Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 07:35:56 WIB
PRO SUMBAR

Pupuk Organik Cocok untuk Cabai

Padang Ekspres • Rabu, 29/02/2012 12:34 WIB • (mg9) • 665 klik

Solok, Padek—Bertanam cabai tetap menjadi peluang ekonomi yang cukup menggiurkan bagi masyarakat Kabupaten Solok, terutama di daerah-daerah dataran tinggi selingkar Gunung Talang.  Meski hanya mengandalkan pupuk organik, hasil panen tak jarang meningkat asalkan pola penanaman dan pemeliharaan dilakukan secara terarah sesuai ilmu pertanian.  


Seperti halnya di Nagari Koto Gaek, Kecamatan Gunung Talang, termasuk salah-satu kawasan yang potensial untuk pertanian cabai, lantaran kondisi tanahnya terbilang cukup subur. Sehingga tanaman cabai termasuk komoditi unggulan yang menggiurkan bagi masyarakat setempat. Kebun cabai garapan warga digelar di lereng bukit, bahkan di areal pesawahan secara bergantian setelah panen padi.  


“Meski harga pasaran cabai sepanjang enam bulan terakhir kerap tak menentu, dikala harga turun sempat anjlok sampai dikisaran Rp 20 ribu sekilo, dikala naik malah melonjak menembus Rp 60 ribu sekilo, kami di sini tetap bertanam cabai. Lagipula asalkan mau, warga dalam menggeluti dunianya turut dipandu oleh Kelompok Tani, seperti diantaranya yang sampai sekarang masih aktif adalah Kelompok Tani  Labueh Saiyo,” ujar Jon, seorang petani setempat di kebunnya, kemarin.


Disinggung soal perhatian pemkab selama ini terhadap petani, diakuinya memang sangat minim, sehingga pola pertanian nyaris dilakukan sesuai ilmu yang ada. Hanya berpatokan pada pengalaman-pengalaman antar sesama petani itu sendiri. Penyuluh Pertanian tak pernah turun ke lapangan, kecuali pada saat-saat tertentu dikala dilangsungkannya acara seremonial.


Karena pupuk kimia mahal dan sulit didapat, pemakaian pupuk oleh petani Koto Gaek mayoritas lebih mengandalkan pupuk organik. Alhasil, setelah berulang kali panen raya, para petani pun tetap bisa tersenyum menikmati jerih payahnya. (mg9)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!