan SLTP di kabupaten itu yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2012 sebanyak 15.206 orang (lihat grafis).


Syahnan mengatakan, UN tahun ini akan dipusatkan pada 21 SMA, 14 SMK dan 5 MA yang ada di kabupaten itu. Khusus MA yang berstatus swasta pelaksanaan UN akan digabung pada tiga sekolah. (mg15/mg18)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!