Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 08:06:34 WIB
PRO SUMBAR

Pupuk Organik Cocok untuk Cabai

Padang Ekspres • Rabu, 29/02/2012 12:34 WIB • (mg9) • 659 klik

Solok, Padek—Bertanam cabai tetap menjadi peluang ekonomi yang cukup menggiurkan bagi masyarakat Kabupaten Solok, terutama di daerah-daerah dataran tinggi selingkar Gunung Talang.  Meski hanya mengandalkan pupuk organik, hasil panen tak jarang meningkat asalkan pola penanaman dan pemeliharaan dilakukan secara terarah sesuai ilmu pertanian.  


Seperti halnya di Nagari Koto Gaek, Kecamatan Gunung Talang, termasuk salah-satu kawasan yang potensial untuk pertanian cabai, lantaran kondisi tanahnya terbilang cukup subur. Sehingga tanaman cabai termasuk komoditi unggulan yang menggiurkan bagi masyarakat setempat. Kebun cabai garapan warga digelar di lereng bukit, bahkan di areal pesawahan secara bergantian setelah panen padi.  


“Meski harga pasaran cabai sepanjang enam bulan terakhir kerap tak menentu, dikala harga turun sempat anjlok sampai dikisaran Rp 20 ribu sekilo, dikala naik malah melonjak menembus Rp 60 ribu sekilo, kami di sini tetap bertanam cabai. Lagipula asalkan mau, warga dalam menggeluti dunianya turut dipandu oleh Kelompok Tani, seperti diantaranya yang sampai sekarang masih aktif adalah Kelompok Tani  Labueh Saiyo,” ujar Jon, seorang petani setempat di kebunnya, kemarin.


Disinggung soal perhatian pemkab selama ini terhadap petani, diakuinya memang sangat minim, sehingga pola pertanian nyaris dilakukan sesuai ilmu yang ada. Hanya berpatokan pada pengalaman-pengalaman antar sesama petani itu sendiri. Penyuluh Pertanian tak pernah turun ke lapangan, kecuali pada saat-saat tertentu dikala dilangsungkannya acara seremonial.


Karena pupuk kimia mahal dan sulit didapat, pemakaian pupuk oleh petani Koto Gaek mayoritas lebih mengandalkan pupuk organik. Alhasil, setelah berulang kali panen raya, para petani pun tetap bisa tersenyum menikmati jerih payahnya. (mg9)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!